
Farel mengingatkan Yuna tentang rapat bulanan yang akan dilaksanakan 3 hari lagi, dan Yuna sepertinya sudah mempersiapkan banyak materi untuk itu.
Setelah itu Farel mengatakan bahwa anak dari Pak Ravin juga bekerja di perusahaan saat ini, mendengar itu Yuna langsung mencari cara agar bisa mengendalikan perusahaan lebih dari sebelumnya karena ada Ronald anak Ravin di sana
"cari apa saja yang bisa aku singgung tentang Ronald untuk rapat 3 hari lagi, aku merasa tidak nyaman dengan keberadaan dia di perusahaan, apalagi tidak ada konfirmasi apapun tentang Ronald kepadaku"
Farel langsung menyanggupinya dan mencari tahu informasi sebanyak mungkin tentang Ronald.
Farel dan Yuna sibuk dengan urusan masing-masing, walaupun berada jauh dari perusahaan induk tapi mereka berdua tetap sibuk memantau segala sesuatu yang terjadi di perusahaan
Tidak jarang Yuna juga mengkoreksi pekerjaan para karyawan, tidak ada satupun yang luput dari pantauan Yuna, selain dari CCTV di sana juga ada Bu Ira yang sudah menjadi asisten Yuna di perusahaan, jadi segala tanda tangan dan persetujuan akan dikeluarkan melalui Bu Ira
Ada pula informasi tambahan yang biasanya disampaikan oleh Fincent sebagai orang kepercayaan nomor 2 di perusahaan, untuk saat ini keuangan dan juga reputasi perusahaan semakin membaik dan stabil. hal itu tentu saja membuat Ravin dan Ringgo harus memutar otak apabila ingin melakukan kecurangan
Setelah seharian bekerja di depan laptop mereka berdua memutuskan untuk makan di luar saja, hitung-hitung juga sebagai momen kencan mereka, memang semenjak datang di Swiss sampai saat ini mereka berdua tidak pernah melakukan jalan-jalan berdua saja karena memang mereka amat sibuk semenjak datang ke Swiss
Saat itu mereka akan mengunjungi salah satu tempat makan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat mereka tinggal, suasana di sana sangat indah dan juga syahdu, pemandangan malam yang begitu menawan menjadi saksi kebahagiaan kedua insan yang saling mencintai ini
Farel terus menatap Yuna yang tampak sangat cantik dari sudut pandang manapun dia melihat
Yuna yang menikmati pemandangan tiba-tiba harus terkagetkan karena kedatangan seorang wanita cantik yang begitu seksi, wanita itu menyapa Farel dan memperkenalkan dirinya sebagai Rossa teman dekat Farel. Sedangkan Farel merasa enggan untuk menanggapi kedatangan Rossa yang tiba-tiba
__ADS_1
Farel langsung mengambil alih keadaan dan memperkenalkan Rossa sebagai teman SMA-nya kepada Yuna, Farel juga memperkenalkan Yuna sebagai tunangannya kepada Rossa
Tanpa dipersilakan Rosa langsung bergabung duduk diantara Farel dan Yuna, Rossa bertingkah sok akrab pada Farel, sedangkan Farel sedari tadi memasang ekspresinya datar, Yuna juga tidak terlalu memperhatikan Rossa walaupun dalam hati dia merasa Rossa telah mengganggu kencannya
Rossa menceritakan bagaimana masa-masa SMA Farel, dia mengatakan bahwa Farel adalah anak yang suka berkelahi dan juga tawuran, hal itu membuat para anak siswi banyak yang mengidolakan Farel, namun dia juga menjelaskan bahwa Farel tetap memiliki peringkat atas saat SMA
Yuna yang sebenarnya mengetahui tentang cerita masa lalu Farel di SMA hanya pura-pura tidak tahu dan mengangguk antusias seolah sangat berminat dengan cerita Rossa
Farel mulai khawatir apabila nanti Yuna menjadi salah paham akan hubungannya dengan Rossa, namun dia masih diam saja karena merasa sungkan dan tak enak apabila harus mengusir Rossa
