
keesokan harinya Farel meminta izin agar siang nanti dia bisa keluar sendiri tanpa Yuna dan Yuna memperbolehkannya, Yuna juga ingin jalan-jalan sendiri saat ini, dia ingin membeli kado untuk Farel jadi Farel tidak perlu ikut dengannya
Farel memperbolehkannya dengan cara dia harus membawa Chika,
"siapa Chika itu?"
"oh dia akan menjadi teman barumu, sekaligus akan menjadi pengawalmu, dulu dia adalah adik kelasku dan menjadi temanku juga, sekarang dia telah pindah kemari dan tidak memiliki pekerjaan yang mengikat jadi dia bisa bekerja pada kita dan menjagamu sebagai kita di sini"
"apa dia bisa dipercaya?" tanya Yuna yang sedikit ragu
"ya tentu saja, dia tidak akan seperti Loli"
mereka berdua tersenyum tipis jika harus mengingat Loli
seperti yang sudah dijadwalkan sebelumnya di mana Farel akan menemui Brian ayah Yuna sedangkan Yuna akan berjalan-jalan bersama dengan Chika
Yuna dan Chika berangkat terlebih dahulu sedangkan Farel masih berada di rumah untuk siap-siap
Yuna menanyakan banyak hal pada Chika tentang Farel, dia penasaran dengan masa muda Farel dan Farel juga mengatakan bahwa jika adalah teman SMA nya
"kami sebenarnya bukan hanya teman SMA tapi juga teman sedari kecil, dulu keluargaku pindah di dekat rumahnya Farel namun tak lama kemudian orang tuaku meninggal karena kecelakaan, ibunya Farel adalah orang yang benar-benar penyayang jadi beliau sering mengirimiku makanan dan menganggapku sebagai anak sendiri, kira-kira 3 tahun aku berada di sana hingga akhirnya aku dijemput oleh pamanku dan hidup dengan paman" ucap Chika
"wah kalian teman masa kecil juga Lalu bagaimana kalian bisa bertemu saat SMA?"
"ya walaupun aku ikut Paman tapi kami masih dalam satu lingkungan yang berdekatan, jadi sekolah kita juga kebetulan sama"
__ADS_1
"oh begitu apa dulu Farel adalah anak yang periang atau seperti apa dia?"Yuna benar-benar penasaran dan ingin mengetahui semua tentang Farel
"ya dia adalah orang yang periang dulu saat SMA aku ingat sekali dia selalu menghiburku saat aku patah hati, dia juga sering menjodohkanku dengan teman-temannya, ya walaupun saat lulus dan kami sudah berpisah akhirnya aku juga putus dengan temannya itu" terang Chika pada Yuna
Saat mereka sudah sampai di toko yang dituju Yuna langsung turun dan langsung berbelanja semua hal yang ingin dia beli saat itu
Yuna juga membelikan beberapa pakaian untuk Farel karena memang mereka hanya membawa sedikit baju saat akan pergi
Setelah berbelanja keperluan rumah dan juga baju mereka langsung lanjut untuk makan siang, tak terasa hubungan Chika dan Yuna menjadi lebih dekat karena memang jika ada orang yang pria seperti yang Farel ceritakan sebelumnya
Yuna juga bertanya bagaimana jika bisa jadi seorang pengawal dan bagaimana jika bisa menerima tawaran untuk menjadi pengawal Yuna
"saat itu aku sedang tidak memiliki pekerjaan yang mengikat, lalu entah mengapa tiba-tiba Farel menelponku dan mengatakan bahwa dia akan ke sini, dia memintaku untuk mencarikan seorang pengawal perempuan untuk kekasihnya, karena kedengarannya itu menarik dan juga upahnya juga bagus ya aku langsung mencalonkan diri" sepertinya Chika adalah orang yang terang-terangan
"kamu tahu kan mengawalku itu tidak mudah aku itu punya banyak musuh dan mungkin aku akan pindah-pindah negara, apakah kalian mengatakan bahwa kamu akan ikut kemanapun aku pergi?" Yuna sebenarnya tidak ingin gonta-ganti pengawal karena dia bukan orang yang mudah bergaul dengan orang asing, banyak hal yang membuat dia tidak bisa dengan cepat percaya pada orang asing
Di tempat yang lain Farel sudah berangkat untuk menemui Brian di cafe dekat bandara
menuju tempat janjian dan melihat seorang yang sudah duduk di meja yang mereka pesan, Farel hampir tak percaya bahwa yang duduk di tempat itu adalah Brian ayahnya Yuna
"halo selamat siang apa benar Anda Brian?"
