
Pagi yang cerah, Farel mendapat pesan dari Yuna kalau dia akan memasak masakan yang banyak hari ini, Farel langsung terjaga dan berkata bahwa Yuna baru saja baikan, kenapa sudah mau masak banyak, beli saja jangan masak namun Yuna tetap kekeh akan masak dan meminta bantuan Farel, Farel langsung bersiap berangkat dan saat di depan gedung apartemen dia bertemu dengan Fincen yang baru saja pulang joging dengan Yoga, Farel langsung terdiam namun beberapa saat kemudian dia menyapa keduanya dan langsung berlari pergi sedangkan Fincen memanggil Farel dan menatapnya sampai jauh, Yoga berkata apa dia akan salah faham, Fincen menoleh dan pergi meninggalkan Yoga begitu saja
Farel merasa tak enak karena tak bisa mengajak Fincen namun ini kan acara dengan Yuna masak membawa teman nanti kasian Fincen jadi nyamuk. Farel ketiduran di bus untung dia terjaga sebelum halte dekat rumah paman Yuna. Di rumah Fincen bolak balik menelfon farel dia khawatir Farel salah faham dan mengira Fincen lebih bersahabat dengan Yoga dari pada dengannya. sepertinya keduanya salah faham, di tambah lagi Farel langsung sibuk membantu Yuna dan tidak mengetahui jika Fincen telfon
Farel dengan asik membantu calon pacarnya itu, walaupun tidak bosa masak yang sulit sulit namun Farel terbiasa memegang pisau dan mencuci bahan makanan. Paman Yuna sedang keluar jadi yang ada hanya keponakan Yuna yang masih kecil, Farel menatap Yuna saat dia tak melakukan apapun, suasana saat itu terasa sangat berwarna merah muda, penuh cinta di antara dua insan yang sedang kasmaran itu
setelah masak mereka langsung makan bersama dan saat paman serta bibik Yuna datang, Farel dan Yuna langsung pamit untuk bertemu dengan kakek Bagas. setelah itu mereka bergegas pergi menuju rumah kakek Bagas
__ADS_1
Mereka di sambut dengan hangat oleh kakek Bagas dan Yuna langsung pamit pulang, kakek Bagas bertanya kenapa tidak makan disini namun Yuna menjelaskan bahwa dia dan Farel sudah makan sebelum berangkat, lagi pula mereka ingin berkencan sebentar sambil menikmati pemandangan laut di sore hari, mereka saling bergandengan, Farel sesekali menatap Yuna dia berkhayal suatu saat jika semua sudah selesai dia ingin jadi karyawan teladan dan hidup dengan baik bersama Yuna, dia tak pernah merasa sedamai ini, namun dalam bayangan indahnya juga terbesit ketakutan yang amat besar karena Farel masuk dalam urusan internal perusahaan sebesar J&G serta bagaimana jika Yuna tau tentang masa lalunya yang brandal, dia ingin Yuna bahagia walau bukan dengannya namun keegoisannya sepertinya lebih besar dari rasa takutnya, dia ingin bersama Yuna dan membiarkan cinta ini mekar seperti semestinya.
Yuna menghentikan langkah kakinya dan bertanya apa Farel tau sesuatu tentang urusan kantor, Farel diam sebentar, dia takut salah bicara, Yuna mengatakan bahwa dia sadar yang tersisa dari 20 orang itu hanya tinggal Yoga, Fincen, Farel dan dirinya. Yuna khawatir dan merasa bersalah, seharusnya dia mengundurkan diri dari awal dan tak membuat Farel khawatir seperti kemarin. Yuna berkata mengapa dia di teror dan jadi seperti itu padahal yang lainnya keluar dengan keadaan baik baik saja.
Farel berkata semua tidak akan terjadi lagi, semua akan baik baik saja. Mereka saling memandang dan Yuna berkata "jika aku adalah tokoh dari dunia lain dan waktuku akan habis di sini apa kamu akan ikut aku?". Farel tertawa kecil dan berkata ya dia akan ikut tapi dia juga akan sering mengirimi ibunya pesan. yuna tersenyum kecil
Farel bertanya ketahuan bagaimana, lalu kak Farah mengatakan bahwa ada seseorang yang melihat fotomu waktu kecil dan mencari tau identitas Fincen, dia tau di kamarnya ada fotonya bersama kakek Aron tentu sangat mudah mencari tahu siapa Fincen dengan melihat foto itu, Farel melirik Yoga, dia sadar tadi Yoga sempat masuk ke rumahnya dan numpang kamar mandi di kamarnya karena di luar kamar mandinya sedang di perbaiki. Fincen langsung meninggalkan Yoga. Yoga merasa aneh namun dia tak menyusul Fincen atau bagaimana, dia hanya diam dan bingung dengan situasi ini.
__ADS_1
Yoga mendapat pesan dari bu Ira dan memintanya datang ke hotel xxx ruangan xxx. Yoga malas datang karena sudah memutuskan untuk tidak ikut ikutan soal urusan internal perusahaan, namun bagaimana ya, dia amat penasaran akan apa yang akan terjadi nanti
Farel mendapat pesan dari nomer tak di kenal untuk janji temu nanti malam kalau Farel benar benar ingin semuanya berjalan baik baik saja. dengan langkah lebar Fincen buru buru kembali ke apartemennya
Malam yang gemerlap telah tiba Bu Ira berpapasan dengan Romero, Bu Ira sangat salting dia tak terlalu berani menatap Romeo, namun karena Romeo adalah pribadi yang hangat dia tak masalah dengan itu malah dia terus mengajak Bu Ira bicara santai dan tidak terlalu memaksakan Bu Ira, Sebenarnya Bu Ira suka pada Romeo namun dia masih trauma dengan masalah percintaan seperti dulu namun cogan ini terus menantang untuk di abaikan
Bu Ira melihat seorang kakek berjalan di iringi beberapa pengawal lalu bu Ira bertanya itu siapa, apa itu teman kakek Aron, namun seingatnya semua teman teman kakek sudah kebanyakan yang Wafat dan Romeo menjawab pertanyaan bu Ira kalau kakek itu adalah besannya kakek Aron. Bu Ira mengangguk dan berkata kalau kakek itu ganteng ya. Romeo tertawa dan Bu Ira langsung salting lagi, Romeo menggoda Bu Ira dengan mengatakan kalau Bu Ira pandai menilai ketampanan orang ya. Bu Ira baru ingat kalau dia mau bertanya sesuatu, Romeo menatap bu Ira penuh persiapan untuk menjawab, bu Ira bertanya ini adalah acara apa ya, Romeo menjawab dengan enteng bahwa ini acara ulang tahun cucunya, Bu Ira mengangguk lalu dia melihat ada Yoga datang, bu Ira heran kok Yoga juga bisa datang ke acara seperti ini, katanya ini acara rahasia
__ADS_1