
"Ringgo sebelumnya ayah minta maaf padamu, ayah merasa sangat bersalah padamu saat ini" ucap kakek Aron dengan serius
"kenapa ayah harus minta maaf?, akulah yang salah selama ini"
Kakek Aron terdiam sejenak, sebenarnya dia tidak tega mengatakan hal ini kepada putra bungsunya itu, namun semua yang terjadi sudah keterlaluan karena wanita itu telah merusak segalanya
karyawan mulai menceritakan dari awal dia bertemu dengan nyonya Novita, sebenarnya dulu Novita diperkenalkan oleh Ravin sebagai teman dekatnya, nama entah bagaimana jadinya hingga Novita kembali ke rumah dengan status sebagai pacar Ringgo.
Saat itu rafin telah menikah dengan istrinya yang sekarang yaitu Angel, Ravin menikahi Angela karena sebuah perjodohan agar perusahaan mereka bisa bersama dan Raffi memiliki posisi yang kuat di dalam dunia bisnis.
"Lalu ada apa dengan itu ayah? yang memperkenalkan aku pada Novita memang Kak Ravin"
"ayah mengetahui ini sebelum Yuna berhubungan baik dengan ayah"
"kenapa bawa-bawa anak itu sih? aku tidak mau membahas dia ya yah"
"alasan ayah memberikan seluruh tanggung jawab pada Yuna adalah karena tidak ingin semua harta jatuh padamu atau pada Ravin"
Ringgo terkejut mendengar kebenaran itu langsung dari ayahnya, dia langsung marah dan hendak meledak saat itu juga
"tenang dulu ini semua ada alasannya, ayah ingin menyelamatkan cucu-cucu ayah" lanjut kakek Aron
Ringgo sudah salah paham dia menuduh bahwa ayahnya hanya mementingkan Yuna saja dan tidak mementingkan anak-anak Ringgo ataupun Ravin
Lalu sang ayah menjelaskan bahwa sekitar satu tahun sebelum bertemu dengan Yuna kakek Aron memergoki bahwa Ravin dan Novita memiliki hubungan khusus
Setelah itu kakek Aron langsung menyelidiki Novita secara detail dan ternyata dia adalah seorang mafia, Ravin menikahi istrinya hanya untuk sebuah kedudukan dan Novita menikahimu agar dia bisa terus berada di dalam keluarga Ravin.
Tentu saja Ringgo tidak percaya begitu saja namun kakek Aron mengeluarkan sebuah amplop yang isinya adalah foto-foto Ravin bersama Novita sedang bermesraan, dan foto-foto itu diambil di jam dan tempat yang berbeda-beda
kakek Aron ingin harta itu tidak jatuh pada Ravin karena sudah jelas Ravin tidak memperdulikan saudara-saudarinya bahkan Dora harus pergi ke luar negeri dengan identitas sebagai Camelia, sedangkan Ringgo harus mencintai orang yang tidak pernah mencintainya. kakek Aron menerangkan bahwa Ringgo hanya digunakan sebagai alat bagi mereka untuk menguasai harta
__ADS_1
Ringgo masih shock dengan semua hal itu namun dengan perlahan dia bertanya kenapa dia juga tidak boleh mendapatkan harta
Dan alasan kakek Aron cukup sederhana itu karena Ringgo masih belum mengetahui segalanya dan bisa saja dikelabui oleh Novita ataupun Ravin
"kenapa ayah baru memberitahu sekarang? apakah Yuna tahu semuanya?
