
Dokter Gadis duduk di ruang kerjanya di klinik Beauty. ia termenung memandang kartu undangan ulang tahun mantan mama mertuanya yaitu nyonya Mariana Dirgantara. sejauh ini hubungannya dengan Mariana masih sangat baik meski Gadis bukan lagi menantu utama di keluarga Dirgantara.
Tuk tuk...
Pintu ruang kerja Gadis di ketuk dari luar.
"Masuk"
Tania wanita cantik blasteran yang merupakan sahabat karib Gadis siang itu mengunjungi klinik Beauty. selain untuk perawatan Tania juga ingin mengobrol dengan Gadis.
"Hai Tan, duduk" kata Gadis sumringah.
Tania duduk di kursi tepat di depan meja kerja dokter Gadis. ia sempat melirik undangan berbalut pita cantik berwarna ungu.
"Mantan mertua?" tanya Tania tanpa ba-bi-bu.
__ADS_1
"He'em, kog kamu tahu?"
"Siapa lagi pecinta warna ungu kalau bukan nyonya Dirgantara?" sindir Tania. ia sempat bertemu Mariana saat Gadis masih berstatus istri Beno.
"Mama mau ulang tahun besok malam, aku bingung mau datang atau tidak" kata Gadis yang meminta pendapat Tania secara samar.
"Kalau menurut ku lebih baik datang saja tapi kalau kamu tidak nyaman ya tidak usah datang, temui saja secara formal di hari berikutnya"
"Tapi aku tidak enak Tan kalau tidak hadir di pesta mama Mariana nanti"
Gadis terdiam, sesungguhnya sejak tadi hal itulah yang mengganggu pikirannya. Gadis sedang mencoba menghindari bertemu Beno. ia benar-benar ingin menghapus Beno dari kehidupannya tanpa meninggalkan jejak apapun.
"Dis kenapa kamu tidak ajak Arya saja?"
"Mengajak Arya?!" Gadis mengerutkan keningnya. sebenarnya itu ide bagus untuk datang ke pesta mama Mariana dengan Arya. tapi entah kenapa Gadis merasa canggung dan tidak yakin untuk mengajak Arya.
__ADS_1
"Tidak usah terlalu dipikirkan Dis, yuk ah aku mau perawatan" kata Tania.
Gadis dan Tania pergi ke ruang perawatan. Gadis memberikan beberapa treatment pada sahabat baiknya itu. wajah Tania sudah cantik jadi tidak perlu banyak perawatan ini dan itu ia sudah terlihat perfek.
Selesai bekerja di kliniknya, dokter Gadis bergegas pulang ke rumah. ia membuka lemari pakaian yang ada di kamarnya. sepertinya koleksi gaunnya sudah terlalu tua. ia tidak memiliki gaun baru. setelah perpisahannya dengan Beno memang Gadis hampir tidak pernah mendatangi pesta apapun dan tidak berbelanja gaun.
Gadis memutuskan untuk pergi ke butik langganannya. ia memilih gaun yang sekiranya pas dengan tubuhnya. dulu jika di keluarga Dirgantara mengadakan pesta sudah pasti mama Mariana mengundang desainer ternama untuk merancang baju keluarga. pasti Beno yang terlalu rewel dan banyak protes. terkadang ia tidak cocok dengan pilihan warna atau bahan yang di pakai desainer.
Tanpa sadar tangan Gadis menyentuh sebuah gaun berwarna biru terang. warna gaun itu akan terlihat menyala di kulit putihnya. tapi atasan nya sedikit terbuka.
Gadis mengurungkan pilihan pertamanya, ia mendapati sebuah gaun berwarna hijau gelap tertutup dan modelnya sederhana tapi terlihat elegan. akhirnya Gadis menjatuhkan pilihannya pada gaun hijau gelap itu.
Sekarang tinggal memikirkan kado apa yang akan ia berikan pada mantan mama mertuanya. Mariana menikah dengan Josh Dirgantara yaitu papinya Beno. wanita itu bergelimang harta dan sudah memiliki segalanya. barang branded dari tas, sepatu, gaun dan perhiasan ia sudah tentu memiliki koleksi di rumahnya.
Gadis akhirnya memilih memberikan sebuah gelang dengan berlian kecil di tengahnya. meski tidak terlalu mahal tapi cukup untuk sebuah kado ulang tahun dari mantan menantu kesayangan untuk mama mertua kesayangan.
__ADS_1