
Malam yang indah untuk dua insan yang sedang jatuh cinta. Farel bukanlah pria yang berpengalaman, Yuna adalah cinta pertamanya jadi jangan heran jika Farel sangat kaku dan lugu saat ini, dia menawarkan apakah mereka akan bermain wahana dulu atau makan dulu lalu Yuna mengajak Farel untuk berkeliling mencari makanan ringan saja karena dia tadi makan sebelum berangkat, Farel mengangguk dan mempersilahkan
Yuna untuk memilih akan ke arah mana dulu. Yuna menoleh ke kanan dan kekiri untuk menentukan pilihannya, Farel mengawasi Yuna dengan penuh cinta, dia juga malu malu saat Yuna menatap balik ke arahnya. Akhirnya mereka pergi ke kiri dulu, sebenarnya Yuna juga pertamakali pergi ke alun alun kota itu kadi dia juga tidak faham.
Di perjalanan Yuna berkata bahwa dia suka makanan manis, lalu bertanya apakah Farel juga menyukai yang manis manis, Farel menjawab bahwa dia lebih suka yang gurih daripada makanan manis, Yuna mengangguk namun Farel merasa tak enak jadi dia berkata lagi jika dia akan mencoba suka apa yang Yuna sukai, Yuna menggeleng dan berkata jadilah dirimu sendiri karena aku suka kamu yang seperti itu daripada yang memaksakan diri. setelah mengatakan itu keduanya tampak malu malu, detak jantung Farel sudah tak terkendali, dia benar benar suka rasa seperti ini
Setelah membeli beberapa makanan ringan mereka lantas bermain beberapa wahana, dan yang paling membuat mereka antusias adalah bermain bianglala, mereka menganti dan akhirnya bisa masuk, awalnya Farel mengajak bermain yang lain saja karena dia agak takut jika mabuk namun Yuna mengatakan bahwa semua akan baik baik saja,
Saat di atas Yuna tampak senang dan antusias melihat semua dari ketinggian namun Farel hanya asik memperhatikan Yuna, hingga Yuna menyadari kalau Farel memperhatikannya, Farel berkata dengan Lirih bahwa dia suka Yuna, Yuna hanya terdiam dan tak memberikan jawaban, dia hanya tersenyum pada Farel, Karena tak ingin Yuna menjadikan perasaannya sebagai beban Farel lantas berkata, dia akan menunggu atau dia juga akan mundur jika Yuna menginginkan itu, Yuna balik tersenyum lagi, dia tak mengatakan apapun selain kata lapar. Farel tau semua butuh proses dan dia harus bersabar
__ADS_1
Di keadaan lain Fincen di beritahu oleh kakaknya bahwa tadi dia di ikuti beberapa orang asing, Fincen langsung tegang, kakaknya bilang jangan khawatir dan tetaplah bekerja di sana, Fincen mengangguk dia berkata bahwa dia punya sahabat dan dia minta tolong untuk juga menjaga sahabatnya itu, kak Farah merasa heran pada adiknya tumben dia menghawatirkan seorang teman bukankah selama ini Fincen lebih suka sendiri, apalagi temannya itu laki laki, dia menatap Fincen dan bertanya apa Fincen masih normal, Fincen langsung meninggalkan kakaknya, beberapa langkah dari kakaknya Fincen berkata bahwa dia punya banyak hutang budi pada sahabatnya itu, setelah mengatakan hal itu Fincen benar benar meninggalkan kakaknya
Farel dan Yuna baru turun di halte bus dekat rumah paman Yuna, Farel menawarkan diri untuk mengantar Yuna, mereka berjalan bersama, ingin rasanya Farel menggandeng tangan kecil itu. Yuna tiba menghentikan langkah kakinya, Farel berhenti dan menoleh pada Yuna lalu bertanya ada apa, Yuna berkata bahwa bisakah mereka jadi teman spesial hingga suatu saat nanti jika kau sudah lebih mengenalku dan bisa memilih untuk tetap mencintaiku atau mengurungkan niatmu untuk bersamaku. Farel mengangguk lalu mengulurkan tangannya sambil bilang, ayo jadi teman spesial
Setelah mengantar Yuna, Farel lantas pulang, sampai di depan apartemen dia melihat Fincen yang masih duduk duduk sambil berbincang dengan satpam, dia menghampirinya dan ikut mengobrol sebentar hingga keduanya masuk ke dalam apartemen, Fincen memperingatkan Farel untuk hati hati karena tadi ada yang mengikuti Fincen, Farel hanya bisa mendengarnya tanpa bisa melakukan apapun, dia hanya berharap mereka bisa saling menjaga dan mempercayai.
Di kantor Yuna dan Farel tampak semakin dekat namun saat beberapa teman menggoda keduanya mereka sama sama bungkam soal hubungan asmaranya, namun Fincen bisa menebak kalau Farel dan Yuna jauh dari kata teman biasa, karena hampir setiap ada waktu keduanya saling menghubungi.
beberapa menit kemudian datang beberapa orang, sepertinya itu suara Yoga, pak Reno dan pak Joko. Farel sudah menggerutu karena curiga kalau Yoga menjebaknya namun ternyata dia mendengar obrolan mereka, Pak Joko bilang mereka harus segera mengeluarkan satu anak baru, mereka sepertinya akan mencari sasaran baru selain Farel dan Fincen, yang lain juga bergerak tapi kenapa lamban sekali, masak yang keluar masih 5 orang dari total 20 orang.
__ADS_1
"Gara gara kita fokus pada Fincen dan Farel jadi tidak mengeluarkan seperti rencana sebelumnya"ucap Pak Joko
Pak Reno mengatakan bahwa dia masih punya urusan dengan Bu Ira, tidak cukup walau sampai membuat Bu Ira terluka gara gara pacarnya yang berandalan itu, Bu Ira pokoknya harus keluar dan biar divisi pemasaran ada di tangannya saja.
Sedikit demi sedikit Farel mulai faham apa yang membuat masalah di dalam divisinya, semuanya memang terlalu beruntutan untuk di bilang kebetulan saja. di tengah obrolan mereka pak Joko menerima telefon dan saat pak Joko mengangkatnya dia memanggil pak Jo pada orang yang ada di balik telfonnya, pak Joko juga berjanji akan menyelesaikannya lebih cepat
Setelah 3 orang itu keluar dari kamar mandi giliran Farel yang ikut keluar dan pergi ke kantin, disana sudah ada Fincen yang sedang berbicara dengan Yuna, dia bertanya dimana Farel, namun Yuna yang melihat Farel datang langsung mengatakan bahwa Farel di belakang Fincen, Fincen menoleh dan langsung bertanya dari mana saja dari tadi, Farel beralasan tadi masih beli beli di toko depan kantor
Waktu pulang kerjapun tiba Farel mengatakan bahwa dia akan lembur malam ini, dia mengatakan bahwa Fincen tak perlu khawatir karena ada Bu Ira dan kak Loli yang juga akan pulang telat. Fincen mengiyakan apa yang di katakan Farel, dia hanya berpesan untuk memberi kabar saat akan keluar kantor, biar dia bisa menjemputnya, Farel hanya tertawa, dia tau sahabatnya khawatir padanya karena akhir akhir ini ada banyak orang asing yang mencurigakan
__ADS_1
Jam 10 malam semua urusan sudah beres, Farel pulang sendiri namun sebelum sampai dia di seret dan di bawa ke gang kecil oleh beberapa orang