Pesona CEO

Pesona CEO
Part 30


__ADS_3

"Arya?" Dengan suara lembut Gadis menyapa Arya yang terlihat sedang tertawa bersama wanita di hadapannya.


"Gadis?!" Arya terlihat panik, ia melepas pegangan tangan Jemima yang sejak tadi menggamit lengannya.


"Sayang kamu disini?" tanya Arya gugup.


Gadis tidak menjawab ia memandang wanita di samping Arya.


"Sayang jangan salah paham aku bisa jelaskan" kata Arya yang mulai ketar ketir.


"Jadi benar kamu selingkuh sama dia?!" Gadis menunjuk Jemima yang tersenyum senang menikmati pertengkaran Arya dengan Gadis. sesuai rencana nyonya Kusuma berhasil menyusupkan Jemima kedalam hubungan Arya dan Gadis.


"Tidak Dis, ini salah paham sayang aku bisa jelaskan!" Arya meraih tangan Gadis yang jelas langsung di tepis oleh Gadis.


"Gadis tunggu!" Arya mengejar gadis hingga ke parkiran. tapi Gadis segera pergi dengan mobilnya bersama Tania.


***

__ADS_1


Beno menepi dari posisinya sebagai CEO di Dirgantara Group. ia duduk sembari merokok di bangku taman. Adi asistennya menunggu di mobil sengaja membiarkan bosnya menyendiri.


Beno mengepulkan asap rokoknya, hari ini ia nampak lelah dengan sederet meeting panjang yang di jalaninya. ponselnya berdering ada panggilan telepon dari Naora.


Beno sudah berjanji akan datang ke apartemen Naora untuk makan malam bersama sahabatnya itu. ia berdiri dari duduknya berjalan menuju mobil yang terparkir di pinggir jalan. saat akan membuka pintu mobil Beno menghentikan gerakannya. pandangannya tertuju ke seberang jalan. disana ada Gadis yang terlihat berdiri sembari melamun.


Mau apa dia? jangan-jangan mau bunuh diri!


Kendaraan yang lalu lalang terlihat ramai sementara disana bukan area untuk menyebrang jalan. benar saja Gadis melangkahkan kakinya tanpa sadar akan menyebrangi jalan ramai itu. Beno bergegas berlari ia sampai harus menghentikan kendaraan yang lewat dengan gerakan tangannya.


Gadis terkejut sudah berada di tengah jalan dan ada mobil yang bertubi-tubi membunyikan klakson ke arahnya.


"Tetap di tempat mu aku akan kesana!" kata Beno sembari terus menyebrang. ia meraih tangan Gadis dan menggenggamnya lalu menariknya ke pinggir jalan raya.


Adi keluar dari mobilnya melihat pemandangan itu. ia mengamati Beno dan Gadis lalu hanya bisa menghela nafas lega melihat dua orang itu selamat.


Pak Beno sama Bu Gadis sudah mirip sinetron saja....

__ADS_1


Beno mencengkram tangan Gadis ia memandang wajah Gadis yang sembab seperti habis menangis.


"Gadis Paras Ayu! kamu sudah gila? kamu membuatku melakukan pelanggaran lalulintas!" bentak Beno kesal.


Gadis mendongakkan wajahnya menatap Beno, ia tidak menghiraukan omelan pria itu. Gadis menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya ia menangis sesenggukan.


"Ada apa? apa terjadi sesuatu?" tanya Beno yang terlihat mulai cemas.


Gadis tidak menjawab ia terus menangis, jangan harap Beno meraih Gadis ke dalam pelukannya. ia hanya memandangi Gadis dan melihat wanita itu menangis di hadapannya. sejak dulu Beno memang tidak romantis dan kurang peka dengan hal semacam ini.


"Sudah berhenti menangis, aku akan mengantar mu pulang" kata Beno sembari menelpon Adi untuk menjemputnya. Ia kembali meraih tangan Gadis memastikan agar Gadis tidak lagi ngelantur menyebrang jalan sembarangan.


Di kejauhan Arya yang berada di dalam mobil melihat Beno menggenggam tangan Gadis. ia menatap tajam penuh kebencian ke arah Beno.


Ternyata kamu juga belum move on dari mantan suami kamu Dis! buktinya sekarang saat kamu sedang sedih dan kecewa padaku, kamu mencari Beno!


Arya memukul kemudinya dengan kasar. ia lalu pergi dengan mobilnya. percuma jika sekarang Arya menghampiri Gadis untuk memberi penjelasan Gadis jelas tidak akan menerima penjelasan apapun dari Arya. bisa-bisa ia malah akan terlibat perkelahian dengan Beno. Arya ingat bagaimana Beno memukul Rei di acara ulangtahun Gadis kemarin. ia tidak mau berakhir jadi pecundang seperti Rei.

__ADS_1


__ADS_2