
Hari yang ditunggu untuk keberangkatan ke Swiss telah tiba, Romeo mempersiapkan semua yang dia perlukan tidak lupa dia juga mengingatkan pada Farel untuk menjaga kediaman tuan Aron, Romeo juga menyempatkan diri untuk pergi ke salon dan mengganti gaya rambutnya
Farel sudah bersiap dari kediamannya menuju ke kediaman kakek Aron, tentu saja dia tidak lupa untuk berpamitan kepada Fincen, saat berangkat dia juga meminta Fincent untuk mengecek ulang apartemennya
Sesampai di rumah kakek Aron dia bertemu dengan Romeo dan juga dengan Yuna. Romeo menekankan berkali-kali untuk jangan macam-macam dan tetap menjaga keamanan kediaman kakek Aron
...****************...
Romeo berangkat menjemput Bu Ira dan ternyata Bu Ira sudah berada di depan rumahnya, dia membawa koper besar dan juga berpakaian sederhana saat itu, namun entah mengapa di mata Romeo Bu Ira terlihat begitu cantik dan mempesona
"apa sudah menunggu terlalu lama?"tanya Romeo basa-basi
tentu saja Bu Ira mengatakan bahwa dia baru saja keluar karena memang ini masih belum jam yang seharusnya mereka berangkat, tapi mungkin dua sejoli ini terlalu bersemangat dan tidak ingin mengecewakan satu sama lain
sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam dan sesekali saling memandang, tidak ada satupun dari mereka yang berani untuk mengatakan sesuatu terlebih dahulu, mungkin karena keduanya sama-sama suka tapi juga sama-sama tidak berani untuk mengungkapkan perasaan mereka yang sebenarnya
'kenapa Romeo tidak mengajakku bicara, apakah ada sesuatu yang salah denganku, atau dia juga menunggu aku menyapanya, namun tidak, aku kan perempuan mana mungkin aku menyapanya duluan' batin Bu Ira
sedangkan Romeo juga memikirkan hal yang tak kalah konyol dari apa yang Bu Ira pikirkan, dia berpikir mungkin akan sangat risih jika Romeo terlalu banyak bicara setidaknya dia harus menunggu Bu Ira mengajaknya bicara agar situasinya bisa sesuai dengan apa yang mereka inginkan
jujur saja melihat mereka seperti anak kecil yang baru saja menemukan cinta, ingin rasanya membuat mereka memiliki kekuatan super untuk bisa saling mendengarkan isi hati orang lain
hingga mereka mulai memasuki pesawat terbang dan ada seorang pramugari menanyakan sesuatu pada mereka apakah mereka berpasangan karena saat ini ada hidangan spesial untuk pasangan
Romeo lalu berkata bahwa "ia kami adalah pasangan"
__ADS_1
sedangkan Bu Ira hanya mengangguk mengiyakan, keduanya tampak tenang walaupun dalam hati sama-sama merasa tegang dan takut salah mengambil keputusan
Bu Ira memberanikan diri untuk membuka pembicaraan
"apakah Anda penasaran dengan hidangan yang akan diberikan kepada pasangan?" namun dalam hatinya dia berharap jawaban itu bisa membuat hatinya tenang walaupun dia juga tidak bisa berharap lebih karena kesempurnaan Romeo tidaklah semudah itu untuk didapatkan
"saya memang penasaran dengan apa yang mereka punya, tapi saya juga ingin mengatakan bahwa memang Anda pasangan saya saat ini" jawab Romeo dengan tenang
Bu Ira sudah panas dingin karena jawaban itu membuatnya berdebar, namun untuk menjaga Citra baiknya dia hanya diam dan berusaha untuk tenang
dalam batin Romeo sudah sangat gusar karena dia merasa jawaban itu tidak terlalu baik untuk dikatakan, bagaimana kalau Bu Ira merasa risih dengan jawaban itu. karena Bu Ira juga tidak menjawab suka atau tidak suka dengan jawaban itu
sepanjang penerbangan mereka hanya mengatakan hal-hal yang perlu mereka katakan dan tidak mengobrol seperti biasanya
Bu Ira langsung menyangkal dan dia mengatakan bahwa dia suka dengan jawabannya tadi, dia hanya tidak bicara karena takut tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan Romeo
