
Farel tiba sedikit terlambat, dia langsung di sapa oleh pelayan yang ada di sana, setelah memberikan identitasnya dia di antar ke sebuah ruangan, sepanjang jalan menuju ruangan itu banyak orang kantor yang kedudukannya tinggi, adapula orang orang yang tak di kenalnya, di depan pintu samar samar dia mendengar suara Fincen, dia kaget dan langsung membuka pintu itu, Farel mendapati Fincen sedang saling tuduh dengan Yoga, Fincen menoleh pada Farel dan berkata itu mustahil, Yoga menyambungnya dan berkata sudah dari awal aku curiga kamu adalah sang pewaris, Farel bingung dan tidak bisa mencerna kejadian ini dengan baik, lalu kakek Aron datang bersama Romeo
Dia menyapa semuanya, lalu mengatakan ucapan terimakasihnya pada Yoga karena telah pindah haluan dan banyak membantu, dia juga berterima kasih pada Farel yang sudah mencari informasi yang akurat, serta dia menyapa Fincen yang ternyata adalah anak dari adik ipar anaknya yang berarti anak dari adik menantunya.
__ADS_1
Semua diam dan hanya saling menatap, mereka hanya bisa memastikan bahwa tidak ada satupun dari mereka yang cucu kakek Aron. Lalu seorang masuk dan membisikkan sesuatu pada kakek lalu Kakek mengatakan bahwa cucunya sudah datang, Farel sudah sangat penasaran dan ternyata cucunya adalah Yuna Sandra Dewi, Yuna terkejut karena 3 orang itu ada di sini juga, Yuna bertanya kenapa farel dan Fincen disini, Yuna berkata bahwa Farel tak ada hubungannya dengan ini, bisa bahaya kalau mereka tau tentang Yuna, mereka bisa dalam bahaya ucapnya panik, lalu sang kakek mengatakan bahwa yang selama ini memberi informasi soal para petinggi yang korup itu adalah Farel dan Fincen adalah saudara sepupumu yang di utus untuk mencarimu dan melindungimu sedangkan Yoga sudah banyak berjasa untuk menyusup di antara orang orang jahat itu
Semua masih terdiam, kakek bicara panjang lebar tentang apa yang akan di lakukan selanjutnya, Kakek mengatakan bahwa dia ingin Fincen menjaga sepupunya , dan Farel menjadi penyelidik serta melindungi Yura ,sedangkan Yoga masih di minta untuk jadi agen ganda, Yuna mengatakan bahwa dia baik baik saja dan jangan ikutkan Farel atau Fincen dalam masalah ini, mereka tidak boleh terseret masalah ini, Farel lalu berkata bahwa dia akan tetap pada pendiriannya untuk masuk dalam lingkaran ini, Fincenpun juga demikian karena memang tujuannya adalah mencari anak dari kakak ayahnya. Yuna terdiam dan mengiyakan semuanya. setelah pertemuan itu selesai Yuna Fincen dan Farel tetap di ruangan, Yuna menitihkan air mata dan berkata maaf, dia tak seharusnya menyeret keduanya kemari, Fincen lantas berkata, kamu adalah orang yang paling ku cari, ayah bilang aku harus mencari dan menjagamu, Lalu Farel mengatakan apa ini yang membuatmu berfikir kalau aku akan berubah pikiran saat menyatakan perasaan padamu, Yuna mengangguk sambil menahan air mata
__ADS_1
Fincen menggelengkan kepalanya mengatakan kenapa kita sangat serasi ya, 3 sahabat yang bertahan hingga akhir dan semuanya memiliki peran tersembunyi. Farel tertawa lalu mengatakan sangat sulit bekerja dalam keadaan seperti ini, ayo kita kerja sama dan bereskan semuanya dengan cepat, akau ingin menikah lalu hidup damai dan bahagia, Fincen langsung tertawa dan mengatakan bahwa dulu Farel terlihat sebagai orang yang penakut dan suka gugup walau dia akui Farel pandai berkelahi, Farel lalu mengatakan kenapa dia bisa pandai sekali berkelahi, itu karena dia dulu berandalan saat sekolah lalu suatu hari temannya harus meregang nyawa karena tawuran, sejak saat itu Farel jadi orang yang gampang gugup dan penakut namun di saat terdesak dia masih bisa untuk berkelahi. Fincen mengajak Farel untuk ke GYM atau les beladiri karena kedepannya mereka harus lebih hati hati karena musuh sudah terlihat, Farel mengangguk, dia mengangkat gelasnya dan berkata mari selamatkan dan jaga calon istriku, Fincen lantas tertawa terbahak bahak
Di tempat lain Yuna kakek bagai atau kekeknya Fincen juga serta kakek Aron sedang duduk bersama, Yuna mengatakan bahwa Fincen adalah Kekasihnya, Lalu kakek Aron kaget dan berkata tidak mungkin, mereka harus putus, lalu kakek Aron membela Yuna dan berkata anak sekompeten dan setampan itu kau lepaskan, dasar tidak punya mata yang jeli, kakek Aron berdecak lalu dia mengatakan tetap tidak setuju, lalu Yuna menunduk dan memohon sekali ini saja aku ingin memilih kek, kedua kakeknya diam dan tak punya kata kata lagi, Kakek Aron akhirnya melemah dan mengiyakan keinginan Yuna namun Yuna harus berjanji untuk bahagia dan saat dia sedikit merasa berat dia harus kembali pada kakeknya dan jangan terus bersedih, Yuna mengangguk senang, ketiganya lantas minum minum bersama
__ADS_1
Di tempat lain Pak Ravin mengangkat telfon dan mendengar berita bahwa direktur utama sedang menyusun denah organisasi yang baru dan para orang orang kita satu persatu terkena kasus. Ravin tampak marah dan menelfon semua saudaranya untuk rapat darurat