
Beno mengantarkan Naora ke bandara, ia melambaikan tangannya pada Naora sebagai tanda sampai berjumpa kembali. itu artinya Beno masih ingin melihat sahabatnya itu saat nanti kembali dari Paris.
"Pak ayo kita sudah di tunggu meeting" kata Adi yang mulai tidak sabar dengan drama bosnya.
Beno melangkah memasuki mobil tanpa protes. Adi melajukan mobil meninggalkan bandara menuju Dirgantara Group.
Di meeting room Dirgantara Group, Josh terlihat kesal menunggu putranya calon pewaris harta terbanyaknya tidak juga datang. beberapa kali ia melihat jam tangan lalu melihat ke arah pintu.
"Kemana Beno? apa dia tidak tahu kalau siang ini ada meeting penting?!" semua di ruangan terdiam dan menunduk pasrah di marahi oleh pemilik perusahaan.
Tidak berapa lama pintu terbuka, Beno melangkah memasuki ruangan di ikuti Adi. Josh hanya memandang tajam ke arah putranya. sejak kecil ia menanamkan kedisplinan tinggi pada Beno. kunci kesuksesan adalah disiplin itu falsafah yang selalu di pegang teguh oleh Josh Dirgantara tapi agaknya anak lelakinya tidak memegang prinsip yang sama dengannya.
Beno berdiri kaku sembari merapikan dasinya yang sebenarnya sudah rapi. ia hanya sedikit cemas karena tahu kalau papinya sedang marah padanya.
"Maaf saya sedikit terlambat" kata Beno pada semua orang di ruangan meeting itu.
"Sedikit?!" Josh mencoba mengendalikan amarahnya pada Beno. nanti saja ia akan memarahi Beno di ruang kerjanya.
__ADS_1
"Baiklah tidak perlu buang waktu lagi, cepat mulai meetingnya!" kata Josh yang duduk di kursi paling depan.
Beno memimpin meeting siang itu di saksikan sang ayah. salah satu cabang Dirgantara Group sedang memegang tender besar pembuatan sebuah wisma olahraga dengan dana fantastis. Beno tentu saja yang lulusan insinyur sipil itu yang memimpin langsung jalannya pengembangan proyek.
"Tepatnya kapan proyek akan di mulai?" tanya Josh.
"Dalam Minggu ini pak" jawab Beno.
"Pastikan tidak ada kesalahan apapun, aku ingin mega proyek ini berhasil dan bisa lebih mengangkat nama perusahaan untuk lebih maju dan lebih besar lagi"
"Baik pak, saya pastikan jika semua akan berjalan lancar. untuk semua pekerja yang terlibat di Mega proyek ini saya dan Adi langsung yang menentukannya"
***
Dokter Gadis berada di klinik Beauty ia menerima jam konsultasi kecantikan. hari ini ada promo yang di berikan oleh kliniknya untuk perawatan kecantikan bagi pelanggan khusus yang memiliki member diamond.
Salah satu member Beauty bernama nyonya Wang terlihat melakukan treatment siang itu. wanita kaya raya itu terlihat sedang di tangani langsung oleh dokter Gadis.
__ADS_1
"Saya seperti pernah melihat wajah anda tapi dimana ya?" tanya nyonya Wang di sela treatment yang ia jalani.
Gadis hanya tersenyum, ia sebenarnya mengenal nyonya Wang. wanita itu adalah teman arisan mami Mariana mantan mertuanya.
"Oh iya kamu menantu di keluarga Dirgantara bukan? istri dari Beno?"
Gadis tidak menggubris nyonya Wang, ia fokus memberikan perawatan yang terbaik di wajah wanita paruh baya itu.
"Eh tapi kalau tidak salah kalian sudah berpisah ya? kenapa sih?"
Dari sinilah kadang Gadis jemu, ia malas menjawab pertanyaan berulang soal perpisahannya dengan Beno. tapi di sisi lain ia juga tidak bisa mengabaikan pelanggan apa lagi pelanggan yang uangnya banyak.
"Iya Bu, ya mungkin tidak jodoh" jawab Gadis klise.
"Oh itu jawaban klise! kamu kayak artis-artis di tv saja. kenapa sih dok kog kalian berpisah? apa karena orang ketiga? saya dengan putra sulung keluarga Dirgantara itu play boy. yah maklum selain tampan juga banyak harta yakan....!" nyonya Wang tertawa girang dan terlihat puas. Gadis hanya tersenyum masam, dalam hati ia mengumpat kesal. untung separuh wajahnya tertutup masker jadi nyonya Wang tidak bisa melihat emosi Gadis yang membara saat si nyonya mengulik perceraiannya dengan Beno.
Selesai treatment dengan nyonya Wang, dokter Gadis bergegas menuju ruang meeting di kliniknya. ia meluncurkan produk baru berupa serum. Gadis mempresentasikan manfaat dari serum kecantikan itu pada kolega dan para reseller.
__ADS_1
"Saya harap penjualan kita akan semakin meningkat, dan serum ini adalah serum khusus jadi sebelum pemakaian tolong konsumen di minta untuk konsultasi secara online dengan saya terlebih dahulu tentang kondisi kulit wajahnya" kata dokter Gadis memberi pesan pada semua yang terlibat dalam peluncuran produknya. ia tidak mau terjadi kesalahan sehingga berakibat fatal nantinya. tidak jarang ada kasus dokter kecantikan di tuntut karena salah pemberian treatment atau produk pada konsumennya.