Pesona CEO

Pesona CEO
Part 46


__ADS_3

Beno dan Gadis membawa baby Charlotte pulang ke rumah mereka. Gadis bahkan tercengang melihat dekorasi kamar baby-nya yang di buat mewah oleh Beno.


Sebelum melahirkan kamar itu memang sudah di desain mewah dengan di isi berbagai perabot dan keperluan bayi. tapi Beno menambahkan kan lagi beberapa barang dan hiasan di kamar baby Charlotte agar terlihat lebih mewah lagi.


"Kamar ini apa tidak berlebihan Ben?" gumam Gadis.


Beno yang menggendong Charlotte pun mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.


"Tidak ada yang berlebihan jika itu untuk putriku" jawab Beno.


Gadis hanya menggeleng, Beno terlihat begitu mencintai dan menyayangi Charlotte. bahkan sejak dari rumah sakit hingga sampai di rumah Beno yang menggendong putrinya bukan Gadis.


"Kenapa putriku menangis apa di mau minta asi lagi?" tanya Beno berjalan menghampiri Gadis.


Gadis meraih Charlotte kedalam dekapannya. ia meminta Beno keluar ruangan.


"Kenapa aku harus keluar? tidak masalah aku ada disini. aku juga sudah melihat semua jadi kalau hanya melihat mu memberi asi pada putriku tidak masalah bukan?"


Gadis malas berdebat, ia membiarkan si gila Beno tetap ada di ruangan itu dari pada Beno terus mengoceh yang membuat Gadis malu.

__ADS_1


Beno duduk di lantai bersandar sofa besar tempat Gadis sedang memberi asi pada baby Charlotte. wajah Beno terlihat sangat lelah. ia belum tidur sejak kemarin dan di tambah beban pekerjaan yang belum terselesaikan.


"Tidurlah" Gadis menyentuh lembut bahu Beno.


Beno mendongakkan wajahnya menatap Gadis.


"Tapi aku masih ingin menggendong putri kita"


"Charlotte sedang tertidur, jadi kamu juga tidur saja nanti setelah kalian bangun bisa bermain lagi"


Beno mengangguk menuruti ucapan Gadis. tubuhnya memang terasa lelah. Dengan gontai Beno berjalan keluar kamar Charllote setelah ia mengecup pipi baby-nya itu.


"Adi....Adi!" Beno mencari keberadaan asistennya.


Beno tidak lagi bicara ia menyeret langkahnya menuju kamarnya lalu ambruk di tempat tidur. Beno terlelap saking lelahnya.


***


Beberapa hari baby Charlotte di bawa pulang ke rumah Beno. Gadis hampir setiap malam terjaga karena bayinya menangis meminta asi.

__ADS_1


Gadis menjalankan tugasnya sebagai ibu tanpa mengeluh meski tubuhnya terkadang remuk redam karena kelelahan. satu hal yang membuat Gadis sedih ia taku Beno akan mengabaikannya setelah Charllote lahir. lebih seram lagi jika Beno mendepak Gadis dari rumah itu dan menjauhkannya dari anak mereka.


Pagi itu Beno sudah terlihat rapi dengan stelan jasnya. ia sibuk berbicara di telepon membahas pekerjaan. Adi membantu mempersiapkan semua keperluan Beno sebelum ke kantor. Adi merapikan dokumen dan membawakan laptop Beno dari ruang kerja menuju mobil.


Beno menyempatkan diri untuk ke kamar Charllote sebelum berangkat bekerja. ia ingin menggendong putrinya dulu sebelum pergi.


"Hai kesayangan Daddy". Beno meraih Charllote dari tempat tidurnya lalu menggendongnya.


Sementara Gadis terdengar berada di kamar mandi. ia sedang membersihkan diri mumpung bayinya tidur. Gadis tidak tahu kalau Beno membangunkan putrinya itu.


Tangis Charllote terdengar keras karena terganggu tidurnya.


"Tenang sayang Daddy di sini" kata Beno mencoba menenangkan bayinya yang tak kunjung diam. Gadis keluar dari kamar mandi menatap geram ke arah Beno.


"Charllot menangis..." kata Beno pelan yang merasa wajah Gadis menyeramkan seolah ingin menelannya.


"Pergilah ke kantor!" kata Gadis menggertakan giginya saking kesalnya sembari meraih bayinya.


"Iya baiklah, Daddy pergi dulu ya sayang nanti malam kita bermain...." Beno mengecup pipi Charllot dan tak lupa ia juga mencium kening Gadis.

__ADS_1


Amarah Gadis langsung menghilang, rasanya kehangatan mengaliri hati Gadis saat tadi Beno mengecup keningnya.



__ADS_2