
Siang itu pak Surya mengajak Beno bertemu di salah satu restoran dekat kantor Beno. Ia ingin membicarakan perihal Arya yang mungkin akan kembali mendekati Gadis.
"Silahkan nak Beno mau pesan apa?" tanya Surya ramah.
"Tidak perlu pak, saya sudah makan jadi langsung saja mau bicara apa?"
"Baiklah, ini soal Arya"
"Arya? Maksudnya Arya Kusuma?" Beno langsung serius menyimak apa yang kira-kira akan di bicarakan oleh Surya.
"Iya benar, berapa hari yang lalu pak Arya mendatangi saya untuk bekerja sama"
"Bekerja sama dalam hal?"
"Merebut Gadis dari nak Beno"
Beno terdiam, ia terlihat tidak terkejut jika Arya kembali mencari celah untuk mendekati Gadis.
"Saya menolak kerja sama itu tapi di depan Arya saya pura-pura bersedia. Saya akan mendukung nak Beno untuk mempertahankan rumah tangga dari pengganggu macam Arya"
Beno tersenyum tipis, ia bukan orang yang bisa dibodohi. Beno tahu kenapa mertuanya mendukungnya di banding Arya sudah jelas semua karena uang. Tapi setidaknya itu lebih baik daripada Surya bekerja sama dengan Arya.
"Saya permisi dulu" kata Beno bangkit dari duduknya. Ia melihat jam tangannya sebelum memasuki mobil.
"Kita lihat tempat untuk klinik Gadis nanti" kata Beno. Diam-diam ia menyiapkan kejutan untuk istrinya itu dengan menyiapkan klinik yang baru.
"Apa semua sudah beres?"
"Sudah pak, hanya perlu sedikit finishing di bagian dindingnya" kata Adi menjelaskan.
__ADS_1
Beno sengaja membeli gedung yang dekat dengan area Dirgantara Group untuk klinik Gadis nanti.
"Apa saya perlu bicarakan ini pada bu Gadis pak?"
"Tidak perlu, biarkan saja dulu dia uring-uringan tidak jelas. Gadis pikir aku tidak mendukungnya"
Adi tahu Beno ingin memberi kejutan pada Gadis hanya saja ia cemas kalau terjadi pertengkaran hebat sebelum kejutan itu terjadi.
Di rumah Gadis terlihat cuek begitu Beno tiba. Biasanya ia akan membawa Charllote untuk menyambut daddy nya yang baru pulang bekerja.
"Gadis di mana bi?" tanya Beno karena malah bibi yang menyambutnya pulang.
"Ibu di kamar non Charllote pak"
"Oh yasudah, tolong buatkan saya minuman hangat bi"
Beno melepas jasnya dan menggulung lengan kemejanya. Ia menaiki anak tangga menuju kamar Charllote.
Charllote sedang tertidur sementara Gadis terlihat sibuk dengan ponselnya, ia seperti sedang bicara dengan seseorang di telepon.
Beno sengaja jahil dengan mencium pipi Gadis berlama-lama. Gadis langsung menutup teleponnya.
"Ben..." gumam Gadis sembari melepaskan ciuman Beno dari pipinya.
"Telepon siapa serius sekali"
"Ayah" jawab Gadis malas.
Beno merangkul Gadis dari belakang seraya menciumi leher Gadis. karena sedang kesal Gadis jadi merasa tidak nyaman dengan perlakuan Beno.
__ADS_1
"Makan yuk, bibi susah siapkan makanan" kata Gadis mencoba menghindar dari sentuhan Beno.
Beno tersenyum menahan tawanya melihat Gadis uring-uringan tidak karuan. Gadis segera menyiapkan makanan di piring Beno. Ia sendiri tidak makan karena sedang malas.
Gadis sedang teringat tawaran Arya soal bantuannya untuk menyewa gedung baru.
Kira-kira Arya sudah dapat lokasi belum ya ...
Gadis tidak mungkin menelpon Arya di depan Beno bisa habis dia kalau Beno sampai salah paham.
"Besok siang kamu ada waktu kan? Aku mau ajak kamu ke suatu tempat" kata Beno di sela makan nya.
"Kemana?" Gadis sedang malas bepergian tidak jelas, ia benar-benar fokus untuk memulai kembali kliniknya.
Beno tidak mau memberi tahu Gadis ia akan mengajak kemana.
Selesai makan Bibi datang menghampiri Beno dan Gadis, dengan ragu bibi meminta izin pada Beno untuk mengambil cuti selama satu minggu untuk pulang kampung.
"Memang ada apa bi di kampung? Anak bibi sakit?" tanya Gadis penasaran.
"Bukan bu tapi anak bibi menikah, ada perayaan kecil-kecilan di kampung kalau tidak keberatan dan kalau sempat saya mengundang bapak dan ibu untuk datang"
"Oh kita pasti datang kok bi" kata Gadis antusias tapi tidak dengan Beno yang langsung berubah raut wajahnya.
"Kita tidak bisa datang Dis, aku sibuk" kata Beno.
"Tapi Ben hanya sebentar...."
"Aku bilang tidak" Beno berdiri dari duduknya dan melangkah pergi. Mana mungkin seorang Beno Dirgantara berada di kerumunan acara yang bukan dari kalangannya.
__ADS_1