
Karena semua memiliki informasi masing-masing dan belum menjadi satu maka Farel memutuskan untuk membuat janji temu dengan agenda rapat tertutup
Hal itu dijadwalkan pada besok lusa dan diharap semua bisa hadir, yang berada dalam undangan rapat itu antara lain adalah Farel, Fincent, Yuna, Romeo, Bu Ira, Yoga dan beberapa petinggi yang berada di pihak mereka
Namun sepertinya informasi ini bocor sehingga menyebabkan kecelakaan-kecelakaan yang tidak biasa terhadap semua anggota rapat
Beberapa petinggi yang berada di pihak Yuna harus mengalami kecelakaan, ada juga yang sakit, dan ada juga yang tiba-tiba mengundurkan diri dari keanggotaan itu
Bukan hanya beberapa orang pendukung saja melainkan Fincent juga mengalami kecelakaan dan yoga sepertinya adiknya juga kecelakaan
Tentu saja Farel merasa benar-benar pusing memikirkan semua hal yang terjadi beruntutan, namun dari sini dia bisa menarik kesimpulan bahwa semuanya adalah perbuatan dari komplotan Pak Ravin
Namun Farel tak kalah akal, dia Lalu mengganti tempat pertemuan yaitu di rumah sakit tempat Fincent dirawat, namun tak seperti sebelumnya yang datang hanyalah anggota inti yaitu Bu Ira, Romeo, Yoga, Yuna dan juga Farel sendiri
Dengan agenda menjenguk Fincent mereka semua berangkat secara berkala atau tidak bersamaan
Tentu saja Farel dan Yuna pergi terlebih dahulu dengan menggunakan outfit yang sangat nyantai namun tertutup, itu karena mereka khawatir ada orang-orang yang mengikuti mereka dan mengetahui rencana itu, beberapa kali mereka harus pergi jalan-jalan ke mall dan belanja serta berganti pakaian di beberapa titik. mereka juga masuk ke dalam rumah sakit melalui jalur belakang
Hal itu juga dilakukan oleh pasangan Romeo dan juga Bu Ira, sedangkan Yoga datang begitu saja tanpa melakukan apapun karena dia tidak punya alasan lain selain menjenguk Fincent
Saat semuanya telah hadir dan di sana juga ada yoga yang sudah sedari pagi, mereka langsung memulai perbincangan dengan perbincangan paling sederhana
"itu hanya alasan kalian agar kalian jalan-jalan dan tidak langsung kemari kan" ucap Yoga dengan ketua sambil tetap mengupas buah
__ADS_1
"ini hanya untuk berjaga-jaga, takut-takut ada yang mengikuti kita" Bela Farel
"Halah kalian memang suka menyempatkan diri untuk kencan walaupun ini adalah hal yang penting" sepertinya Yoga benar-benar kesal karena dia menunggu sangat lama di sana
"tidak..... kami melakukan itu untuk amanat saja" sepertinya Yuna juga sudah bekerjasama dengan Farel untuk membuat alasan itu
"sudah-sudah kalian berempat memang sama saja"
Fincent yang mendengar pertengkaran itu hanya bisa tertawa, diikuti dengan semua anggota kecuali Romeo yang tiba-tiba menyelam
"aku tidak merencanakan untuk berjaga-jaga karena aku jalan-jalan dengan Bu Ira karena memang aku ingin" semuanya langsung terdiam dan merasa bahwa Romeo terlalu jujur
Jangan tanyakan wajah Bu Ira yang sudah memerah karena dia benar-benar malu dan juga bahagia karena Romeo mau jujur
"dia hanya patah tulang, tapi sekarang sudah berada di tempat yang aman jadi jangan khawatir, aku juga tidak bisa menjenguknya untuk keamanan"
Setelah cukup berbincang-bincang mereka langsung masuk dalam topik pembicaraan yang sebenarnya
"aku memiliki buku catatan kejahatan mereka yang tidak ada di dalam komputer dan terjadi di banyak cabang perusahaan, ada juga data mengenai transaksi ilegal di luar negeri yang mereka kerjakan, dan aku juga memiliki catatan mengenai korupsi mereka yang berada di kantor pusat" jelas Farel
