
Hari ini Jadwal rutin periksa Gadis ke dokter kandungan. Beno menyempatkan untuk mengantar Gadis. ia ingin tahu perkembangan anaknya didalam perut istrinya. Beno juga berkonsultasi untuk gizi dan pantangan apa saja bagi ibu dan calon bayinya.
Gadis lebih banyak diam saat konsultasi dan Beno lebih banyak bertanya. Kandungan Gadis sudah memasuki bulan ke enam sebentar lagi ia akan melahirkan tinggal menghitung bulan saja.
Setiap hari Beno selalu memastikan Gadis meminum vitamin dan makan makanan sehat. di malam hari tak jarang Beno membuatkan susu untuk Gadis.
Gadis tidak mau baper ia tahu perhatian Beno seutuhnya tertuju pada calon anak mereka bukan pada dirinya.
Pagi itu Gadis menghabiskan sarapannya lalu meminum vitamin sebelum ia berangkat ke klinik. Gadis baru saja dapat laporan jika penjualan serumnya drop. Gadis bahkan sudah mengalokasikan banyak uangnya di pembuatan serum itu.
"Ada apa? kenapa terlihat murung?" tanya Beno sambil mengamati Gadis. ia mencoba menyentuh wajah Gadis tapi Gadis menghindarinya.
"Tidak ada apa-apa" jawab Gadis singkat.
"Hmm, aku harap kamu tahu kondisimu sedang hamil jadi tolong jangan stress jaga dirimu baik-baik demi perkembangan calon anak kita" kata Beno bak tidak punya perasaan di hadapan Gadis.
Hari itu Beno mengizinkan Gadis ke klinik tapi hanya sebentar saja karena kata dokter Gadis tidak boleh kelelahan.
Di perjalanan menuju Dirgantara Group Beno penasaran sebenarnya apa yang mengganggu pikiran istrinya.
"Adi apa ada berita tentang klinik Beauty?" tanya Beno.
"Saya kurang tahu pak, apa anda ingin saya mencari tahu beritanya?"
__ADS_1
"Hmm aku ingin tahu ada masalah apa dengan klinik milik Gadis. ia terlihat murung beberapa hari ini"
"Baik pak akan segera saya cari tahu"
Beno turun dari mobil nya, dengan angkuh ia berjalan menyusuri lobi. semua karyawan dan staf pimpinan berdiri berjajar menyambut sang CEO mengucapkan salam pagi. Dengan wajah datar Beno terus berjalan menuju ruang kerjanya. budaya memberi salam setiap pagi itu sudah terjadi sejak Josh Dirgantara memimpin perusahaan. hanya saja ia dulu tidak seangkuh putranya. Josh terkenal ramah dan dermawan juga rendah hati. kalau Beno, jangan ditanya bagaimana wataknya sedikit berkebalikan dengan sang ayah.
Adi memasuki ruang kerjanya setelah menyiapkan semua laporan pekerjaan di meja kerja Beno. ia mulai memantau keadaan klinik Beauty.
Setelah jam makan siang Adi menghadap Beno untuk melaporkan hasil penyelidikannya.
"Terjadi masalah dengan penjualan produk milik klinik Beauty pak" kata Adi memulai laporannya.
"Masalah apa?"
"Kenapa produk itu gagal di pasaran?" Beno menatap ke arah Adi sambil duduk di kursi kerjanya.
"Sepertinya ada pesaing yang lebih kompeten, dan ada konsumen yang sengaja menjatuhkan klinik Beauty dengan memberi review buruk di sosial media"
"Cari tahu klinik atau perusahaan mana saja yang menjadi pesaing ketat klinik Beauty"
"Baik pak"
Beno terdiam, ia mengusap wajahnya. ada penyesalan di benaknya. pantas saja Gadis terlihat murung ia pasti banyak pikiran. kalau soal bisnis seharusnya Beno bisa membantu Gadis. ia jelas menguasai strategi bisnis terutama pemasaran. meski bukan bidang Beno di pemasaran tapi ia cukup tahu ilmunya.
__ADS_1
Beno meraih ponselnya lalu mencari nama Gadis. ia ingin tahu kondisi Gadis.
"Halo Dis, kamu masih di klinik?" tanya Beno tanpa basa basi.
"Iya" jawab Gadis di telepon.
Beno mematikan telepon dan bergegas pergi. ia menuju klinik Beauty.
Setibanya di klinik Beno melihat Gadis duduk di kursi. dua orang asisten Gadis terlihat panik. sembari memberikan segelas air putih untuk Gadis.
"Ada apa?!" Beno segera mendekat melihat kondisi Gadis.
"Beno? kamu disini?" Gadis tidak menjawab pertanyaan Beno ia malah terkejut dengan kedatangan Beno di kliniknya.
"Ada apa?!" Beno mengulang pertanyaannya dengan wajah panik.
"Kaki ku bengkak, sepertinya karena terlalu lama berdiri" jawab Gadis sembari memijit sebelah kakinya yang memang terlihat bengkak.
"Kita ke rumah sakit sekarang!"
"Nggak perlu Ben, ini biasa untuk ibu hamil"
"Tidak bisa! aku mau kita ke rumah sakit!"
__ADS_1
Beno segera memapah Gadis menuju mobilnya dan mengantarkannya ke rumah sakit.