
Farel mengangkat telfonnya, Yoga mengajaknya bertemu lalu Farel menanyakan apa tujuan Yoga ingin menemuinya, Yoga berkata akan menjelaskannya saat bertemu pokoknya ini adalah hal penting dan Farel usahakan bisa secepatnya bertemu dengan Yoga, Farel mengiyakan ajakan bertemu ini namun jam dan tempatnya biar Farel yang menentukan setelahnya Fincen menutup telfonnya dan mengatakan itu pada Fincen, Fincen berfikir sejenak, mereka lalu membuat rencana dan tek menghiraukan kak Farah, mereka menentukan bertemu di Cafe sebelah apartemen dan Fincen akan menunggu Farel dari apartemen saja, kalau ada apa apa
Tepat jam 11 Farel berangkat menuju cafe yang sudah di tentukan Farel, 10 menit mereka akhirnya Yoga datang dengan memakai jaket Hoodie, dia langsung duduk di hadapan Farel dan memulai pembicaraan, dia bercerita tentang kejadian yang dia alami di lantai 4. Dua hari lalu dia di minta untuk mengirim File pada Bagas anak desain dan ruangannya ada di lantai 5 namun saat itu lift sedang di perbaiki, karena dia tak mau menunggu lama jadi harus melewati tangga dari lantai 3 ke lantai 5, otomatis dia harus melewati lantai 4 dan di saat dia tepat berada di balik pintu tangga darurat lantai 4 dia mendengar percakapan kalau para anak baru harus di singkirkan satu persatu hal itu bertujuan agar tidak ada tempat menyamar untuk sang pewaris itu, kedua juga agar pimpinan bisa merasa bahwa para petinggi memiliki kekuatan yang besar dalam berjalannya perusahaan.
lalu Farel bertanya mengapa Yoga memberitahukan itu semua padanya, apa yang di harapkan Yoga darinya, Yoga lalu bercerita kemarin pagi setelah dia mendengar semua itu dia mendapat surat berisikan bahwa jika dia ingin aman sebaiknya dia menceritakan semua ini pada Farel karena Farel bisa membantunya, itu sebabnya Yoga mencari Farel, Farel masih tak habis pikir dengan itu kenapa harus dirinya, tiba tiba earphone mengeluarkan suara, Farel yang terlalu kalut sampai kaget karenanya, dia lupa kalau tadi dia menggunakan itu dan tersambung dengan Fincen, untung Yoga tidak menyadari kalau Farel kaget, Fincen berkata cepat pulang saja, dia ragu pada Yoga, dia minta agar cepat pesan taksi dan berputar dulu sebelum pulang, Fincen jadi khawatir, Farel mengikuti arahan Fincen dan bergegas pergi tanpa mengatakan apapun lagi pada Yoga.
__ADS_1
Yoga hanya menatap punggung Farel yang semakin menjauh darinya, di perjalanan pulang itu Farel dan Fincen tetap tersambung walau tak ada satu katapun keluar dari keduanya hingga Farel bertanya Fincen ingin makan apa, sebenarnya itu hanya basa basi namun Fincen ternyata beneran memesan beberapa makanan, sepertinya dia lapar
Sesampai di rumah mereka berdua makan bersama dan masih juga tidak membahas apapun sampai setelah makan Fincen mulai menanyakan kenapa dari tadi Farel diam saja dan tidak bicara, lalu Farel menegaskan bahwa dia sedang menunggu Fincen bicara terlebih dahulu, keduanya saling menatap dan sama sama tertawa, Farel berkata bahwa ini adalah hal serius dan berbahaya kedepannya, dia sangat hati hati untuk melakukan apapun, mereka tak punya siapapun untuk di mintai tolong lalu Farel teringat kalau dia kan punya kakak yang bekerja di sana kenapa tidak minta tolong padanya saja namun sepertinya akan sulit minta tolong kakak karena kakak kan bukan bekerja di kantornya, dia berdecak sendiri tanpa mengatakan soal pikirannya,
Fincen tiba tiba menceloteh, apa mereka bisa percaya pada Bu Ira ya? apa kita minta saran beliau saja
__ADS_1
Sesampai di rumah yoga terduduk diam teras depan rumahnya sambil merenung hingga beberapa saat setelah itu dia masuk karena waktu sudah semakin sore, Yoga membuka kunci rumah dan langsung masuk ke dalam untuk mandi, sampai di kamar mandi ada secarik kertas di atas wastafelnya dan di dalamnya bertuliskan, "MAU KU BANTU?"
Yoga langsung mengurungkan niatnya mandi dan keluar kamarnya, di depan kamarnya adalah ruang tv, di sana ada sofa dan meja, di atas meja ada kertas lagi bertuliskan "atau jadi pion mereka selamanya" Yoga langsung memanggil ayah, ibu dan adiknya berharap ada orang lain di rumah, tapi tak ada jawaban, dia lantas langsung ke luar rumah, di teras tempat dia duduk tadi ada segelas minuman beserta surat lagi, "nikmati soremu sambil memikirkan kemana langkah kakimu akan menginjak", Yoga langsung menelfon ayahnya dan ternyata ayahnya sedang lembur di kantor lalu Yoga bertanya dimana adik dan ibunya, ayah mengatakan bahwa mereka pergi cari makan katanya, ayah menyarankan yoga langsung menghubungi ibunya.
Yoga langsung menghubungi Ibunya setelah menutup telfon dari ayahnya, Ibunya mengangkat telfon itu dan terdengar kalau ibunya di situasi yang ramai, Yoga bertanya dimana ibu dan sedang apa, Ibunya menjawab kalau dia sedang antri makanan di depot x bersama sang adik, ibu berkata tadi dia lewat dan Yoga hanya diam saat di tegur di ruang tamu, mungkin karena headset, sejenak Yoga mengingat kalau dia tidak pernah duduk di ruang tamu sejak datang ke rumah, Ibu juga menegur Yoga kalau parkir sepeda jangan pas di dekat pagar karena akan sulit untuk orang keluar, untung tadi sepedamu tidak tergores saat ibu menggeser pintu pagar, ibu juga mengomel soal Hoodie yang dilihatnya, dia bilang jangan sering menggunakan hoodie itu karena nanti warnanya cepat pudar, sering seringlah ganti ,Yoga langsung mengatakan bahwa dia ingin ibu dan adiknya segera pulang karena dia sudah lapar. Saat dia menutup telfon dia sadar kalau pagar sudah tergeser berarti ibunya yang menggeser, sepedanya memang menghalangi jalan, dia juga tadi saat keluar kamar pas di sofa ada hoodie kesukaan dan headset nya, berarti orang itu sempat menggunakan hoodie dan handsetnya di dalam rumah lalu juga bertemu dengan ibunya.
__ADS_1
Yoga mulai ketakutan, dia membuka pintu depan lebar lebar dan masuk ke rumah dengan hati hati, mungkin saja orang itu masih berkeliaran di dalam rumah, saat sedang memeriksa itu tiba tiba ada yang menepuk pundak Yoga, dia ingat kalau ibunya sedang antri pasti tidak akan secepat ini pulang dan biasanya ibunya akan heboh kalau sudah sampai rumah, dia pasti akan mengomel seperti di telfon tadi, lalu siapa yang menepuk pundaknya, Yoga perlahan menoleh