"aku sudah menyelidiki anak pak Bram yang terkena kasus narkotika, ternyata dia memiliki sesuatu yang besar yang bisa mengguncang eksistensi keluarga Ravin" tutur Yoga yang memang diminta oleh Farel untuk menyelidiki anak pak Bram yang berada di luar negeri
"keluarga berarti bukan hanya tentang Pak Ravin kan?" tanya Yuna penasaran
__ADS_1
Yoga hanya mengganggu tapi dia akan menceritakan itu nanti saat waktunya pembahasan sekarang masih waktunya yang lain untuk bicara
Bu Ira juga mengatakan bahwa yang terkenal di dalam pelelangan untuk pencucian uang adalah Ny Novita
sedangkan Romeo yang melakukan investigasi sendiri menangkap bahwa ada aktivitas mafia di dalam pelelangan itu, larangan itu bukan hanya tentang pencucian uang melainkan juga tentang penyelundupan
setelah mengetahui semuanya Farel mencoba untuk menyambungkan satu dengan yang lainnya dimulai dari cerita yang paling mudah untuk dipahami
"yang ketemukan adalah aliran dana yang sangat mencurigakan dan tidak normal dari perusahaan, hal itu sangat mudah terdeteksi dan sepertinya terjadi mulai saat aku mengumumkan bahwa semua wewenang telah kuambil alih sebagai seorang CEO baru, mungkin itu akan digunakan untuk menjatuhkan kepercayaan orang-orang terhadapku, serta menyeretku dalam kasus-kasus yang tidak kau ketahui" ucap Yuna
"Yuna telah mengkonfirmasi itu kepadaku dan aku langsung menyelidikinya lalu mendapatkan beberapa petunjuk untuk menyerang balik mereka apabila Yuna diserang dengan, aku sudah punya data aslinya mengenai kasus-kasus itu yang terjadi sebelum Yuna masuk ke perusahaan, untuk itu jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan" jelaskan Farel
Romeo sedikit mengkhawatirkan sesuatu yang sangat mudah seperti ini namun dia tidak bertanya lebih karena masih banyak hal yang harus dibahas kali ini
"baiklah sekarang giliran Yoga untuk menjelaskan apa yang dia dapat tentang sesuatu yang aku minta" ucap Fincent
"pria yang kau sebut anaknya Pak Bram itu terjerat kasus narkotika di Singapura, saat aku menemuinya dia tidak mau menjawab apapun tapi saat aku mengatakan bahwa aku bisa membantunya dengan kubu lain dia mulai tergoyah dan mengatakan sedikit informasi, pertama adalah dia bukan pecandu narkotika, kedua dia juga tidak menyelundupkan narkoba, ketika dia itu masuk ke penjara hanya sebagai pengganti dari ulah seseorang, dia juga tidak berani mengatakan siapa orang itu tapi jika ditelusuri menurut riwayat yang berhubungan dengannya adalah Pak Ravin dan juga ayahnya saja, tapi yang paling mungkin masukannya dalam penjara sebagai pengganti adalah Pak Ravin namun aku tidak bisa mendapatkan bukti yang jelas" jelas Yoga yang sepertinya dia sedikit kecewa karena tidak mampu menyelesaikan misinya
"aku akan mencoba untuk melengkapi data itu nanti, kurasa aku punya kenalan yang bisa membantu" ucap Farel
Romeo mendengar itu langsung sedikit tegang dia juga tidak mampu menahan tingkah lakunya saat ini
"jangan menghubungi orang-orang yang tidak boleh kau hubungi lagi, jangan bertingkah terlalu jauh karena aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal yang aneh-aneh lagi" ucap Romeo dengan wajah serius, semua orang yang ada di sana menatap heran kepada Romeo namun sepertinya Farel tidak bisa menjawab apapun dan memilih untuk melanjutkan rapat mereka tanpa membahas hal yang baru saja dia katakan.
__ADS_1