Pesona CEO

Pesona CEO
BAB 11


__ADS_3

Gadis berdiri mematung di depan warung ketoprak pak Min. siang itu tidak sengaja. ia dan Arya pergi ke warung itu. Gadis tidak akan tahu jika disana ia melihat pemandangan yang membuatnya sedikit gerah.


Di salah satu meja duduk Beno dan Naora. keduanya terlihat sedang bersenda gurau bahkan terlihat mesra menurut Gadis. ia melihat Beno tertawa lepas tawa yang tidak pernah Beno perlihatkan saat bersama Gadis dulu.


"Dis?" suara Arya membuyarkan lamunan Gadis.


"Kita pergi saja aku ..."


Belum sempat Gadis beralasan pada Arya, Naora sudah memanggil namanya dan melambaikan tangan padanya.


"Dis kemari!" kata Naora sambil berdiri dari duduknya, ia berjalan menghampiri Gadis yang terlihat canggung dan tidak nyaman.


"Hai apa kabar?" Naora memeluk Gadis dan mencium pipi kanan kiri Gadis.


"Baik, kamu kapan kembali dari Itali?" karena sudah kepalang tanggung jadi Gadis pura-pura saja memasang wajah ramah tamah di depan Naora.


"Baru saja, Beno menjemput di airport" Gadis melirik Beno dengan canggung. sementara Beno acuh tak acuh saja seolah ia tidak mengenal Gadis.


"Kalian saling kenal?" tanya Arya.


"Yah kami berteman, teman lama" kata Naora.


"Kita gabung saja yuk" dasar Naora jahil dia malah sengaja membuat Gadis dan Arya agar mau bergabung satu meja dengan Beno. ia ingin melihat Rekasi Beno sesungguhnya. apakah Beno akan cemburu atau terlihat biasa saja.

__ADS_1


Beno berdiri dari duduknya sembari mengenakan kaca mata hitamnya. ia melangkah dengan angkuh menuju mobilnya. sementara Adi yang berjalan di belakangnya menenteng kantung berisi makanan yang telah di bungkus.


"Ben! tunggu!" Naora mengejar langkah Beno ke mobil.


"Kenapa pergi? itu ada Gadis"


"Aku ada meeting penting, kamu makan saja sendiri jika masih mau disini" Naora menggelengkan kepalanya, ia melambaikan tangan pada Gadis lalu masuk ke mobil Beno.


Sekarang Naora bisa tahu jika Beno masih belum melupakan Gadis. buktinya ia terlihat kesal dan malas saat bertemu Gadis dengan pacar barunya.


"Pria itu pacar baru gadis?" tanya Naora memastikan.


"Mungkin" jawab Beno.


"Cih, buat apa?!"


Naora tersenyum menyandarkan kepalanya di bahu Beno. ia memejamkan matanya tidak lagi banyak bertanya.


***


"Dis aku boleh bertanya sesuatu?" Arya menggenggam tangan Gadis.


"Apa?"

__ADS_1


"Sebenarnya antara kamu dan Beno Dirgantara itu ada hubungan apa? apakah berita yang aku dapat di internet benar jika kalian mantan pasangan suami istri?"


Arya nampak berhati-hati menanyakan masa lalu Gadis dengan Beno. ia takut Gadis masih terluka dengan perpisahannya dengan CEO itu.


"Benar, Beno memang mantan suami ku" kata Gadis.


"Oh jadi begitu, pantas saja dia terlihat angkuh sekali padamu"


"Beno memang seperti itu, sudahlah lagi pula itu sudah masa lalu kami menjalani hidup masing-masing sudah tidak ada hubungan apapun lagi" kata Gadis. entah kenapa hatinya perih saat ia mengatakan hal itu pada Arya. reflek Gadis memegang dadanya yang terasa sedikit sesak.


"Dis kamu baik-baik saja? oke kita bahas yang lain saja ya"


Arya langsung mengalihkan pembicaraan ke tema lain. yaitu membahas produk baru yang di luncurkan oleh klinik kecantikan milik dokter Gadis.


Namun dalam hati Arya menerka jika Gadis masih menyimpan rasa pada mantan suaminya itu.


***


Di ruang kerjanya Beno terdiam ia tidak fokus bekerja sejak tadi ia teringat Gadis yang bersama Arya. sementara Naora telah di antar Adi kembali ke apartemennya.


Beno menghela napas, ia meraih ponselnya untuk menelpon Jefry. kalau sudah begini Beno akan mengajak Jefry bersenang-senang di bar. itu adalah salah satu yang tidak disukai Gadis sewaktu masih menjadi istri Beno. Gadis sering marah jika Beno minum-minum dengan Jefry.


Sekarang aku bebas tidak ada yang melarang dan ikut campur urusanku!

__ADS_1


__ADS_2