
"Beno papi mau hari ini kamu datangi Gadis, minta maaf padanya" kata Josh di rumah tengah sebelum keduanya berangkat ke perusahaan.
"Iya pi"
"Jika Gadis tidak mau bertemu dengan mu atau ia meludahi mu sekalipun kamu harus tetap minta maaf! ini menyangkut harga diri Gadis dan keluarga kita"
"Iya pi"
Josh menghela napas berat, Beno membuatnya pusing. dulu saat ia menjodohkan Beno dengan Gadis ia sudah merasa lega. Josh melihat banyak perbedaan dalam diri Beno ke arah positif saat Gadis disisinya. tapi karena Beno dan Gadis memutuskan untuk berpisah Josh sebagai orang tua tidak bisa menahan. bagaimanapun yang menjalani biduk perkawinan adalah Beno dan Gadis.
Siang itu di sela kesibukannya yang sangat padat Beno mendatangi klinik Beauty untuk menemui Gadis. sesuai dengan dugaannya Gadis menghindari dirinya.
"Maaf pak, dokter Gadis sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu" begitu kata asisten Gadis.
Beno berdiri di ruang tunggu klinik Beauty sesuai janjinya pada papi kalau ia tidak akan menyerah sebelum Gadis memaafkannya.
"Hai Ben" Tania tiba di klinik untuk menemui Gadis juga. ia berpapasan dengan Beno di ruangan tunggu.
"Tania?! kamu mau bertemu Gadis? tolong bujuk Gadis untuk mau menemuiku sebentar saja" kata Beno sembari meraih tangan Tania dan memohon.
Untuk sesaat Tania malah hilang fokus begitu Beno memegang tangannya.
Pantas Gadis tidak bisa lepas dari Beno! pria ini sungguh paket komplit. tampan, body nya bagus, berkarisma, kaya raya dan daya pikatnya luar biasa! pantas banyak kaum hawa yang tergila-gila padanya.
"Tania?..." Beno menggoyangkan tangan Tania yang ia genggam. kewarasan Tania segera kembali.
"Eh iya Ben tapi aku nggak janji ya"
__ADS_1
"Gadis pasti sudah bercerita sama kamu ya soal permasalahan kami?" tanya Beno lagi.
Tania mengangguk canggung merasa tidak enak karena menjadi tempat curhat Gadis soal hal pribadi antara Gadis dan Beno.
"Tolong Tania, bantu aku jika Gadis tidak mau bertemu denganku paling tidak bujuk Gadis untuk mau mengangkat telepon ku"
Tania kembali mengangguk pasrah. ia tidak bisa menolak permohonan Beno yang di bumbui dengan pria itu memegang tangannya.
Beno meninggalkan klinik Beauty membiarkan Tania untuk membujuk Gadis. ia kembali ke Dirgantara Group karena akan ada meeting dengan kolega besar dan Beno selaku CEO harus hadir di meeting.
***
Since pindah ke bocil Gloria
Gloria menemui Jefry di rumah pria itu. ia mendengar kabar dari. Beno jika Jefry sedang tidak enak badan. karena itu Gloria datang menjenguk hingga membolos sekolah.
"Masuk saja Glow, Jefry paling sedang tidur" kata mama Jefry.
"Iya tante" Gloria membuka pintu kamar Jefry. benar saja pria itu sedang tertidur. wajahnya sedikit pucat. Gloria meletakkan telapak tangannya di kening Jefry untuk mengukur suhu tubuh.
Jefry membuka matanya, ia terkejut mendapati Gloria berada di dekatnya terlebih di kamar pribadinya.
"Glow?! kamu? kenapa disini!" Jefry segera bangkit. ia merasa pusing kepalanya berat seperti tertindih batu. Jefri memijat pelipisnya.
"Kak Jef, maaf aku mengganggu mu tadi pagi kak Beno bilang kakak sakit jadi aku kemari untuk menjenguk"
Jefry menatap Gloria yang mengenakan seragam sekolah menengah lengkap dengan jaket.
__ADS_1
"Kamu bolos ya?" tanya Jefry tambah pusing melihat Gloria.
"Iya sih, tapi hari ini hanya perayaan kelulusan kog jadi nggak masuk juga nggak apa-apa"
"Pergilah, kakak mau istirahat kamu sebaiknya tetap ke sekolah"
"Tapi kak, aku sudah lulus dan hari ini hanya pesta kelulusan saja aku tidak mau ke sekolah"
"Tidak mau ke sekolah!" Gloria bersikeras tidak mau ke acara kelulusan sekolahnya. ia menganggap menjenguk Jefry lebih penting dari pesta kelulusan di sekolah.
Jefry berdiri lalu berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. tidak berapa lama ia keluar dengan mengenakan kemeja hitam dan celana jeans.
"Ayo kakak antar ke sekolah" Jefry menarik pelan lengan Gloria sembari berjalan keluar dari kamarnya.
"Tapi kakak masih sakit!"
Jefry tidak menggubris Gloria, ia berpamitan pada mamanya lalu pergi dengan mobilnya mengantar Gloria ke acara kelulusan.
Setibanya di sekolah Jefry menunggu Gloria di mobil sambil beristirahat. beberapa teman Gloria tampak mencuri pandang ke arah Jefry yang tadi sempat keluar mobil.
"Glow kamu diantar kak Jef?" tanya salah satu anggota gank Gloria.
"Iya dong"
"Memang kalian sudah jadian?"
Gloria mengangguk tersenyum membuat temannya heboh dan bersorak. Jefry yang mengamati dari dalam mobil tidak tahu apa yang sedang para remaja itu bicarakan sampai mereka bersorak kegirangan.
__ADS_1