Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
ep 38


__ADS_3

Farel mencari tau dan menemukan siapa karyawan yang berani membocorkan masalah cleaning service pada Ravin


Dan tidak butuh waktu lama pria itu tertangkap dia lantas di bawah dengan paksa saat hampir sampai di depan rumahnya


Tubuhnya diikat dan matanya ditutup hingga sampai di suatu gedung, yang di sana sudah ada Fincent dan Farel


"halo perkenalkan aku adalah nomor 2 dan di sebelahku adalah nomor 3" ucap Farel dengan nada ceria


sedangkan Fincent merasa malas dengan ide Farel yang sebelumnya sudah Farel katakan


Farel berencana untuk menyerang psikologi orang tersebut sehingga dia bisa mengatakan apapun yang dia tahu tentang Ravin


"begini tujuan kami adalah ingin mengetahui apa yang Ravin berikan sehingga kamu berani-beraninya menjadi mata-mata saat kami sudah memperingatkan bahwa jangan sampai ada yang menyinggung tentang cleaning service yang datang tempo hari"


ucap Fincent sambil membaca naskah yang sudah Farel sediakan


"wah untuk apa kamu menanyakan itu? bukankah seharusnya kita langsung saja membuatnya terluka dan menyesal seumur hidupnya" uca Farel dengan nada yang riang


"tolong cepat beritahu aku karena aku tidak punya waktu dan kalau aku pergi dari sini mungkin kamu akan berakhir di tangan orang ini" lanjut Fincent sambil tetap membaca naskahnya


orang itu masih diam namun terlihat jelas bahwa tubuhnya bergetar karena takut


"dia tidak akan mengatakan apapun, jadi cepatlah biarkan aku yang mengurus ini" teriak Farel seperti sudah tidak sabar


"aku akan menunggumu cepat katakan sebelum aku melakukan rapat di kantor" lanjut Fincent


Farel tiba-tiba mengambil besi dan menempelkannya di punggung pria itu

__ADS_1


"sudahlah aku sudah tidak sabar lagi, sembari kamu mengulur waktu begitu, lebih baik aku memilih cetakan apa yang bisa ku pakai untuk membuat anda di punggungnya, setidaknya saat bangkainya ditemukan dia memiliki tanda khusus yang telah kubuat"


"ya sudahlah aku tidak bisa menolong orang ini, lakukan sesukamu kalau sudah biarkan anak buah mengurus mayatnya aku pergi dulu" ucap Fincent sambil berlagak pergi dia sengaja menghentakkan kakinya lebih keras agar orang itu tahu bahwa Fincent akan meninggalkan ruangan


lalu Farel mulai mengeluarkan beberapa suara diantaranya adalah suara bunyi korek api yang dinyalakan, juga seorang beberapa orang yang melangkah ke arah mereka dan seolah mengelilingi lokasi itu, Farel juga mengatakan beberapa kata yang bisa membuat orang itu semakin ketakutan


"ingat kalian harus sabar untuk menunggu besi ini panas, setelahnya aku akan langsung berikan tanda di punggungnya, lalu menyiramkan air dan setelah itu kalian boleh menghajarnya sampai habis, ingat selesaikan dengan baik agar nomor 3 tidak marah padaku" ucap Farel dengan nada yang benar-benar menyeramkan, pasti orang-orang akan mengira bahwa Farel adalah psikopat yang kejam saat itu


Namun sepertinya orang itu benar-benar menyerah hingga akhirnya dia mau buka mulut di saat-saat terakhirnya


"dia memberiku uang 100 juta untuk pengobatan ibuku, dia berjanji bahwa aku akan ditempatkan di posisi yang baik di perusahaan cabang lain, dia juga menjanjikan bahwa aku akan berada di bawah pengawasannya sehingga nyawaku akan sangat aman" ucapnya dengan nada suara yang bergetar hebat


"lalu kau mempercayainya begitu saja memang kau siapa hingga dia harus, lihat sekarang kamu diculik dan tidak ada yang mencarimu bahkan mungkin saja ibumu tidak akan di urus"


"jangan bohong Pak Ravin itu sangat kaya hal ini akan sangat mudah untuknya" Belanya


"tidak benar, itu tidak mungkin karena Pak Ravin sudah berjanji padaku" bantahnya, sepertinya orang ini benar-benar percaya pada Pak Ravin


