Persembunyian Pewaris

Persembunyian Pewaris
persidangan Ringgo


__ADS_3

Tak terasa liburan di Belanda sudah berakhir dan sekarang mereka harus menghadiri persidangan paman Ringgo


Hari yang menegangkan untuk paman Ringgo itu berbarengan dengan hari pernikahan Romeo dan Bu Ira


...****************...


awal cerita pernikahan Bu Ira yang dadakan


...****************...


hari terakhir di Belanda jam 00.12, di ramaikan dengan suara dering telfon Bu Ira yang membangunkan Bu Ira dan Yuna


"siapa yang telfon Bu, sepertinya berdering terus" ucap Yuna sambil mengucek matanya


"entahlah, sebentar biar ku lihat" dengan mengantuk Bu Ira mengambil ponselnya dan langsung membuka matanya lebar lebar saat tau siapa si penelpon


"siapa Bu? kenapa itu kaget dan panik?" ucap Yuna khawatir


"nenekku, biasanya beliau menelfon kalau ada yang genting saja"


"cepat angkat Bu"


"aku takut di marahi"


"sudah cepat sebelum nenek ibu marah nanti" Yuna ikut panik, dan dia juga baru pertama kali melihat Bu Ira sepanik itu


"hallo nek, kenapa telfon malam malam begini?"


"kamu ini dimana? kenapa apartemenmu tidak ada orang, kamu sedang bersama siapa?" ucap sang nenek dengan sedikit marah


"aku di Belanda nek, di rumah temanku, bersama banyak rekan kerjaku"


"terima Vidio Call nenek"


"baik nek" ucap Bu Ira menurut


saat Vidio di hidupkan, nenek Bu Ira langsung meminta bukti kalau Bu Ira sedang di rumah temannya


Yuna yang sekamar dengan Bu Ira langsung menampakkan dirinya


"selamat malam nek? salam kenal saya Yuna rekan kerja Bu Ira, kami sedang perjalanan dinas nek, kebetulan di Belanda juga ada rumah orang tuaku jadi Bu Ira tinggal di sini selama dinas di Belanda" ucap Yuna sehalus dan seramah mungkin, dia merasa takut juga di marahi oleh neneknya Bu Ira

__ADS_1


"wah gadis manis, apa Ira bekerja dengan baik, tolong titip doa ya, dia itu mudah sakit, anaknya rewel juga, nenek minta maaf kalau dia menyusahkan mu" ucap sang nenek yang berubah sangat ramah


" iya nek" balas Yuna


nenek bicara pada Ira lagi, dia menanyakan siapa teman lelaki yang sering bersamanya akhir akhir ini? nenek juga memarahi Ira karena tak segera menikah saja kalau sudah punya kekasih


Malam itu berlalu dengan Bu Ira yang terus terusan menghela nafas besar sambil berpikir keras, sedangkan Yuna hanya tertawa dan mendesak Bu Ira menikah saja


karena kejadian itu paginya Bu Ira langsung menemui Romeo bandara untuk bicara berdua sebelum sambil menunggu jam keberangkatan


"ada apa" ucap Romeo yang di gandeng Bu Ira menjauh dari yang lainnya


"bisakah kita menikah?" ucap Ira sambil menunduk malu


Romeo terdiam, dia masih mencerna permintaan Ira padanya


"aku tau ini terkesan mendadak tapi nenekku sudah tau hubungan kita dan tadi malam dia ingin aku segera menikah"


"aku tidak mau menikah kalau hanya karena paksaan dan ku harap kamu" belum selesai Romeo bicara namun Ira sudah memotongnya


"aku juga ingin menikah" dengan wajah merah karena malu Ira mengutarakan keinginannya


Romeo yang tau kekasihnya itu sedang menahan malu langsung memeluknya dan pernikahan dadakan itu mulai di persiapkan


dengan keputusan mutlak nenek surat undangan dan hal lainnya di kerjakan secara kilat, beruntung banyak pihak yang mau membantu persiapan pernikahan mereka


...****************...


...Persidangan Ringgo...


...****************...


