
"Gadis aku..." Arya menghentikan kalimat yang akan meluncur dari bibirnya. lidahnya Kelu melihat kekasihnya berada di pangkuan mantan suaminya.
Gadis yang menyadari kedatangan Arya segera bangkit dari pangkuan Beno. ia gugup dan panik takut Arya salah paham.
"Arya aku bisa jelaskan"
"Sepertinya tidak perlu!" Arya hampir pergi tapi Gadis segera berlari mencegahnya. ia meraih lengan Arya.
"Aku bisa jelaskan kalau kejadiannya tidak seperti yang kamu bayangkan! Beno tadi kemari bersama Gloria"
"Oh ya? lalu di mana Gloria?"
"Sudah pergi lebih dulu" gumam Gadis setengah putus asa karena sepertinya Arya tidak percaya dengan penjelasannya.
"Sepertinya sudah tidak menarik lagi steak ini, kalau begitu aku pamit" Beno mengenakan jasnya seraya melangkah menuju pintu. disana ia berhadapan dengan Arya.
"Sebaiknya kamu dengar penjelasan Gadis" kata Beno sambil melangkah keluar pintu apartemen Gadis.
__ADS_1
"Tunggu!" Arya mencegah Beno.
"Apa maksud anda masih datang ke apartemen mantan istri anda? kalian sudah tidak ada hubungan lagi bukan? lalu untuk apa masih bertemu di apartemen Gadis?!" mata Arya memerah karena marah dan cemburu.
"Bukankah Gadis sudah bilang aku kemari bersama adikku? kalau anda memang menyukai Gadis seharusnya anda percaya dengannya!" Beno melirik Gadis yang masih terlihat cemas, ia lalu melangkah pergi.
"Baiklah, aku harap kamu memberi penjelasan yang lengkap!" Arya meraih tangan Gadis memasuki apartemen Gadis.
"Sungguh Arya, tadi Gloria kemari karena ingin belajar memasak lalu Beno datang menyusul. tapi begitu Beno tiba Gloria pergi lebih dulu karena akan memberikan kejutan untuk seseorang dengan hasil masakannya"
Arya hanya diam memandang wajah cantik Gadis yang hampir menangis.
"Maaf Arya aku janji nggak akan mengulangi lagi. tapi sungguh Arya seharian ini aku juga memikirkan mu karena dari kemarin ponsel mu tidak bisa di hubungi" kata Gadis sedih.
Giliran Arya yang salah tingkah, kemarin ia sibuk dengan Jemima karena itu tidak mengangkat telepon dan tidak membalas chat dari Gadis.
"Kemarin aku sibuk dengan klien" kata Arya.
__ADS_1
"Yasudah aku percaya dengan mu Dis tapi lain kali aku tidak mau melihat mu ada bersama Beno lagi"
Gadis mengangguk pasrah, ia menyandarkan kepalanya di bahu Arya. pria itu mengusap wajah Gadis dengan lembut. kali ini Arya menerima penjelasan dari Gadis dan tidak memperpanjang masalah karena ia sendiri punya rahasia yang Gadis tidak ketahui kenapa sejak kemarin dirinya mengabaikan Gadis.
"Kita makan di luar ya" ajak Arya,
Gadis mengangguk ia berjalan ke kamarnya mengganti baju dan merapikan rambutnya. Gadis mengikat rambut panjangnya. lalu menyambar rompi berwarna putih untuk mempercantik dress yang kini ia kenakan.
"Yuk" kata Gadis yang sudah siap untuk pergi.
"Cantik sekali" puji Arya ia meraih tangan Gadis menggenggamnya seolah takut kalau Gadis akan kabur meninggalkannya.
Sementara di kantor, Beno terlihat tidak fokus sejak tadi ia hanya uring-uringan saja. bahkan ia mangkir dari meeting panjang siang itu.
"Ada apa Ben?! papi lihat kamu marah-marah terus?!" kata Josh Dirgantara yang jengah dengan kelakuan anak sulungnya.
Beno terdiam tidak menjawab pertanyaan papinya, ia tidak mungkin mengatakan kalau ia sedang memikirkan Gadis.
__ADS_1
"Kamu itu CEO di perusahaan ini, jadi jangan memperlihatkan etos kerja buruk pada staf mu"
"Maaf Pi" kata Beno sembari berjalan pergi menuju ruang meeting. ia sudah di tunggu meeting oleh staf nya sejak setengah jam yang lalu.