"ayah tak sanggup hati melihatmu terluka dan untuk Yuna, dia tidak mengetahui hal itu dia hanya tahu bahwa ayah ingin menitipkan seluruh harta padanya untuk dibagikan pada saudara-saudaranya jika situasinya sudah membaik"
Ringgo merasa dirinya adalah orang paling bodoh karena terus memusuhi Yuna tanpa mengetahui siapa musuh sebenarnya, dia juga sangat patah hati karena istri yang begitu dia cintai dan percaya adalah orang yang begitu bejat padanya
"sebaiknya kamu mulai memikirkan kubu mana yang akan kamu pilih, tolong jaga anak-anakmu dan selamatkan juga anak anak Ravin karena bagaimanapun Angel tidak mengetahui hal ini dan dia bukanlah orang yang jahat"
"bagaimana ayah bisa berkata seperti itu padaku yang tidak memiliki kekuasaan dan kemampuan apapun, ayah tahu kan aku selalu berada di bawah bayang-bayang kakak"
"ya kalau itu coba pikirkan sendiri, kamu harus bangkit untuk balas dendam atau hanya sekedar mempertahankan anak-anak"
Ringgo terdiam dia sadar bahwa dirinya lemah dan hanya bergantung pada kakaknya, namun sekarang dia tahu kebenaran bahwa kakaknya lah yang membuat semua masalah besar ini terjadi
Ringgo tak mengatakan apapun karena pikirannya sudah sangat kalut, dia hanya bisa pergi dari sana dan mencari tempat untuk menenangkan dirinya
Ringgo memutuskan untuk berjalan-jalan di tepi pantai lokasinya tidak terlalu jauh dari kantor, sesaat dia merasa putus asa dan ingin bunuh diri saat itu juga, bagaimanapun Novita adalah istrinya dan dia sangat mencintainya, tidak mudah untuk melanjutkan hidup dengan kenyataan yang mengerikan seperti itu
langkah kakinya menuntutnya pergi mendekati laut dan terus berjalan hingga celananya harus basah karena air laut, sudah selutut air itu membasahi tubuhnya tiba-tiba ada suara yang mengejutkan Ringgo
"Bapak main basah-basahan malam-malam begini?"ucap seorang wanita dari belakang Ringgo
Ringgo otomatis menoleh dan mendapati Bu Ira sedang membawa belanjaan sambil menatapnya
"ini sedang di luar kantor jadi boleh kan aku memanggilmu dengan sebutan Ringgo"
Respon yang diberikan Ringgo hanya terdiam sambil menahan malu karena ketahuan ingin bunuh diri oleh Bu ira
__ADS_1
"sejak SMA kamu itu memang aneh, suka menyendiri tapi juga iseng, saat dibalas pasti berlari pada kakakmu, sudah cengeng dan pengecut bahkan sampai setua ini pun kamu masih memiliki pemikiran yang pendek begitu"
"hei Ira apa hakmu mengata-ngatai aku begitu?"
Tampaknya mereka dulu adalah teman SMA tapi karena status Ringgo di perusahaan dan juga karena Ringgo tidak menyapa Bu Ira jadi hubungan mereka tidaklah sedekat dulu
"aku punya beberapa snack sini menepi, ayo ngobrol"
Akhirnya mereka memutuskan untuk berada di tepi pantai sambil mengobrol, tanpa beralaskan tempat duduk mereka mulai membuka cemilan yang tadi dibawa oleh Bu Ira
"kenapa kamu selalu ikut campur urusanku sih?"
"karena aku selalu memergokimu dengan keadaan yang mengenaskan" jawab Bu Ira sambil terus mau makan ice krimnya
tunggu tidak memungkiri karena memang Bu Ira sering memergokinya menangis atau diam sendiri saat SMA, dan sekarang dia juga kepergok Bu Ira saat sedang ingin bunuh diri
"sepertinya aku itu memang tidak berguna ya? "
"tumben kamu mengakui itu?" Bu Ira bertepuk tangan sambil membulatkan matanya
"bisa tidak sih kamu baik padaku hah?"
"bukankah aku memang selalu baik padamu, saat kamu membuat ulah pada yang lainnya, dan mereka membalasmu bukankah aku salah satu orang yang menjagamu selain kakakmu itu"
jika di ingat ingat memang Ira selalu membela Ringgo jika Ringgo di buli oleh yang lainnya
"kenapa kamu melakukan itu? " tanya Ringgo
"karena aku tau kamu orang baik, sayangnya kamu itu terus terobsesi untuk jadi seperti kakakmu padahal kamu jauh lebih baik jadi dirimu sendiri. aku pernah melihatmu membantu seorang anak perempuan saat malam hari, kamu membukakan pintu dan menyuruhnya lari saat Ravin menggila di rumah kalian kan"
"bagaimana kamu tau soal aku, Dora dan Ravin malam itu?"
__ADS_1