"aku senang bertemu denganmu, tapi mungkin kita bisa berjumpa lain waktu karena aku harus pergi sekarang, saat ini kami sedang kencan loh" ucap Yuna menenteng tasnya dan menggandeng Farel untuk meninggalkan tempat itu
Yuna sudah merasa jengah akan keberadaan Rossa yang tidak diundang dan tidak tahu diri, Yuna tahu apa yang dia lakukan adalah sesuatu yang tidak sopan tapi mau bagaimana lagi, Yuna sudah cukup bersabar sedari tadi saat Rossa ngoceh ke sana kemari tanpa memperdulikan perasaan Yuna
"apa-apaan sih temanmu itu kenapa dia tidak tahu posisinya sedang di mana, apa dia tidak tahu kalau aku itu kekasihmu, apa dia juga tidak sadar kalau kita sedang kencan, wanita seperti itu seharusnya tidak usah menjadi temanmu, aku benar-benar membencinya, dia seolah-olah mengenal dirimu lebih jauh daripada aku, ya walaupun aku tahu kita memang baru bertemu sekitar 2 tahunan, tapi kan tidak seharusnya dia menyombongkan dirinya di hadapanku, secara akhirnya kan aku yang memilikimu bukan dia" Yuna bicara dengan wajah marah namun tetap imut
"ya aku memang milikmu, dan aku hanya mencintaimu, sekarang kita mau ke mana?"
"aku mau ke pantai"
Awalnya Farel merasa heran karena malam-malam begini untuk apa ke pantai, namun dia juga tidak protes mengingat mood Yuna yang sedang tidak baik-baik saja
__ADS_1
Farel langsung menancap gas menuju pantai yang jaraknya lumayan jauh, walaupun dia belum pernah pergi ke pantai manapun yang ada di Swiss, hanya berbekal Google maps mereka berdua menuju pantai
Beruntunglah di sana tempatnya nyaman walaupun agak sepi tapi masih ada beberapa orang yang menikmati suasana malam di pantai itu juga
Farel langsung mengajak Yuna untuk mencari tempat makan karena memang di tempat yang sebelumnya mereka berkencan, mereka belum sempat untuk menghabiskan makanannya
Setelah makan mereka lantas mencari penginapan karena hari memang sudah larut dan mereka tidak mungkin kembali ke rumah mengingat jaraknya yang begitu jauh, Farel juga sudah cukup lelah untuk menyetir
Setelah mendapatkan penginapan mereka lantas mencari beberapa snack dan juga pakaian
Karena tidak ada persiapan apapun maka semua yang mereka butuhkan harus dibeli saat itu juga, beruntungnya masih ada toko baju yang buka walaupun keadaan sudah malam
Mereka memesan satu kamar dan harus berbagi ranjang, itu adalah kali pertamanya Farel dan Yuna harus tinggal di satu kamar. keduanya benar-benar canggung bahkan lebih canggung dari saat pertama mereka tinggal satu rumah
Farel menahan seluruh pikiran kotornya dan mencoba tidur lebih awal sedangkan Yuna masih asik memandangi pemandangan yang bisa dilihat dari balik jendela penginapan mereka
"lihatlah di sini benar-benar damai dan indah, seandainya kita bisa punya rumah di dekat pantai enak ya" ucap Yuna sembari menoleh ke arah Farel yang sepertinya sudah tertidur lelap
Perlahan Yuna mendekati Farel lalu membisikan beberapa kata yang tidak mungkin dia katakan saat Farel masih terjaga
"kamu tampan sekali, kulitmu bersih, hidungmu mancung, lihat kelopak mata yang begitu cantik, kadang aku iri dan merasa kecil hati saat menyadari bahwa kekasihku ini benar-benar tampan sekaligus cantik, oh ya kamu jangan sangat pandai"
__ADS_1
"itulah semua kelebihanku hingga bisa mendapatkan kamu " ucap Farel yang ternyata masih terbangun
Yuna langsung menjauh dan tidur membelakangi Farel, dia merasa sangat malu saat ini