"apa Anda ingin saya mengikuti alur anda dan pura-pura menjadi pasangan Anda saat ini, saya tidak bisa mengiyakan atau menindakkan karena anda belum mengatakan apapun kepada saya suara apa yang harus saya lakukan"ucap Bu Ira dengan tegar
"bisakah kita saling mengatakan aku dan kamu dan tidak terlalu formal untuk kedepannya, bukan apa-apa saya merasa ingin lebih dekat saja dengan Bu Ira"
tentu pernyataan itu membuat Bu Ira sudah panas dingin dan merasa kegirangan, mungkin selama ini perasaannya bukan tidak terbalas namun hanya saja sama-sama tidak bisa mengungkapkan dengan jelas apa yang mereka rasakan di dalam hati masing-masing
mereka mulai menuju hotel yang akan mereka tempati, tentu saja suasana merah muda menjadi latar untuk perjalanan mereka kali ini
malam pertama mereka digunakan untuk berjalan-jalan, mereka berdua berjalan seperti sepasang kekasih, bagaimana tidak keduanya saling bergandengan walaupun hanya sedikit kata yang mereka ucapkan
__ADS_1
Romeo mengatakan bahwa bisnis kali ini adalah untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan sepatu ternama di sana
Untuk membangun citra baik, Romeo harus membawa seorang pasangan karena menurut informasi yang didapat pemilik perusahaan itu selalu membawa istrinya di setiap kesempatan, maka dari itu untuk mempermudah mendapatkan kepercayaannya kita harus mendapatkan hatinya terlebih dahulu, tugas Bu Ira adalah menjadi kawan baik dari istrinya tersebut
Bukan merasa termanfaatkan melainkan Bu Ira merasa benar-benar beruntung karena ada rumor seperti itu jadi dia ada kesempatan untuk pergi berlibur bersama Romeo lagi
"aku minta maaf karena kali ini aku memanfaatkanmu lagi tapi untuk kedepannya mungkin aku akan mengajak anda untuk jalan-jalan berdua dengan wacana rekreasi saja"ucap Romeo santun
"tentu saja aku tidak merasa termanfaatkan karena memang dari awal ini adalah perjalanan bisnis, aku berpikir pekerjaanku akan sangat sulit namun jika hanya seperti ini aku merasa bahwa ini adalah hal yang sungguh luar biasa karena aku telah dipilih olehmu menjadi pasanganmu kali ini"ucap Bu Ira
setelah percakapan itu Romeo lantas menunjukkan schedule ke depannya di mana besok adalah hari Bu Ira bertemu dengan Miss violet untuk mengajarinya etika dan juga tata cara pergaulan kelas atas, Romeo juga berharap bahwa ini tidak terlalu membebani Bu Ira, dia juga mengatakan bahwa Bu Ira tidak perlu sampai berusaha terlalu keras karena dengan Bu Ira mau belajar sedikit saja itu sudah cukup
dalam batin Bu Ira bertekad dia akan sungguh-sungguh dan tidak akan mengecewakan Romeo
...****************...
keesokan harinya Bu Ira sudah berada di kediaman Miss Violet sedangkan Romeo meninggalkannya dan kereta bawah akan menjemputnya nanti siang
Hari itu berjalan dengan lancar di mana Bu Ira dengan mudah mempelajari apa yang diajarkan oleh Miss Violet dan juga hubungannya dengan Romeo menjadi lebih dekat dan mereka sudah tidak bicara secara formal
...****************...
di sisi lain saat Bu Ira sedang belajar bersama Miss Violet Romeo sibuk dengan mencari informasi mengenai keluarga kakek Aron yang memiliki hubungan dengan seorang mafia di sana, menurut kenalan Romeo dia pernah melihat seorang wanita bertemu dengan salah seorang kaki tangan organisasi terselubung, dia juga mendengar informasi dari beberapa kawannya bahwa saat itu wanita itu berbincang mengenai penyelundupan kristal pink Angel
seluruh informasi itu dirundingkan bersama Farel lalu Farel mengatakan bahwa seseorang yang sangat suka dengan perhiasan itu adalah nyonya Novita istri anak ke tiga kakek Aron, lebih tepatnya istri paman Ringgo
__ADS_1