Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
ep 41


__ADS_3

Di tempat lain sepertinya Ravin merencanakan sesuatu, dia tampak geram untuk saat ini hingga menolak ajakan bertemu dari Ringgo. biasanya Ravin selalu stabil dan tidak pernah menunjukkan emosinya namun kali ini dia benar-benar merasa tertantang untuk menyingkirkan Yuna.


Entah apa yang terjadi di masa lalu sehingga hubungan Ravin dan adik perempuannya tidak berjalan dengan baik, yang jelas sesuatu itu terjadi setelah ibu Yuna mengalami kecelakaan


Ravin terus memandang buku diary yang seperti milik seorang perempuan, buku itu telah usang dan terkunci, sepertinya Ravin belum pernah membuka buku itu walaupun gembok buku itu hanyalah gembok buku biasa yang bisa dihancurkan atau dibuka dengan obeng


Dia menyimpannya kembali di laci ruang kerjanya lalu mengambil handphonenya dan menelpon seseorang


"apakah kita harus menghancurkan anak kecil bernama Yuna itu?" rafin bicara dengan nada yang sungguh malas


"Bukankah sudah kubilang seharusnya kita menghabisinya dari dulu, tapi kamu malah membiarkan dia pergi dengan ayahnya" ucap wanita di seberang telepon


"dia seharusnya hidup tenang dengan ayahnya, dan tak usah kemari" Ravin menyembunyikan sesuatu yang sangat kelam di masa lalu namun sepertinya dulu dia tidak terlalu memperdulikan hal itu terlalu serius


"apa perlu dibunuh sekarang?"


"aku berharap dia bisa bertahan hidup dan tidak menggangguku selamanya, tapi sepertinya dia lebih keras kepala daripada ibunya jadi lakukan semaumu" setelah mengucapkan itu Ravin langsung menutup teleponnya dan biarkan tubuhnya beristirahat di atas kursi kerjanya


Setelah hari itu terjadi banyak kejanggalan yang menimpa Yuna, mulai dari makanan yang ada racunnya hingga membuat Yuna harus masuk rumah sakit sampai dengan kecelakaan yang tiba-tiba terjadi beruntun, Untung saja Yuna masih bisa selamat dari semua peristiwa itu


Namun kondisinya saat ini sangatlah mengkhawatirkan, dia dirawat di rumah sakit dan dijaga ketat oleh bawahan Romeo


Romeo dan Farel berdiskusi dengan kakek, kakek meminta mereka berdua untuk mengamankan Yuna dan membawanya pergi ke luar negeri


"maafkan aku karena ini semua kesalahanku seharusnya aku bisa menjaga Yuna lebih baik daripada hari ini" ucap Farel yang benar-benar merasa bersalah dan lalai


"kamu sudah melakukan yang terbaik namun memang kecelakaan-kecelakaan ini tidak bisa dihindari lagi" ucap kakek Aron dengan bijak


"sebaiknya kita memang membawa Yuna ke luar negeri dan mengamankannya, berjalan terang-terangan seperti ini memang sangat berbahaya untuk keselamatan Yuna, apalagi musuhnya bukanlah orang biasa melainkan orang yang sudah profesional di bidang seperti ini" Romeo tidak bisa mengabaikan semua kejadian ini, menurutnya jalan terbaik memang mengirim Yuna ke luar negeri seperti yang disarankan kakek Aron


Farel tak bisa mengatakan atau berpendapat hal yang lain karena memang jalan ini adalah satu-satunya yang bisa mereka ambil saat ini

__ADS_1


Saat Yuna sudah sadar dia mendapati Bu Ira dan Vincent sudah berada di sampingnya, dia mengingat kejadian-kejadian sebelum kecelakaan


Pagi itu Yuna sarapan namun karena dia sarapan sambil teleponan jadi tidak terlalu banyak makanan yang masuk ke dalam tubuhnya, hal itu membuat dia tidak terlalu mengalami keracunan yang sangat parah, dia juga langsung dibawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan


Yuna tidak ingin menginap di rumah sakit dan meminta untuk diantar pulang, dalam perjalanan pulang itu kendaraan Yuna beberapa kali dipepet oleh kendaraan lain, Yuna juga diikuti sehingga mereka harus menambah kecepatan dan terpisah dari pengawal yang menggunakan mobil lain, di saat itulah kecelakaan tidak bisa terhindari dan Yuna pingsan di tempat dengan luka yang cukup serius


Bu Ira mengupaskan buah untuk Yuna sembari menanyakan apa yang dibutuhkan Yuna, Yuna langsung meminta untuk bertemu dengan Farel, dia yakin Farel mengetahui sesuatu dari kecelakaan-kecelakaan ini


Fincen mengatakan bahwa Farel masih berada di kediaman kakek Aron dan sebentar lagi akan kemarin jika urusannya sudah selesai


Yuna memahami keadaan Farel yang pasti langsung menghubungi kakek Aron dan membahas kejadian-kejadian janggal ini