sebenarnya Farel tahu kalau itu adalah Brian namun dia hanya berbasa-basi dan memastikan sekali lagi karena orang yang ada di hadapannya itu sangat muda dan sama persis dengan foto yang ada di rumah kakek Bagas
"apa yang kamu perhatikan dari ku? bukankah kamu pernah melihat fotoku?" tanya Brian dengan santai
__ADS_1
"maaf sebelumnya, Anda memang sangat persis dengan foto yang ada di rumah kakek Bagas saking persisnya saya sampai tidak bisa membedakan perbedaan usia anda saat ini dengan usia anda waktu ada di foto" ucapan jujur karena memang ayah Yuna masih terlihat tampan dan tidak ada sedikitpun perubahan pada dirinya dari saat foto itu diambil
Tentu saja Brian tertawa dan langsung mengangguk
"yayaya itu tidak mengherankan memang banyak orang yang mengatakan aku ini terlihat sangat mudah dan tampan" ucap Brian dengan riang
dalam batin Farel mengatakan bahwa Yoona adalah keturunan orang-orang dengan paras yang rupawan, dan juga memiliki kharisma seperti anak muda
"baiklah Farel kita akan langsung bicara pada intinya, aku berharap bisa segera bertemu dengan Yuna" tegas Brian lagi tapi masih dengan wajah yang santai
"aku akan mengusahakan itu Pak tapi aku tidak bisa memaksa Putri anda untuk segera bertemu dengan anda" Farel memang tidak bisa memaksakan kehendaknya pada Yuna tapi setidaknya dia bisa menyarankan Yuna untuk segera menemui ayahnya
"sebenarnya dia itu tidak membenciku hanya saja kita tidak dekat itu yang membuatnya sedikit berpikir untuk bertemu denganku"
"kalau boleh tahu memangnya kenapa Anda dan Yuna tidak dekat bukankah kalian dulu tinggal di satu atap yang sama"Farel memang penasaran tentang hal itu namun dia tidak bisa menanyakannya pada Yuna karena khawatir Yuna alam risih untuk menjawab
"kesalahan kakek Aron terulang lagi di mana aku sangat sibuk mengurusi pekerjaanku dan sedikit menelantarkan istri dan anakku di rumah, ibunya Yuna itu adalah orang yang mengalami depresi dan juga introvert, dia hanya bisa bermain dengan bibinya dan hanya bisa melihat ibunya dengan sikapnya yang tidak wajar itu
"separah itukah ibunya Yuna?"
"ya dia mengalami depresi dan juga sulit mengenali orang lain, tapi aku sangat mencintainya itulah yang membuatku ingin terus bersamanya walaupun kadang dia lupa siapa aku dan siapa putrinya"
Farel terdiam sejenak dia merasa tidak sopan telah menanyakan hal yang mungkin akan membuat Brian sedikit kalut dalam ingatannya
"sudah jangan terlalu dipikirkan karena ibunya Yuna juga sudah membaik sekarang walaupun dia masih sering lupa siapa Yuna dan siapa aku"
__ADS_1
"ibunya Yuna masih hidup?"
Brian mengganggu lalu mengatakan bahwa memang keberadaan ibunya Yuna dirahasiakan dari semua orang, itu agar saudara-saudaranya yang jahat itu tidak mengetahui tentang hal ini