Pesona CEO

Pesona CEO
BAB 20


__ADS_3

"Terus nasib hubungan kamu sama Arya bagaimana Dis? kamu cinta sama dia?" tanya Tania. siang itu Gadis dan Tania pergi ke pusat perbelanjaan. Gadis sedang stress dan butuh hiburan ia memilih menghabiskan sebagian uang nya untuk berbelanja tas dan sepatu branded.


Gadis dan Tania mampir di restoran langganan mereka yang tidak jauh dari pusat perbelanjaan itu. Gadis berkeluh kesah tentang hubungannya dengan Arya serta restu dari mama Arya yang dirasa cukup mengganggu hubungan Gadis dan Arya kedepannya.


"Cinta?" Gadis terdiam mendengar pertanyaan Tania apakah ia mencintai Arya.


"Aku sayang sama Arya" jawab Gadis.


"Dis aku tanya apa kamu cinta sama Arya?" Tania menelisik mata Gadis yang muncul keraguan. Tania adalah sahabat Gadis sejak lama ia tahu sifat sahabatnya itu. Sejak pernikahannya Gadis memang jatuh cinta sama Beno. jadi Tania ingin memastikan apakah Arya bukan pelarian semata.


"Dis cinta sama sayang itu berbeda, kalau kamu memang tidak cinta sama Arya lebih baik hubungan kalian diakhiri saja kasihan untuk kalian berdua"


"Tapi tidak semudah itu Tan mengakhiri sebuah hubungan!"


"Apanya yang tidak mudah? buktinya kamu sama Beno bisa dengan mudah mengakhiri pernikahan kalian!"


Gadis menghela napas berat, ia tidak tahu perasaannya bingung. mau bertahan dengan Arya tapi terganjal restu.

__ADS_1


"Apa kamu masih cinta sama mantan suami kamu?" tanya Tania begitu berani ia mengulik isi hati sahabatnya.


"Tidak! Beno hanya masalalu"


"Yakin?! kalau kamu merasa Beno hanya masalalu dan ingin menjalin hubungan yang sehat dengan pria lain lebih baik kamu jauhi keluarga Dirgantara"


"Kenapa begitu? kami hanya dekat sebagai keluarga" kilah Gadis.


"Dis apa kamu tidak membayangkan perasaan pacar baru Beno kalau di acara keluarga masih melihat wajah kamu yang notabene adalah mantan istri Beno?! apa kamu juga tidak memikirkan perasaan Arya?"


Gadis diam, ucapan Tania ada benarnya juga. selama ini ia memang terlalu dekat dengan keluarga ex suaminya itu. Gadis hanya merasa tidak enak karena keluarga Dirgantara sudah terlalu baik pada Gadis selama ini. mereka memperlakukan Gadis layaknya keluarga, papi dan mami juga menyayangi Gadis terasa tulus.


"Atau apa?"


"Atau kamu tidak akan bisa melupakan Beno!"


"Maksudnya?"

__ADS_1


"Gadis Paras Ayu....ex suami kamu itu tampan, dia CEO perusahaan besar, bergelimang harta, berkarisma pula, aku nggak yakin kamu bakal lolos dari jerat pesonanya kalau kamu nggak menjauh dari dia buat selamanya!"


Tania benar beberapa kali bertemu Beno membuat Gadis kembali terombang ambing dengan masalalunya bersama CEO itu. Gadis kira setelah perpisahan mereka dan lama tidak bertemu perasaan itu akan cepat hilang tapi ternyata tidak semudah yang di bayangkan. ditambah sekarang Beno terlihat lebih dewasa ia terlihat lebih manusiawi di banding Beno yang dulu saat masih menjadi suami Gadis.


Gadis mengangguk seraya tersenyum ke arah Tania pertanda ia berterimakasih atas semua masukan dari sahabat baiknya itu.


"Yuk cabut" Gadis berdiri dari duduknya meraih kantung-kantung belanjaan lalu berjalan pergi di ikuti Tania. keduanya menuju mobil yang terparkir di pinggir gedung restoran.


"Oh ya Tan aku sudah cerita belum ya kalau Beno masuk rumah sakit"


"Hah kenapa?"


"Gara-gara menolongku dari perampokan kemarin malam"


"Terus keadaannya?"


"Beno udah nggak apa-apa kok, ia sempat terkena senjata tajam tapi untung lukanya tidak dalam"

__ADS_1


"Tuh kan lebih baik kamu jauhi Beno! aku semakin nggak yakin kamu nggak jatuh cinta buat ke dua kalinya sama mantan kamu itu!"


"Iya...iya..." Gadis tertawa sembari menyalakan mesin mobilnya.


__ADS_2