Pesona CEO

Pesona CEO
BAB 22


__ADS_3

Gadis duduk di depan meja kerjanya ia terlihat bimbang sembari meremas ponselnya. terang saja Gadis bingung ia dapat undangan untuk berkumpul bersama keluarga Dirgantara merayakan kesembuhan Beno yang baru pulang dari rumah sakit. tapi Gadis sudah berjanji pada dirinya jika ia akan menjauh dari keluarga mantan suaminya.


Mengingat Beno terluka karena dirinya, Gadis sebenarnya tidak enak menolak undangan dari mami Mariana tapi apa boleh buat Gadis ingin melupakan masalalunya bersama Beno.


"Yah aku harus tegas! aku tidak akan datang" kata Gadis penuh kesungguhan.


"Nggak akan datang kemana?" Suara Arya yang tiba-tiba terdengar membuat Gadis tersentak. ia menoleh ke arah pintu ruangannya. ternyata Arya berdiri di ambang pintu entah sejak kapan dan Gadis tidak menyadarinya.


"Arya?" Gadis terlihat sedikit panik ia cemas jika Arya mendengar ocehannya tadi.


Apa tadi aku menyebut nama Beno ya? Arya dengar nggak ya?


"Emang kamu mau kemana sayang?" tanya Arya sembari berjalan mendekati Gadis.


"Oh ini...apa ...ada teman ngasih undangan pesta ulang tahun"


"Kenapa tidak datang? aku temani?" kata Arya memamerkan senyum ramahnya.

__ADS_1


"Nggak perlu sayang, hanya teman lama" kata Gadis mencoba mengelak. ia segera memasukan ponselnya kedalam tas agar Arya tidak membaca chat nya dengan mami Mariana.


"Yasudah makan siang yuk"


Gadis mengangguk berdiri dari duduknya lalu menggamit tangan Arya. keduanya berjalan keluar dari klinik Beauty menuju parkiran mobil.


"Pakai mobilku aja ya" tawar Arya. Gadis mengangguk ia terlihat senang saat Arya membukakan pintu mobil untuk nya. meski itu perhatian kecil tapi Gadis senang merasa di manja oleh pacarnya.


"Kamu mau makan dimana sayang?" tanya Arya sambil mengemudikan mobilnya.


"Dimana ya bingung .."


Gadis sebenarnya mau saja makan ketoprak langganannya. tapi untuk mengantisipasi agar tidak bertemu Beno seperti kemarin lebih baik Gadis menghindar dan makan di tempat lain saja.


"Lagi nggak pingin, kita ke restoran Jepang aja gimana?"


"Restoran Jepang? oke lah" Arya melajukan mobilnya menuju salah satu restoran Jepang ternama di ibu kota.

__ADS_1


Tidak berapa lama keduanya tiba di salah satu restoran yang menyajikan berbagai masakan dan makanan Jepang.


Jadilah Gadis dan Arya memesan sushi dan teh hijau. saat sedang asyik menikmati makanan tiba-tiba ada seorang wanita cantik menghampiri Gadis dan Arya.


"Hai Arya" wanita itu menyapa Arya. Gadis melirik Arya yang terlihat sedikit gugup karena kemunculan wanita cantik dengan pakaian agak terbuka itu.


"Jemima kamu disini?" Arya sontak berdiri dari duduknya lalu bersalaman dengan wanita bernama Jemima. Gadis tetap duduk santai memakan sushi yang terhidang di hadapannya.


"Sayang kenalin ini klien aku Jemima" kata Arya terlihat dari pandangan matanya ia seperti meminta Gadis agar sedikit ramah pada Jemima.


"Hai, aku Gadis" kata Gadis dengan senyum manis. Jemima mengulurkan tangannya ia terlihat sedikit sinis dengan Gadis.


Seorang wanita jika bertemu dengan wanita yang lebih cantik ada dua hal yang ia rasakan yang pertama kagum yang kedua iri. dan Jemima sepertinya menganut perasaan yang kedua yaitu iri pada penampilan Gadis yang memang terlihat cantik. secara dokter kecantikan mana ada yang biasa-biasa saja paling tidak mereka terlihat mencolok dengan kulit sehat dan tampilan fisiknya.


"Gadis ini pemilik klinik Beauty lho, kamu tahu klinik itu?" tanya Arya.


"Iya tahu, mungkin lain kali aku akan datang ke klinik Beauty untuk perawatan" kata Jemima sembari memandang sinis ke arah Gadis yang terlihat sedang mengunyah sushi di mulutnya yang terlihat penuh.

__ADS_1


Gadis terlihat biasa saja pada Jemima, ia tidak iri atau cemburu karena Arya juga terlihat biasa saja memperlakukan Jemima layaknya kliennya. lagipula Gadis percaya dengan Arya jika Arya Kusuma tidak mungkin menyakitinya dengan berselingkuh.


__ADS_2