
Begitu lampu dinyalakan, sebuah seruan begitu mengagetkan Daisha.
''Surprise!'' ucap mereka kompak. Sontak Daisha pun membulatkan matanya melihat beberapa sosok yang sekarang berdiri di hadapannya. Bagaimana mungkin mereka berada disini.
Berada di sebuah taman restoran yang berlatarkan rumput bak permadani hijau membentang luas yang disulap sedemikian rupa menjadi sebuah tempat perhelatan yang begitu romantis. Lampu-lampu kecil berwarna kuning keemasan pun menghiasi suasana malam itu. Bertabur jutaan bintang-bintang yang bertengger mesra dengan sang rembulan yang semakin menambah syahdunya malam. Seluruh sudut taman dihiasi dengan rangkaian bunga berwarna putih bersih. Rendi sengaja menyiapkan dan menyewa tempat itu untuk acara kejutannya malam hari itu.
''Pak?'' ucap Daisha seolah tak percaya.
Rendi pun tersenyum dan semakin mengeratkan genggaman tangannya pada jemari cantik milik Daisha.
''Iya.'' jawab Rendi dengan senyumnya yang mempesona.
''Memangnya siapa yang ulang tahun pak?'' tanya Daisha masih tak percaya dan tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
Mendengar ucapan Daisha, sontak Rendi pun hanya menghembuskan napasnya kasar.
''Selain cerewet ternyata kamu susah konek juga ternyata ya.'' gerutu Rendi nyaris tak bersuara.
''Mama!'' teriak Arka dengan menyerahkan sebuket bunga mawar berwarna putih berukuran besar.
''Ini untuk mama?'' ucap Daisha haru.
''Iya, bunga yang cantik untuk mama yang cantik.'' ucap Arka.
''Ya ampun, so sweet banget sih kamu nak. Siapa yang ngajarin kamu kata-kata seperti itu? '' gemas Daisha.
''Om Beben, Mah.'' jawab Arka jujur.
Daisha dan Rendi pun kompak memberi tatapan tajam pada Beni. Sedangkan tersangkanya pun hanya tersenyum kecut seolah tidak tahu apa-apa.
''Eh tunggu dulu, kenapa kalian bisa berada di sini semua? Bukankah kalian semua tadi di rumah ya?'' tanya Daisha heran.
__ADS_1
''Kejutan dong.'' seru Naya.
''Yey!''
''Kalian ya, jadi selama ini sudah mempersiapkan ini semua?'' ucap Daisha haru.
Suara alunan musik pun mengalun dengan merdunya seiring dengan Rendi yang membawa Daisha menuju sebuah panggung kecil di tengah taman. Lantunan saksofon dengan lirik bait-bait lagu romantis milik Once Mekel yang berjudul Dealova. Lagu yang menggambarkan perasaan seorang Rendi Atmaja terhadap Daisha. Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang, tanpa dirimu aku merasa hilang dan sepi. Seperti udara yang ku hela, kau selalu ada. Ya, hanya Daisha bagi Rendi.
''Daisha Lituhayu.'' ucap Rendi seraya meraih tangan Daisha dan membawanya ke dalam genggamannya.
''Iya, pak?'' jawab Daisha terbata. Ia masih belum sepenuhnya percaya dengan apa yang terjadi.
''Dihadapan ibu dan semua orang yang berada di sini, saya ingin menyampaikan sesuatu padamu.'' ucap Rendi seraya menghirup udara banyak-banyak ke dalam paru-parunya.
Daisha pun hanya mengangguk kepalanya dan tersenyum. Ia seperti kehilangan suara dan kata-katanya.
''Daisha, bertemu denganmu bukanlah sebuah keberuntungan, namun sebuah keberkahan yang diberikan Tuhan untuk melengkapiku. Melengkapi hidup Arka. Berjuta rasa rasa yang tak mampu diungkapkan oleh kata-kata. Dengan beribu cara-cara engkau selalu membuatku bahagia. Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan. Hanya kamu yang benar-benar aku inginkan, hanyalah engkau yang aku harap untuk selalu di sini ada untukku. Aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi. Bermunajat pada Tuhan untuk menentukan pilihan yang paling tepat. Berkali-kali aku bertanya pada hatiku sendiri. Sudah tepatkah pilihanku? Dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama, yaitu kamu.''