"Ais..... kau membuatku tidak berminat lagi untuk bermain-main, begini saja aku akan memberi kamu pisau untuk melepaskan diri, lalu setelah itu buka amplop yang ada di meja ,jika kamu berubah pikiran cepat temui aku besok sepulang kerja di cafe xxx


Farel beserta orang-orangnya pergi meninggalkan lokasi itu dan membiarkan pria itu membuka ikatannya


Setelah berhasil dia langsung membuka amplop yang ada di depannya dan melihat foto bunya yang ada di panti jompo


dia juga membaca carik kertas yang tertulis " semua akan baik-baik saja jika kamu menurut pada kami"


Keesokan harinya pria itu benar-benar datang ke cafe yang sudah ditentukan, dia membawa beberapa berkas asli yang dia simpan sendiri sebagai tanda bahwa dia menyerahkan diri dan akan membantu asalkan ibunya bisa juga ditolong

__ADS_1


Di dalam catatan itu terdapat banyak catatan peristiwa jenggel yang sudah dilakukan oleh orang-orang Ravin diantaranya adalah kunjungan rafin ke daerah itu namun tidak untuk kepentingan kantor melainkan untuk kepentingan pribadi, yang di catatan itu terdapat alamat hotel yang dikunjungi


Farel akan menyelidikinya nanti dan sekarang dia meyakinkan pria itu bahwa ibunya akan segera dirawat namun jangan mengatakan apapun mengenai hal ini, dia kan menggunakan jalur lain agar ibunya bisa di rawat


Dia juga meminta agar pria itu tidak mengunjungi ibunya untuk sementara waktu agar Ravin tidak curiga, dia mengatakan bahwa dia akan mengirim secara teratur informasi mengenai kesehatan ibunya


Setelah berurusan dengan karyawan itu Farel langsung menemui Pak Bram dan memberikan sejumlah uang untuk menggaji karyawan secara diam-diam, hal ini dilakukan agar Ravin tidak mengetahui hal ini, dia juga meminta semua orang mengatakan bahwa mereka tidak mendapat gaji apapun dan meminta mereka untuk mengirim surat ke perusahaan utama sebagai bentuk demo


Farel mengatakan pada Pak Bram bahwa sebaiknya yang melakukan demo adalah orang-orang yang benar-benar tidak terlibat dan tidak mengenal Ravin


tentu saja Pak Bram menyetujuinya dan dia mengatakan bahwa masih sangat banyak orang-orang yang tidak mengetahui tentang Ravin dan hanya segelintir orang yang menjadi orang kepercayaan Ravin


Setelah melakukan tugasnya di kantor cabang itu, Farel dan Fincent langsung kembali ke kota untuk menemui Yuna dan juga kakek Aron


"selamat siang kakak sudah lama kita tidak berjumpa" ucap Farel


"ya siang-siang... silakan cepat duduk dan laporkan apa yang kalian dapat dari sana" ucapkan kakek Aron yang sudah tidak sabar


"semua catatannya sudah kami kirim ke kakek dan saya harap kakek sudah membacanya terlebih dahulu" jelas Farel


kakek Aron mengganggu lalu dia mengatakan


"itu adalah dana gelap yang sungguh gila-gilaan dan spektakuler, aku sendiri merasa bahwa Ravin adalah anak yang benar-benar serakah"


"maaf sebelumnya kakek tapi aku merasa ini bukan hanya ulah Ravin karena transaksi-transaksi itu bukan transaksi biasa melainkan transaksi mafia dan seperti yang kita tahu bahwa yang bersangkutan dengan mafia adalah istri dari Pak Ringgo, ada kemungkinan juga Pak Ravin hanya dimanfaatkan namun itu hanya perkiraan saya" terang Farel


"menurut informasi Kak Romeo yang kemarin-kemarin pergi ke Singapura untuk perjalanan bisnis, dia mengatakan bahwa yang lebih dikenal adalah istri Pak Ringgo jadi kemungkinan biang keladinya adalah istrinya pak Ringgo"

__ADS_1


Semuanya terdiam dan mencoba menelaah apa yang sedang mereka hadapi, PR terbesar saat ini adalah mencari dalang dari semua kejadian ini


__ADS_2