Setelah lama menunggu akhirnya Farel datang bersama dengan Romeo, Farel langsung memeluk Yuna saat itu juga


bisa dilihat bahwa Farel benar-benar mengkhawatirkan Yuna, walaupun dokter sudah mengatakan tidak ada sesuatu yang fatal, namun tetap saja Farel benar-benar mengkhawatirkan kekasihnya itu


karena sepertinya Farel dan Yuna ingin bicara berdua saja maka yang lainnya dengan sadar diri meninggalkan ruangan itu


"tentu saja badanku sakit semua tapi yang paling parah aku merasa syok, tapi untunglah kamu cepat datang aku jadi merasa lebih baik sekarang" keduanya saling tersenyum dan Farel membelai rambut Yuna


"sayang ayo kita berlibur ke tempat yang jauh sekali" ucap Farel lagi


"mau ke mana? tunggu aku sembuh ya nanti kita jalan-jalan"


Farel menggeleng lalu meneruskan keinginannya


"kita akan berangkat besok, kita akan berkeliling dunia berdua tanpa ada yang mengganggu"


"ya kita akan pergi berdua saja, tapi kalau aku masih sakit begini bagaimana bisa jalan-jalan"


"aku sedih loh karena kamu mencoba menolak ajakanku" Farel memasang wajah melas tapi tetap tampan

__ADS_1


"baiklah kita akan berangkat besok tapi aku akan izin pada kakek dulu ya! Lalu kapan kita akan kembali?"


"aku sudah izin pada beliau dan beliau membolehkannya, tapi untuk memastikan agar kamu percaya kamu bisa menelponnya sebentar lagi" jelas Farel yang sudah merencanakan semuanya terlebih dahulu


"mudah sekali kakek memberimu izin? apa dia tidak menyinggung soal pekerjaanku nanti?" Yuna masih ragu karena pekerjaannya memang banyak dan dia juga harus menyelesaikan semua kasus-kasus yang sudah terjadi di perusahaan


"kita bisa bekerja jarak jauh dan di sini kan ada Fincent, Bu Ira, Romeo dan lainnya yang bisa bertanggung jawab untuk sementara. liburan ini bertujuan agar kamu bisa sembuh total sekaligus saat kamu sudah sembuh kita bisa mengecek perusahaan di cabang luar negeri"


"oh kalau ada misi seperti itu aku mau, kita akan berangkat besok, aku akan menghubungi kakek maroon dan juga kakek Bagas" Yuna tersenyum lebar pada Farel


Setelah itu Yuna meminta waktu pada Farel untuk menghubungi kakek Aron, Farel pun setuju dan dia juga akan turun membeli makan malam, dan juga mengabari dongeng untuk berjaga di depan pintu


saat Farel sudah keluar dari ruangan Yuna langsung menelpon Kakak Aron


" halo cucuku yang cantik maafkan kakak yang tidak bisa menjenguk ya" ucapkan ke Aron yang memang tidak bisa bepergian saat ini karena kondisinya juga sedang sedikit sakit


Namun Yuna tidak menjawab sapaan kakek melainkan dia langsung menanyakan tentang tujuan kakek


"aku tidak akan basa-basi kek, apa kakek meminta Farel untuk membawaku pergi dari sini?, apa aku harus bersembunyi lagi?, aku bisa memenangkan perang ini" tegas Yuna dengan sedikit emosi


"kamu memang bisa menghadapi mereka tapi kakek yang tidak bisa menerima jika terjadi sesuatu padamu"


"aku bukan anak kecil lagi kayak aku tidak akan menghindari semua ini" Yuna benar-benar merasa diremehkan oleh kakeknya


"kalau kamu bukan anak kecil cobalah untuk berpikir sedikit dewasa, kakek bukan hanya mementingkan keselamatanmu saja melainkan juga mementingkan kestabilan perusahaan, kalau kamu sekarang berada di sini selain nyawamu terancam juga perusahaan tidak akan stabil karena peperangan mu dengan paman-pamanmu"


Yuna terdiam sejenak, dia tidak habis pikir tentang semua alasan yang diberikan kakeknya


"baik aku akan pergi tapi aku tidak mau jikalau untuk pergi seterusnya dari sini, aku akan mempertahankan hakku dan aku akan menjadi orang yang lebih kuat untuk menghadapi mereka nanti"


"ya belajarlah banyak dari Farel, belajarlah lebih banyak lagi dari dunia yang lebih luas lagi, kuharap kamu tidak hanya bermain-main tapi tetap berusaha untuk belajar dan tetap mengingat apa yang kamu ucapkan saat ini"

__ADS_1


Setelah perbincangan yang cukup menegakkan itu Yuna langsung mengatakan bahwa dia akan berangkat besok namun sebelumnya dia ingin bertemu dengan kedua kakeknya, dan kakek Aron pun menyanggupi hal itu


__ADS_2