
Beno sedang bersantai di kamar setelah selesai makan malam bersama anggota keluarga Dirgantara untuk merayakan pembukaan klinik milik Gadis. ia memegang segelas wine lalu menyesap isinya sedikit.
Beno melepas dasi dan kemejanya, Ia duduk di sofa kamar sembari menikmati alunan musik. Gadis terlihat memasuki kamar setelah menidurkan anaknya.
Gadis menghela napas pelan mendekati Beno. Ia memeluk Beno dari belakang sembari meraih gelas wine di tangan Beno lalu meletakkannya di meja.
Beno hanya tersenyum melihat tingkah Gadis. Ia tahu istrinya itu tidak suka jika Beno minum meski hanya wine. Beno menarik Gadis untuk duduk di pangkuannya.
Untung beberapa hari ini aku berolah raga jadi pinggangku masih terbentuk, untung aku sudah wax bulu kaki, untung aku sudah mandi...batin Gadis.
Gadis selalu insecure saat Beno memeluknya seperti ini. Ia selalu cemas padahal Beno tidak pernah mengurusi apa yang Gadis takutkan. Bagi Beno Gadis adalah yang terbaik terbukti ia sampai rujuk kembali dengan Gadis. Beno tidak bisa melihat Gadis di miliki pria lain ia bisa gila membayangkan saja tidak sanggup. Dua tahun cukup bagi Beno menahan semua hasratnya pada Gadis. Dulu ia memang bodoh tapi sekarang ia tidak akan mengulangi kebodohan yang sama.
"Ayo cepat mandi dan istirahat" kata Gadis.
"Berikan aku hadiah wahai Gadis Paras Ayu" kata Beno sembari menatap intens mata Gadis yang juga sedang menatapnya dengan sedikit malu. Gadis memang selalu malu-malu dan salah tingkah saat Beno memperhatikan dirinya.
Gadis mengecup bibir Beno, rasa wine yang tertinggal di bibir Beno ikut terasa di bibir Gadis.
Beno ******* bibir Gadis lebih dalam. Sebelah tangannya bergerilia menyusuri aset Gadis.
__ADS_1
Piama Gadis sudah tersingkap ia yang duduk di pangkuan Beno kini berpindah ke sofa dengan Beno yang mengunci Gadis dengan tubuh kekarnya. Pengaruh wine sedikit banyak membuat adrenaline Beno meningkat.
Sudah bisa di tebak apa yang terjadi pada mereka berdua.
***
Beno terbangun lebih dulu karena alarm yang ia pasang di ponselnya. Pagi ini Beno akan ke proyek lalu meeting besar dengan para pemegang saham Dirgantara Group.
Melihat Gadis tidur nyenyak, Beno tidak tega membangunkannya. Ia menyiapkan sendiri keperluan ke kantor dari mulai kemeja, stelan jas, dasi, kaos kaki, sepatu yang selalu mengkilap di jajaran lemati sepatu dan terakhir jam tangan bermerk R salah satu koleksi Beno.
Mendengar gemericik air dari shower Gadis mulai membuka matanya dan menggeliat dari balik selimut.
Ia tergagap karena kesiangan, Gadis segera beranjak dari ranjang dan meraih kimono yang terlipat rapi di atas meja di samping ranjangnya.
Gadis tidak siap jika Beno bangun tidur lebih dulu dan mendapatinya masih polos tanpa riasan. Meski Gadis sangat cantik meski tidak merias dirinya.
"Hai.." Beno yang baru keluar dari kamar mandi meraih pinggang Gadis menariknya mendekat lalu mengecup pipi Gadis.
Beno tersenyum kecil, ia tahu Gadis memakai riasan meski tipis. Beno menikmati rasa tidak percaya diri istrinya. Menurutnya itu lucu dan menggemaskan.
__ADS_1
"Aku akan bersiap" kata Beno sembari melepas handuk putih yang melilit pinggangnya. Gadis nampak gugup ia segera berpaling melangkah ke kamar mandi untuk gantian mandi.
Sekali lagi Beno tersenyum senang dengan tingkah canggung Gadis. Mereka menikah sudah lama dan Gadis masih suka salah tingkah tidak jelas.
***
"Ben aku ingin kita pergi ke acara bibi di kampung bagaimana menurut mu?"
Beno meletakkan ponselnya di atas meja makan. Pagi itu keduanya sedang sarapan bersama sebelum Beno ke kantor. Bibi sudah cuti sejak benerapa hari yang lalu jadilah pagi itu Gadis yang memasak.
"Aku sudah bilang tidak" kata Beno kembali menyendok nasi goreng di piringnya.
"Tapi Ben sekali ini saja, kita pergi ke rumah bibi lagi pula bibi sudah lama ikut kekuarga Dirgantara dan seperti keluarga kita"
"Dis..."
"Ben aku mohon, di kampung bibi pemandangannya bagus sekali itung-itung kamu juga liburan sebentar dari pekerjaan yang menggunung itu"
Beno terdiam tidak menjawab. Ia berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju mobil di ikuti Adi. Gadis dan Adi saling lirik sepertinya mood Beno berubah jadi jelek.
__ADS_1
Beno duduk di kursi belakang mobilnya, ia membuka kaca mobil tanpa menatap Gadis yang masih berdiri di sana.
"Aku akan pulang lebih awal, siapkan barang yang akan kita bawa ke tempat bibi"