''Daisha Lituhayu, will you marry me?" tanya Rendi dengan bersimpuh di hadapan Daisha dan mengeluarkan sebuah kotak yang berisikan sebuah cincin berlian dengan desain yang sangat elegan.
Daisha tak dapat menahan rasa haru yang memenuhi hatinya. Tanpa terasa setetes air matanya pun jatuh membasahi pipinya, ia benar-benar dibuat bahagia sekaligus tak percaya. Perasaan yang begitu membuncah. Ia tidak menyangka jika Rendi dan keluarganya telah mempersiapkan sebuah kejutan istimewa untuknya. Benar-benar istimewa.
Daisha pun menatap wajah ibunya yang juga ikut menangis haru untuk meminta persetujuan. Ibu Rahayu pun mengangguk mantap dan tersenyum sembari menghapus air mata yang ikut membasahi pipinya. Begitu pula dengan Arka, anak lelaki itu nampak sangat bahagia. Rona bahagia di wajahnya begitu nampak jelas ditandai dengan senyuman yang selalu menghiasi wajah tampan Arka sepanjang berlangsungnya acara kejutan lamaran malam ini.
''Dengan menyebut nama Allah dan dengan restu ibu dan juga atas restu ayah dari surga, aku bersedia menikah denganmu.'' jawab Daisha haru.
''Alhamdulillah...'' teriak mereka bersamaan. Mereka pun ikut hanyut dalam suasana yang begitu manis itu. Ibu Rahayu tak kuasa untuk menahan air matanya yang terus menetes dan memeluk erat tante Maya yang juga sama menangis haru. Begitu pula dengan Naya, tanpa ia sadari ia ikut memeluk Beni yang berdiri di sampingnya.
''Eh, lepas! Curi-curi kesempatan lu ya!'' ucap Naya melepas pelukannya pada Beni.
''Siapa juga yang cari kesempatan, norak lu!'' ucap Beni ikut melepas pelukannya pada Naya.
__ADS_1
''Om Beben dan tante Naya bisa diem enggak sih! Ganggu suasana aja!'' protes Arka.
''Buset, bos kecil pinter banget sekarang ngomongnya. Suka bener lagi'' ucap Beni terkekeh gemas.
''Ssssttt...''
Sontak mereka pun kembali diam.
Rendi mulai mengeluarkan sebuah cincin dari dalam kotak perhiasan yang ia genggam. Kemudian ia pasangkan cincin itu pada jari manis Daisha. Pas, ukurannya sangat pas dan semakin cantik bertahta di jari Daisha yang lentik.
''Terima kasih, pak Rendi.'' ucap Daisha memandang jarinya yang kini tersemat sebuah cincin pertanda sebuah ikatan yang akan mereka jalani. Cantik, batin Daisha.
''Hore! Arka akan punya mama baru!'' seru Arka dengan senang. Semua orang pun ikut tertawa dengan tingkah Arka yang begitu menggemaskan.
''Terima kasih Tuhan telah mengabulkan doa Arka.'' tambahnya.
Semua orang yang berada di tempat itu di buat lega sekaligus bahagia. Acara kejutan berlangsung dengan semestinya. Selama ini, diam-diam Rendi telah mempersiapkan segalanya. Tanpa Daisha ketahui, jauh sebelum malam ini Rendi sudah meminta izin dan bersimpuh memohon restu pada ibu Rahayu untuk meminang Daisha dan menyiapkan sebuah lamaran kejutan romantis ini. Sebuah langkah awal yang menandai mulainya kisah baru untuk mereka.
''Tuhan, jalinkanlah cinta kami bersama untuk selamanya.'' ucap Rendi dalam hatinya.
Bait-bait lagu cinta, syair-syair dan melodi romantis pun mengalun sepanjang malam mengiringi acara malam itu yang dilanjutkan dengan makan malam hangat bersama keluarga dan orang-orang tersayang.
''Daisha.'' ucap Rendi memecah suasana.
''Iya?'' jawab Daisha dan memfokuskan perhatiannya pada Rendi.
''Masih ada satu lagi kejutan untuk kamu malam ini.'' ucap Rendi dengan serius.
''Semoga kamu juga menyukai kejutan yang sudah saya siapkan yang terkahir ini dan semoga dengan adanya malam ini semua akan menjadi lebih baik.'' ucap Rendi dengan bergantian menatap pada ibu Rahayu.
Mendengar ucapan Rendi, kening Daisha pun berkerut tak mengerti.
__ADS_1