
Gadis sudah di perbolehkan pulang ke rumah setelah dua hari di rawat di rumah sakit. meski masih sedikit lemas tapi keadaannya sudah membaik. Arya senantiasa menemani Gadis setelah pulang dari rumah sakit. dengan telaten Arya mengurus keperluan Gadis dari makan Samapi minum obat.
Arya juga menunggu Gadis sampai malam di apartemen Gadis. tapi ia tidak menginap karena Gadis tidak mau ada pria menginap di apartemennya dengan statusnya yang janda. semua bisa salah paham terutama keluarga Dirgantara, entah kenapa Gadis masih merasa dekat dengan keluarga ex suaminya ia tidak ingin papi dan mami salah paham pada Gadis. meski ia dan Beno sudah tidak lagi ada hubungan tapi Gadis ingin tetap di pandang baik oleh keluarga mantan suaminya.
"Arya sudah malam kamu pulang saja ya?" kata Gadis sembari duduk di sofa di samping Arya.
Dengan ragu Arya melirik jam tangannya lalu menatap wajah cantik Gadis. Arya merasa berat meninggalkan Gadis, ia ingin berlama-lama bersama kekasihnya itu.
"Bentar lagi ya Dis?"
"Arya tapi ini sudah malam, besok saja kembali ke sini"
"Oke deh kalau begitu aku pulang dulu" Arya mengecup rambut Gadis sebelum pulang.
Gadis tidak mengizinkan Arya mengecup kening atau pipinya, karena Gadis risih jika belum halal sudah main cium sana sini.
Pria yang pertama mengecup kening dan semua anggota wajah Gadis tentunya adalah Beno karena mereka pernah menikah.
Bayangan Beno menyuapi bubur saat di rumah sakit kembali berkelebat.
__ADS_1
Kenapa Beno lagi yang muncul?! kenapa bukan Arya! ayolah Gadis Paras Ayu sudah cukup Beno ada di pikiran mu selama ini pria itu tidak menganggap mu bahkan ia menceraikan mu! ayo lupakan dia!
Gadis berjalan menuju kamarnya, memeriksa ponselnya. ternyata ada telepon dari mami Mariana.
Pasti Ex mertuanya itu mau memastikan kondisi Gadis yang baru saja pulang dari rumah sakit.
Besok saja aku telepon balik...
***
"Glow pinjam pengering rambut!" Beno tiba-tiba membuka kamar adiknya tanpa permisi.
"Sorry, mana hairdryer nya?" Beno terlihat baru saja selesai mandi ia mengenakan kaos putih dengan rambut masih basah. handuk kecil menggantung di lehernya.
"Makanya punya istri biar ada yang ngeringin tuh rambut!" ejek Gloria.
Beno tidak menggubris adiknya, ia malah melirik sebuah album foto mini di meja rias. tangan Beno nyaris meraih album itu tapi segera di tepis oleh Gloria dengan panik .
"Apa sih jangan suka sembarangan pegang barang orang!" omel Gloria.
__ADS_1
"Sudah, cepat keringkan rambut ku" kata Beno sembari bercermin.
"Kak kenapa tidak kembali pada Gadis saja? sepertinya Gadis juga masih suka dengan kakak" kata Gloria sembari menyisir rambut Beno.
Beno hanya termenung, terdiam merenungkan ucapan adiknya.
"Tahu dari mana Gadis masih menyukai ku?"
"Ya dari cara dia menatap kakak, seperti gugup dan canggung ya seperti masih ada rasa yang tertinggal!"
"Sok tahu! Gadis sudah punya pacar"
"Terus kenapa? yang penting Gadis belum menikah lagi, jadi masih ada kesempatan"
Beno terdiam malas menanggapi ocehan adiknya yang super bawel.
"Sudah beres!" kata Gloria sembari mematikan hairdryer. Beno berdiri dari duduknya ia melangkah menuju pintu.
Gloria bernapas lega karena kakaknya tidak tahu apa yang sedang ia rahasiakan.
__ADS_1
Gloria kembali mengeluarkan album mini miliknya ketika Beno pergi. didalam album itu penuh foto Jefry dari semasa sekolah menengah hingga sekarang. Gloria sengaja mengumpulkan foto Jefry yang diam-diam ia taksir.