
Di rumahnya Surya terlihat termenung memikirkan tawaran Arya. Di depan Arya ia menyanggupi rencana kerja sama itu tapi sesungguhnya Surya tidak akan rela jika Gadis berpisah dari Beno.
Bagi Surya menantunya itu adalah tambang emas yang tidak akan habis hartanya sampai tujuh turunan. menurut informasi yang Surya dapatkan jika Gadis berpisah dari Beno ia akan mendapatkan sepertiga harta Beno.
Sepertiga saja nilainya sudah fantastis apa lagi jika Gadis mendapat separuh harta Beno pasti lebih bombastis lagi. Surya tertawa membayangkan dirinya ikut bergelimang harta dan hidup enak jika anaknya masih menjadi istri Beno dan terdaftar sebagai ahli waris keluarga Dirgantara.
***
Di kediamannya Beno telah siap dengan stelan tuksedo dan dasi kupu-kupu berwarna hitam yang melengkapi penampilannya malam itu. Ia sedang memainkan ponselnya sembari menunggu Gadis selesai berdandan.
"Dis ayolah ..." kata Beno mulai tidak sabar. Gadis berdiri membelakangi Beno.
"Tolong dikancingkan gaunku" kata Gadis meminta bantuan.
"Kenapa pakai gaun ini?" tanya Beno sembari memandang kulit punggung Gadis yang mulus. Bagian depan gaun itu bahkan menampakan lekuk indah dada Gadis. Beno benar-benar meradang dan meminta Gadis mengganti gaunnya.
"Tapi Ben waktunya tidak cukup" kilah Gadis hang malas berganti gaun lagi.
__ADS_1
"Aku tidak peduli cepat ganti gaun mu atau kamu tidak usah ikut ke pesta?"
Beno akan menghadiri pesta pembukaan cabang perusahaan. sudah pasti ia akan menjadi sorotan begitu juga pasangannya. Beno tidak ingin mata para lelaki memandang keindahan tubuh istrinya.
Gadis membuka lemari pakaiannya dan meraih satu gaun berwarna pastel yang tidak terlalu terbuka. Ia segera menggantinya di depan Beno yang terus mengawasinya.
"Ini jauh lebih baik" kata beno.
Gadis menggamit lengan Beno, keduanya berjalan menuju mobil. karena Adi sedang sibuk menyiapkan pesta perusahaan jadilah Beno membawa mobilnya sendiri. Gadis duduk diam di samping Beno sembari melihat pemandangan malam kota Jakarta yang selalu sesak.
"Kemarin siang aaku bertemu Arya" kata Gadis keceplosan. mungkin seharusnya ia tidak membuat mood Beno jadi jelek.
Gadis menoleh memandang Beno yang tidak peduli dengan ucapannya soal pertemuannya dengan Arya.
Mobil Beno tiba di salah satu gedung besar yang merupakan cabang perusahaan Dirgantara Group. Adi bergegas mendekat membukakan pintu mobil untuk Beno dan Gadis.
Gadis berjalan di sisi Beno yang dengan ramah menyapa para tamu di pesta. semua berpakaian formal dan terlihat banyak wanita cantik dengan gaun indah di ruangan itu. sudah pasti mereka adalah pendamping para bos pengusaha besar pemilik perusahaan yang menjadi kolega Dirgantara Group.
__ADS_1
Tiba-tiba seorang perempuan cantik datang menghampiri Beno. dengan seenaknya ia mencium pipi Beno bahkan merangkul pinggangnya tanpa mempedulikan keberadaan Gadis di samping Beno.
"Hai Ben lama tidak bertemu, apa kabar?" tanya perempuan yang berhasil memantik kecemburuan Gadis.
"Alexandra, aku baik kapan kembali dari Jepang?" tanya Beno ramah.
Rasanya Gadis ingin menumpahkan minumannya ke gaun wanita bernama Alexandra itu. ia begitu cantik dan sexy dengan gaun terbuka dan menampakkan dadanya yang hampir membuncah keluar.
tadi Beno melarang ku mengenakan gaun sedikit terbuka sekarang dia memanjakan matanya dengan pemandangan wanita di depannya! dasar genit!
Gadis melangkah pergi sedikit menjauh dari Beno. ia terus mengawasi gelagat suaminya itu yang sejak tadi terus beramah tamah dengan wanita cantik. inilah salah satu yang membuat pernikahan pertama Beno dan Gadis goyah. Beno yang selalu menjadi pusat perhatian wanita tanpa mempedulikan perasan istrinya dan Gadis yang rasa cemburunya juga besar. dua-duanya sama saja.
.
.
__ADS_1