Pesona CEO

Pesona CEO
Part 58


__ADS_3

"Kamu mau bawa saya kemana Adi?" tanya Gadis karena Adi membawanya dan Charllote berputar-putar kota tidak jelas.


"Sebentar lagi sampai bu"


"Perasaan kita sudah lewat kawasan Dirgantara Group ini sebanyak dua kali! Apa kamu lagi tidak ada kerjaan? Memangnya pak Beno nggak ngasih tugas apa-apa buat kamu kerjakan?"


Lha ini saya lagi ngerjain tugas dari pak Beno...


"Oh hari ini bapak meminta saya untuk mengajak ibu jalan-jalan dengan baby Charllote"


"Iya tapi jalan-jalannya jangan keliling kota naik mobil berputar-putar jalan yang sama Di, saya pusing"


"Iya bu maaf" Adi menyentuh earphone yang sejak tadi terpasang di telinganya untuk menerima laporan dari para staf desain interiornya Dirgantara Group yang sedang merampungkan klinik baru buat Gadis.


Setelah semua siap Adi menghentikan mobilnya di depan gedung baru itu.


"Tempat apa ini? Seperti klinik kecantikan?"

__ADS_1


"Iya bu, barangkali bu Gadis mau memanjakan diri dengan perawatan"


"Enggak ah saya nggak minat! Saya bisa melakukan perawatan sendiri!" Gadis mulai murka pada Adi yang menurutnya sangat menyebalkan hari ini.


"Ayo lah bu lihat sebentar saja, saya mohon bu"


"Apa sih?! Saya nggak mau Adi kamu jangan memaksa saya ya!"


"Tapi bu ada pak Beno di dalam"


"Beno? Kamu bilang Beno sedang meeting penting"


Gadis melangkahkan kakinya dengan cepat memasuki gedung itu di ikuti suster yang menggendong Charllote di belakangnya.


"Surprise!!!" Pita warna warni berhamburan saat Gadis membuka pintu. Di dalam ruangan itu ada papi dan mami, Tania, pak Surya dan beberapa orang yang Gadis tidak kenal.


"Bu ini klinik Beauty yang baru, ini merupakan kejutan dari pak Beno yang di siapkan sejak beberapa hari yang lalu" kata Adi memberi penjelasan.

__ADS_1


Mata Gadis memanas ia merasa ada yang menggenang di pelupuk matanya. Gadis sangat bahagia dengan kejutan itu. Ia memeluk mami dan papi lalu ayahnya. Pandangan Gadis mencari keberadaan suaminya di ruangan itu tapi tidak nampak ada Beno disana.


Semua ikut senang dan memberi selamat pada Gadis.


"Tuh kan Dis apa aku bilang suami kamu pasti peduli dengan karir kamu, terbukti kan?" kata Tania.


Gadis mengangguk haru, ia sempat menyesal karena mengabaikan Beno kemarin. Seharusnya Gadis tidak berbuat begitu pada Beno.


"Apa meetingnya selesai masih lama Di?" tanya Gadis yang tidak sabar ingin bertemu Beno.


"Meetingnya bisa sampai malam bu karena ada klien dari luar negeri yang datang"


Gadis tersenyum memahami kesibukan Beno. Ia berbalik badan bergabung dengan yang lain untuk menikmati minuman segar dan buah serta makanan yang berjajar di atas meja panjang.


Pintu gedung terbuka, seseorang melangkah masuk. Gadis menoleh ia langsung setengah berlari menghampiri begitu tahu yang datang adalah Beno.


Beno memberikan buket bunga untuk Gadis sembari tersenyum manis. Gadis menerima buket itu. Ia berjinjit mencium bibir Beno dengan mesra dan lembut.

__ADS_1


"Cieeeee...!!" yang lain langsung bersorak melihat keromantisan antara Beno dan Gadis yang jarang terjadi di depan umum. Adi siaga dengan kameranya, ia berhasil mendapatkan gambar yang paling epik dari semua momen yaitu ketika Beno dan Gadis berciuman mesra.


__ADS_2