Pesona CEO

Pesona CEO
BAB 19


__ADS_3

Gadis berada di kliniknya, hari ini ia tidak menerima konsultasi. ia lebih banyak diam dan termenung di ruang kerjanya mengingat Beno.


Ponselnya berbunyi ada panggilan telepon dari Arya. hari ini Arya kembali dari luar kota.


"Hai sayang, aku jemput ya? aku sudah di depan klinik kamu" suara Arya terdengar nyaring menyenangkan. pria itu memang selalu hangat dan ramah terutama pada Gadis.


"Iya Arya, aku keluar sekarang" Gadis mematikan telepon dan memasukan ponselnya kedalam tasnya. ia bergegas melepas jas putih yang di kenakannya lalu berjalan keluar ruang kerjanya.


Arya berdiri sumringah memandang Gadis. ia berjalan menghampiri Gadis untuk memberikan pelukan. Arya rindu sekali dengan Gadis. ia ingin pekerjaannya cepat selesai agar bisa bertemu Gadis.


Gadis nampak canggung saat Arya mengecup rambutnya.


"Ada apa kenapa terlihat murung?" tanya Arya.


"Oh enggak, yuk kita makan siang"


Keduanya pergi ke salah satu restoran langganan Arya. setelah sampai di sana Arya dan Gadis segera duduk di spot yang sudah mereka booking. siang itu pengunjung resto cukup ramai di salah satu meja panjang ada kaum sosialita terlihat sedang mengobrol dan bercengkrama. Gadis tersenyum melihat para nyonya-nyonya kata itu ia ingat dengan mami Mariana yang juga seorang sosialita.

__ADS_1


"Arya?! kamu masih sama Gadis?" nyonya Kusuma berdiri menenteng tas branded nya di depan Arya dan Gadis dengan raut wajah tidak senang.


"Mama? kenapa disini?" tanya Arya terkejut.


"Mama ada acara sama teman-teman mama, kamu kenapa masih sama Gadis?!"


Gadis hanya diam mendengar omelan dan hinaan yang keluar dari bibir nyonya Kusuma.


"Arya mama sudah bilang bukan kalau mama tidak suka kamu jalan dengan janda! apa tidak ada perempuan lain?" semua mata tertuju ke meja Arya dan Gadis. mereka berbisik mendengar ucapan nyonya Kusuma.


"Ma sudah! ini di tempat umum kasihan Gadis ma" Arya nyaris putus asa untuk membuat mamanya bungkam. ia tahu pasti Gadis kecewa dan sakit hati dengan ucapan mamanya.


Gadis tidak tahan lagi, ia menyambar tasnya dan bergegas pergi. masa bodoh dengan Arya dan mamanya.


Gadis menaiki taxi dengan cepat agar Arya tidak mengejarnya.


"Jalan dulu pak" kata Gadis pada sopir.

__ADS_1


"Baik Bu"


Taxi berputar keliling Jakarta Gadis masih terdiam dan termenung di dalam mobil itu. ia membayangkan jika hubungannya dan Arya di paksa berlanjut. nyonya Kusuma tidak merestui hubungan mereka. belum apa-apa saja Gadis sudah di permalukan di hadapan umum.


"Sudah sampai Bu" kata sopir taxi memecah pikiran Gadis yang semrawut.


"Di mana ini?"


"Depan rumah sakit yang tadi ibu minta"


Gadis memandang keluar, ia tidak sadar mengucapkan nama rumah sakit tempat Beno di rawat.


"Oh iya terimakasih ya pak" Gadis menyerahkan lembaran uang lalu turun dari taxi. ia bergegas memasuki lobi rumah sakit.


Gadis melangkah menuju ruangan Beno di rawat. ia hampir mendorong handel pintu karena pintu terbuka sedikit tapi Gadis mengurungkannya. di dalam ruangan itu terlihat Naora sedang bercanda dengan Beno. lagi-lagi Gadis melihat tawa lepas Beno yang tidak pernah terlihat saat pria itu bersamanya.


.

__ADS_1


.


Sakitnya dobel ya Dis....😢


__ADS_2