Persidangan itu berjalan dengan baik dan di putuskan hubungan paman Ringgo tidak seberat keputusan yang awal karena bukti yang di berikan olah Fincen waktu itu


selesai persidangan Camelia menemui Ringgo


"Dora" ucap Ringgo kaget


"panggil q kakak"


"kenapa kamu membantuku?"

__ADS_1


"karena dulu kamu sering membantuku walau secara diam diam"


"aku tak pernah melakukan itu"


"terserah lah, yang jelas aku ucapkan banyak terimakasih" Camelia berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan itu


Ringgo terdiam sejenak hingga akhirnya dia menangis, dia merasa hampa dan juga lega melihat Dora baik baik saja setelah sekian tahun tak bertemu


Camelia menemui Yuna yang baru pulang dari pernikahan Bu Ira


"ibu" ucap Yuna yang baru turun dari mobil Farel


Farel yang mengetahui ada Camelia langsung turun dari mobil dan memberi salam pada calon mertuanya itu, setelah itu Farel pamit pulang dan meninggalkan ibu dan anak itu berdua


sesampai di dalan rumah Camelia langsung menceritakan masa mudanya, dia meminta Yuna agar tidak terlalu membenci paman Ringgo karena beberapa kali adiknya itu sudah membantunya lolos dari Ravin dan masalah lainnya


namun Ringgo bukanlah orang yang pemberani dan pintar, dia hanya bisa bersembunyi sambil sedikit membantu, mungkin jika Ringgo mau bicara dia bakal menangis dan meronta karena terus di tempatkan pada bayang bayang Ravin


Yuna memahami apa yang di sampaikan ibunya dia juga berjanji akan membantu anggota keluarga lain, jika mereka punya jalan yang benar dan tidak melenceng seperti paman Ravin


Camelia tersenyum lalu bertanya kapan dia akan menikah dengan Farel


Yuna tersenyum malu dan mengatakan dia ingin segera menikah, dia mohon restu agar semua berjalan lebih lancar agar pernikahannya jga bisa di langsungkan sesegera mungkin


Yuna berkata bahwa saat ini Ravin sedang buron atas banyak tuduhan, Yuna harap dia bisa melangsungkan pernikahan saat Ravin sudah di tangkap agar tidak ada hal yang bisa merusak pernikahannya


Camelia setuju dan mendukung penuh pemikiran Yuna. Yuna lantas bertanya apa keputusan yang tadi siang, soalnya Yuna sibuk membantu resepsi Bu Ira


Camelia menceritakan bahwa Ravin akan di proses secara hukum, barang buktinya sudah siap tapi sepertinya itu akan agak sulit karena Ravin tidak ada di rumah sekarang


"aku akan bantu selidiki" ucap Yuna


Camelia menggeleng dan menyarankan agar Yuna fokus pada pekerjaan dan persiapan pernikahannya yang akan di gelar 2 bulan lagi


persiapan pernikahan pun di mulai, Yuna dan Farel sibuk menyiapkan semuanya di bantu oleh sahabat sabahat mereka, kasus Ravin terus di dalami hingga di putuskan bahwa Ravin bersalah, namun yang menjadi masalah adalah Ravin menghilang dan jadi buron, sedangkan nyonya Novita tidak berhasil di buktikan bersalah, entah bagaimana dia bisa lolos dari semua tuduhan padahal kesaksian Ringgo dan bukti yang ada sudah sangat cukup untuk menjeratnya


2 bulan berlalu hingga tiba saatnya hari pernikahan di adakan, momen ini bukan hanya penting bagi kedua mempelai melainkan juga sangat penting untuk seluruh keluarga besar karena acara resepsi ini menjadi awal bertemunya semua keluarga dan mereka mulai bisa bicara dengan lantang tanpa bayang bayang ketakutan akan kuasa Ravin


selesai acara Yuna dan Farel yang hendak keluar dari gedung mendapati sebuah buket bunga lavender dengan secarik kertas bertuliskan


..."selamat atas pernikahanmu ponakanku tersayang"...

__ADS_1


^^^"pamanku terkasih "Ravin" "^^^


__ADS_2