
Serasa belum cukup tuhan menguji Farel karena setelah Fincen kini Luna yang di culik, tak semudah Fincen lunak tak bisa di lacak namun surat anonim baru saja tiba dan kata pak satpam yang mengirim adalah seorang wanita tua. Surat itu berisi cemoohan dan hinaan pada Farel yang sekarang di pastikan tidak bisa menemukan Yuna kekasih hatinya. Fincen dan Yoga yang mengetahui itu menyimpulkan mungkin Yuna di tangkap bukan karena di curigai tapi karena dia kekasih Farel. Farel langsung menghubungi polisi dan bergegas pergi ke rumah paman Yuna untuk mendapat petunjuk, ya walau mungkin akan sangat sedikit petunjuk
Farel mendapat telfon dari nomer tak do kenal dan sepertinya ini nomor rumah. saat Farel mengangkatnya ternyata itu Yuna dia kabur dan bersembunyi di rumah warga, dia di bawa ke rumah sakit jiwa dan. Suara dari telfon itu langsung terputus. Farel langsung meminta Yoga menyetir dan duduk di belakang bersama Fincen sambil mengeluarkan laptopnya dan melacak panggilan telefon yang barusan itu dari daerah mana, dan dengan sedikit waktu Farel langsung menemukan tempat itu, Fincen menatapnya heran dia sepertinya punya teman yang punya banyak hal yang tersembunyi, Fincen ingin menanyakan banyak hal namun sepertinya waktunya belum tepat untuk itu
Farel berhenti tepat di depan Rumah Sakit Jiwa yang di maksud, Farel meminta agar kedua temannya tunggu di mobil saja. Farel turun dengan wajah yang sudah masam dia menelfon seseorang lalu masuk ke dalam Rumah sakit, dia menuju resepsionis dan bertanya apa ada orang bernama Yuna masuk ke sana, sang resepsionis menggeleng namun Farel menunjukkan foto Yuna, sepertinya suster itu sedikit kaget namun kembali mengatakan tidak ada orang itu, Farel lantas berbisik sambil memalingkan wajah, mungkin dia tak kan bisa membantu apapun kalau sampai orang tua dari gadis itu yang datang kemari, bisa saja seisi rumah sakit ini di jadikan pasien Rumah sakit atau bahkan pasien rumah sakit jiwa juga. Lalu suster itu menunduk sebentar sambil berfikir lalu berkata dia ada di dalam namun dia tak bisa memberi tau detailnya karena takut. Farel lantas duduk di kursi seolah sedang berfikir dan menunggu hingga akhirnya beberapa orang datang dan masuk ke Rumah sakit itu, beberapa waktu berikutnya Farel menerima telfon dan berjalan ke lantai 3 dengan menggunakan lift, sesampai di sana dia menemui seorang pria yang mencurigakan di sana, dia berdiri di depan pintu seolah menjaga seseorang yang berada di balik pintu.
__ADS_1
Farel mendekatinya dan bertanya dimana Yuna, orang itu menelfon da berkata dia datang lalu beberapa orang turun dari lantai atas, Farel mengatakan bahwa dia memberi kesempatan untuk mereka bisa menyerahkan Yuna secara baik baik namun sepertinya mereka tetap kekeh dan hendak mengeroyok Farel namun beberapa orang yang tadi sempat berpapasan dengan Farel di lobi berdiri di belakang Farel dan mereka semakin banyak, ada juga beberapa orang yang memakai baju pasien berdiri di belakang Farel, saat mereka menyerang, orang orang di belakang mereka juga menyerang, salah satu orang yang memakai baju pasien membukakan pintu dan benar yuna ada di dalam dengan kondisi di ikat dan pucat, sepertinya dia habis di suntuk serum kejujuran, karena efek yang luar biasa jadi Yuna pingsan dan lemah sekali.
Sebelum pergi Farel meminta seseorang mengirimkan salinan cctv yang memperlihatkan apa yang terjadi pada Yuna, Farel yang menggendong Yuna keluar dari RSJ itu langsung masuk ke Mobilnya dan Fincen pindah ke tempat duduk depan, Yuna sedikit demi sedikit sadar dan menggenggam tangan Farel, dia sangat ketakutan saat ini, dengan lirih mengatakan mungkin mereka sudah tau sesuatu sekarang, Farel penasaran namun dia tak banyak tanya, Farel hanya memeluk Yuna lebih erat lagi
Farel bernafas lega karena Yuna hanya karyawan kantin, Fincen juga merasa lega karena kecurigaannya pada Yuna tidaklah nyata, Yoga lantas berkata lalu siapa pewaris itu kalau Farel kan yang mencari data itu, kalau bukan Yuna lalu siapa, apa ( dia melirik pada Fincen) kamu pewaris itu. Fincen lantas membantah dan mereka bertiga saling tuduh namun mereka bertiga jadi berfikir apa ini semua hanya pengalihan isu, mungkin mereka sengaja melakukan ini untuk melakukan sesuatu yang lebih besar, Yoga menambahkan, mungkin perusahaan menyembunyikan sesuatu yang lain mangkanya membuat isu itu namun Farel semakin tidak yakin karena kakek dan para anaknya kan tidak akur tentu tidak mungkin bisa sekompak itu namun Farel menegaskan namanya keluarga konglomerat pasti ada aja yang bisa terjadi kan
__ADS_1
Keesokan harinya Yuna bangun di sisi ranjangnya ada kak Loli dan bilang kalau Sebentar lagi Farel datang setelah jam makan siang, Yuna mengangguk dan berkata bahwa dia ingin membeli baju baru untuk bertemu dengan kakeknya, Yuna menghela nafas
Di kantor Farel bekerja dengan serius dia berusaha agar pekerjaannya bisa di pangkas dan di selesaikan lebih cepat, dia ingin segera menjenguk dan menemani Yuna, Tiba tiba telfonnya berbunyi dan itu ternyata Romeo dia mengatakan bahwa besok minggu datanglah ke alamat xxx karena kakek ketua ingin bertemu. Farel mengiyakan ajakan itu dan kali ini dia benar benar bertekad untuk tau siapa si pewaris itu
Fincen baru saja ketiduran di mejanya dia kaget karena telfonnya berdering ternyata itu Yoga yang mengajaknya joging besok minggu, dia sudah mengajak Farel namun Farel bilang hari minggu dia punya acara, Fincen menggerutu dalam hati dan berkata memang dia siapa bisa joging dengan Fincen. namun sepertinya bibir berkata lain dan mengiyakan ajakan Yoga
__ADS_1