
"Kalian harus menikah secepatnya!" kata Josh pada Beno dan Gadis yang di sidang di rumah tengah kediaman keluarga Dirgantara.
Beno menunduk ia bahkan sejak tadi tidak berani menatap Gadis. Beno tahu sikapnya sedikit pengecut. tapi ia sedang bingung harus bagaimana. Gadis kekeh menolak untuk rujuk.
"Baiklah, kita akan rujuk setelah anak kita lahir berikan hak asuh sepenuhnya padaku! lalu hubungan kita terserah padamu mau berakhir atau berlanjut aku akan menerima" kata Beno menyudahi konflik berkepanjangan yang mulai menguras kesabarannya.
Gadis menatap Beno dengan mata berkaca-kaca.
"Beno! pernikahan bukan mainan kamu tidak bisa berbuat begitu pada Gadis!" kata Mariana meradang mendengar keputusan anak lelakinya.
"Mau bagaimana lagi mi kalau Gadis menolak saya yasudah tidak usah di paksa. tapi untuk anak di kandungan Gadis akan tetap Beno rawat"
Josh dan Mariana hanya terdiam bingung.
"Baiklah, kita rujuk" kata Gadis.
__ADS_1
***
Beno dan Gadis melakukan pernikahan kedua mereka di rumah dengan pakaian biasa dan hanya keluarga Dirgantara dan orang terdekat yang hadir. Beno nampak mengenakan stelan jas lengkap sementara Gadis ia mengenakan gaun sederhana dan rambutnya ia ikat biasa. keduanya tidak nampak seperti sepasang pengantin yang bahagia.
"Aku tidak tahu harus memberi selamat atau bagaimana?" bisik Jefry sembari menepuk bahu Beno.
Beno hanya diam sejak tadi, ia langsung pergi ke kamarnya saat acara belum usai. begitu juga Gadis yang lebih banyak diam.
"Selamat ya Dis" kata Dinda meski berat merelakan Beno kembali rujuk dengan Gadis tapi Dinda tahu pernikahan itu pasti tidak akan lama. ia masih berkesempatan mendekati Beno setelah Gadis melahirkan anaknya.
"Tapi Ben Gadis sedang hamil nanti kalau kamu kerja siapa yang menemaninya di rumah?" tanya mami.
"Gadis akan tetap beraktivitas seperti biasa di kliniknya sampai kandungannya mendekati mau melahirkan" kata Beno datar.
"Bagaimana Dis? apa kamu mau pindah rumah baru sama Beno?" tanya mami cemas.
__ADS_1
Gadis mengangguk perlahan, tidak ada lagi pilihan baginya. ia sudah rujuk sekarang hamil dan mau tidak mau harus tinggal dengan Beno.
"Yasudah kalau itu keputusan kalian berdua, tapi nanti mami dan papi sering datang ya kerumah kalian?" tanya Mami sembari menyeka air matanya.
"Iya mi, kapan saja mami bisa datang" kata Gadis.
Jadilah pagi itu Beno mengajak Gadis pindahan ke rumah mewah yang baru ia beli dengan harga fantastis. rumah itu bahkan di desain oleh teman Beno yang merupakan arsitek hebat.
desain interiornya juga mengagumkan. karena Beno penggemar ornamen kayu jadi di dalam rumah banyak unsur kayu jati. rumah itu terkesan mewah dan asri. di dalam rumah ada taman dan tempat senam untuk Gadis.
"Kamar kita bersebrangan jadi kalau ada apa-apa dengan mu cepat panggil aku" kata Beno dingin.
Adi membantu membawakan koper Gadis ke kamarnya.
"Bu saya permisi dulu" kata Adi setelah meletakan koper besar milik Gadis.
__ADS_1
Beno sudah kembali ke kantor, ia sangat sibuk untuk beberapa bulan kedepan. pekerjaannya menumpuk dan tender baru menunggu untuk ia garap. jadilah Gadis banyak sendiri di rumah besar itu. Beno selalu berangkat pagi dan pulang malam ketika Gadis sudah terlelap. begitu terus pernikahan mereka berjalan, entah sampai kapan.