
"Gloria sedang bersama pak Jefry"
"Apa? kenapa bisa bersama Jefry?"
Seorang anak buah Josh Dirgantara melaporkan kegiatan Gloria.
"Tadi Gloria sempat mampir ke rumah pak Jefry lalu pak Jefry mengantarkan Gloria ke sekolah"
Ada-ada saja anak itu, masalah Beno belum selesai Gloria mulai berulah!
"Dimana Beno?"
"Pak Beno sedang meeting penting dengan kolega perusahaan pak"
"Yasudah, nanti jika Beno selesai meeting katakan pada Adi untuk meminta Beno menemuiku"
"Baik pak"
Malamnya di rumah keluarga Dirgantara sedang ada jamuan makan malam. Josh sengaja mengundang Jefry untuk datang.
Malam itu rumah mewah itu terlihat ramai. di halaman yang luas berjajar mobil mewah milik tamu yang terparkir.
Gloria terlihat sangat cantik, Beno tidak peduli mau adiknya itu cantik atau tidak. pikirannya sedang di penuhi oleh Gadis. tapi bagi Jefry kecantikan Gloria tentu menarik perhatiannya.
"Malam ini saya berterimakasih pada hadirin yang sudah datang untuk jamuan makan mal dengan keluarga kami. sekalian saya ingin mengucapkan selamat pada anak saya Gloria atas kelulusan nya dengan nilai terbaik" Josh Dirgantara memberi sambutan di sela acara makan malam.
Semua bertepuk tangan memberi selamat pada Gloria termasuk Jefry.
"Oleh karena itu saya dan Mariana sepakat untuk mengirim Gloria ke London untuk melanjutkan pendidikan"
__ADS_1
Gloria terkejut memandang papinya begitu juga Jefry. senyum yang mengembang tampak redup di wajah Jefry. tapi ia segera menyembunyikan ekspresi kecewanya.
"Papi kenapa tidak bilang dulu kalau mau mengirim ku ke London?"
"Kenapa harus bilang? ini demi masa depan kamu dan juga masa depan papi dan mami nanti"
Gloria memandang ke arah Jefry dengan mata berkaca-kaca. ia berharap Jefry bisa membantunya menahan dirinya agar tidak perlu pergi ke London.
Tapi itu tidak mungkin, Jefry tidak bisa melakukannya ia tidak memiliki kuasa apapun untuk menahan Gloria.
Beno melihat ke arah sahabatnya itu. ia menepuk bahu Jefry.
"Bagaimana menurutmu? anak itu akan di kirim ke London?" tanya Beno sengaja memancing reaksi Jefry.
"Bagus" Jawab Jefry pendek.
"Sudahlah ayo kita pergi sebentar selesai acara makan malam" ajak Beno.
"Ke bar"
Jefry mengangguk, ia memandang Gloria sekali lagi.
Kenapa aku merasa keberatan Gloria pergi? memangnya dia siapa untukku? pacar bukan, calon istri apa lagi! ayo sadar Jef dia masih anak-anak. lebih baik cari wanita dewasa di luar sana kenapa harus memacari bocil?!
Di bar Beno bercerita tentang masalah yang ia hadapi pada Jefry. soal hubungannya dengan Gadis yang tidak jelas dan soal dirinya yang sulit menghindar dari Gadis.
"Kenapa dulu sewaktu kalian menikah kamu tidak bucin sama dia? sekarang setelah berpisah kalian malah tidak bisa lepas satu sama lain!" kata Jefry sembari memainkan gelasnya.
"Entahlah.." Beno mematikan rokoknya.
__ADS_1
Sementara Jefry malah menyulut sebatang rokok untuk mengusir rasa stress.
"Kamu baru sembuh kenapa merokok?"
"Sebatang rokok tidak akaan membunuh pria dewasa sepertiku" jawab Jefry.
Beno tertawa kecil, ia tahu Jefry pasti sedang kepikiran soal Gloria yang akan kuliah ke London. Beno sudah lama berteman dengan Jefry ia tahu Jefry sudah jatuh cinta pada Gloria.
"Jef, menikahlah usiamu sudah cukup untuk menikah" kata Beno menasehati sahabatnya.
"Aku ingin menikah tapi melihat pernikahanmu aku jadi parno menikah!"
"Brengsek!" Beno memukul lengan Jefry.
"Lalu apa Gadis marah padamu?"
"Hmm dia tidak mau melihat wajahku!"
"Lalu bagaimana dengan Dinda?" Jefry tersenyum jahil.
"Dinda? entahlah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengannya nanti aku akan menemuinya bertanya tentang kasus perceraiannya"
"Apa dia bisa menggantikan posisi Gadis di hatimu?" tanya Jefry lagi.
Beno hanya tersenyum, ia tidak mengiyakan tapi juga tidak menepis.
*
*
__ADS_1
Guys disini sosok Beno memang sedikit buaya buntung ya....jadi jangan heran kalau ada nama-nama wanita lain selain Gadis. 😅