Pesona CEO

Pesona CEO
Part 52


__ADS_3

Setelah menidurkan Charllote, Gadis kembali ke kamar Beno. keduanya mulai tidur bersama di satu kamar. hubungan Gadis dan Beno sudah mulai cair dan lebih baik dari sebelumnya.


Beno baru saja selesai mandi. ia mengenakan baju santai kaos berwarna hitam polos dan celana panjang berwarna putih. kulitnya terlihat bersih dan segar. Beno selalu saja terlihat tampan sejak dulu. Gadis sering berpikir ia tidak perlu repot mengurus masalah kulit dan memberikan treatment pada Beno karen pria itu sudah tampan dari sananya.


"Ben..." panggil Gadis saat Beno mulai merebahkan dirinya di ranjang.


"Hmmm"


"Apa pendapatmu tentang ayah?" tanya Gadis.


"Apa kamu senang bertemu ayah mu?" tanya Beno sambil memandang mata Gadis.


Gadis mengangguk sembari tersenyum lebar. matanya juga berbinar itu artinya Gadis memang tulus sayang pada ayah kandungnya.


"Ayo tidur" Beno menarik Gadis ke dalam pelukannya. ia tidak ingin pembahasan tentang Surya di bahas di saat jam menjelang istirahat karena itu bisa merusak mood Beno yang sedang baik-baik saja.


***


Paginya Gadis sudah bangun lebih awal. ia ke kamar Charllote untuk memeriksa apakah suster yang baru menjaganya dengan baik semalam.


Setelah dari kamar anaknya, Gadis segera menyiapkan keperluan Beno ke kantor.


"Ben ayo bangun sudah siang" Gadis menyibak tirai hingga cahaya matahari pagi menembus kisi-kisi jendela besar di kamar itu.


Beno menutup wajahnya dengan telapak tangan karena silau.


"Hmmm Dis silau"


"Sarapan sudah siap, Adi juga sudah menunggu di bawah jadi cepatlah"

__ADS_1


Dengan malas Beno beranjak ke kamar mandi. Sementara Gadis menyiapkan makanan untuk ayahnya di dapur. Siang ini Gadis mau ke rumah pak Surya untuk mengunjungi ayahnya.


"Bekal? Aku sudah sarapan di rumah kenapa membuat bekal?" tanya Beno saat melihat kotak bekal bertumpuk di atas meja makan.


"Oh itu buat ayah, nanti siang aku mau ke rumah ayah boleh kan?"


Beno mengangguk samar, sebenarnya Beno kurang suka dengan surya tapi mau bagaimana lagi dia adalah ayah kandung Gadis yang merupakan mertua Beno.


"Pak kita mau ke kantor langsung apa ke proyek dulu?" tanya Adi begitu melihat Beno berjalan menghampiri mobil.


"Kita ke kantor dulu saja aku mau bertemu papi"


Gadis menggendong Charllote sembari mendekat ke arah Beno. Ia menyerahkan Charllote pada Beno untuk ritual pagi. Sebelum ke kantor Beno selalu menggendong dan menciumi Charlotte lebih dulu baru setelahnya ia berangkat bekerja.


"Nanti kalau ketempat Surya...maksudku ayah mu ajak juga suster biar nanti dia yang jaga Charllote, jangan terlalu lama Dis cepat pulang" Beno khawatir nanti terlalu asyik Gadis berbincang dengan ayahnya ia malah tledor menjaga Charllote.


"Iya ..." Gadis melambaikan tangan pada Beno yang memasuki mobilnya.


"Ada apa Adi?"


"Pak di loby ada pak Surya"


"Surya? mau apa kemari? apa dia pikir Gadis bekerja disini?"


"Pak Surya bukan mencari bu Gadis tapi mau bertemu anda"


"Baiklah bawa dia kemari"


Adi bergegas ke loby untuk menjemput Surya dan mengantarkannya ke ruang kerja Beno. begitu tiba di ruangan Beno, Surya terbelalak melihat ruangan itu. ia tidak pernah melihat kantor semewah itu.

__ADS_1


"Silahkan duduk pak Surya" kata Beno mempersilahkan ayah mertuanya duduk di sofa.


"Anda ingin minum apa pak?" tanya Adi.


"Kopi saja"


"Ada perlu apa pak Surya bertemu saya?" tanya Beno datar.


"Begini nak Beno, kebetulan nak Beno kan seorang pengusaha besar dan menjabat CEO utama juga, ayah punya sedikit usaha yang macet dan perlu modal"


Beno sudah mulai tahu kemana arah pembicaraan mertuanya.


"Berapa?" tanya Beno tegas dan lugas. ia malas terlalu panjang basa basi karena dirinya sangat sibuk hari itu.


"Tidak banyak nak"


"Iya sebutkan berapa? saya sibuk harus segera ke proyek"


"Satu miliar saja nak Beno, tidak banyak bukan kalau untuk seukuran nak Beno?"


Adi yang mendengar permintaan Surya itu cukup geram.


Bisa-bisanya Surya meminta uang sebanyak itu pada pak Beno.


Beno meminta Adi mengambil cek untuk di cairkan ke bank. Beno menggunakan uang pribadinya untuk di berikan kepada Surya.


"Pak Surya, anda tidak perlu mengembalikan uang ini pada saya tapi sebagai gantinya saya harap anda bisa menyayangi Gadis dengan tulus dan berikan perhatian padanya" Beno miris sebenarnya berbicara begitu pada seseorang yang seharusnya tanpa di bayarpun akan memberikan kasih sayangnya pada Gadis.


"Tentu saja nak Beno ayah pasti menyayangi Gadis dengan tulus karena Gadis memang anak kandung ayah"

__ADS_1


"Jika anda menyakiti perasaan Gadis maka anda berurusan dengan Beno Dirgantara!"


__ADS_2