
"Gadis Paras Ayu..."
Gadis langsung menoleh, di sampingnya tiba-tiba Beno duduk sembari meletakkan segelas kopi.
"Ben? kamu disini juga?"
"Iya tadinya aku mau langsung pergi tapi begitu melihatmu aku putuskan mampir ke meja mu" kata Beno tersenyum jahil.
Gadis memandang Beno yang terlihat santai. Beno sama sekali tidak mengungkit kejadian di pesta ulang tahun Gadis. tapi Gadis yang penasaran setelah malam itu Beno dan Dinda berada dimana dan apa yang di lakukan mereka berdua.
Beno menyesap kopinya, yang pasti kopi tanpa gula. sejak dulu ia tidak suka minuman atau makanan manis. Gadis memandangnya sekilas, ia merasa tidak nyaman duduk berdua dengan mantan suaminya yang selalu terlihat tampan dalam kondisi apapun.
"Kenapa? kamu risihnya?" tanya Beno mengamati wajah cantik Gadis yang terlihat tidak nyaman. ia tahu Gadis mencoba menghindarinya karena si Arya tidak menyukai Gadis dekat-dekat dengan Beno.
"Enggak" jawab Gadis ketus.
"Mana pacar kamu?"
"Arya sedang sibuk dengan kliennya"
"Sibuk dengan klien atau...." Beno menyeringai sengaja membuat Gadis kesal dan penasaran. Beno ingin Gadis tahu jika Arya mempermainkan dirinya selingkuh dengan klien wanitanya.
"Jangan sembarangan Ben! dia tidak seperti mu yang dikelilingi banyak wanita!"
"Kenapa kamu seyakin itu Dis?"
"Ya karena aku tahu kamu dan Arya dia pria baik yang penyayang tidak dingin, angkuh gengsian, mau menang sendiri!"
__ADS_1
Beno terpantik rasa kesal nya mendengar Gadis menyindirnya dan membandingkan dengan Arya.
Beno berdiri dari duduknya tanpa berkata apapun ia pergi meninggalkan Gadis yang terlihat sudah ingin menangis.
Gadis memandang punggung Beno yang semakin menjauh. ia kembali duduk mengatur nafasnya agar lebih tenang. berhadapan dengan Beno selalu saja menguras energi positifnya. Gadis merasa Beno tidak berubah masih sama saja seperti dulu.
Dasar Beno! aku benci sekali!
Ponsel Gadis berbunyi ada pesan dari Tania yang mengajaknya bertemu di salah satu pusat perbelanjaan. Gadis meraih tasnya dan bergegas pergi. di perjalanan menuju pusat perbelanjaan Gadis mengemudi sambil terngiang perkataan Beno tentang Arya.
Arya tidak mungkin mengkhianati ku! pasti tadi hanya akal-akalan Beno saja untuk merusak hubungan ku dengan Arya! aku tidak akan terpancing aku percaya dengan Arya sepenuhnya!
Gadis membelokkan mobilnya ke lantai satu tempat parkir. saat di parkiran tidak sengaja Gadis melihat ada mobil Arya terparkir disana. Gadis mendekati mobil itu memastikan jika itu benar mobil Arya dengan melihat plat mobilnya.
Benar ini mobil Arya, jadi dia ada meeting disini?
Gadis terlihat sumringah karena ia bisa sekalian bertemu Arya jika Arya sudah selesai meeting dengan kliennya. Gadis langsung menuju food court tempat Tania menunggunya.
Gadis menarik kursi dan segera duduk, ia langsung menyantap nasi goreng di hadapannya.
"Kenapa? kog kayak emosi gitu?" tanya Tania.
"Apa lagi kalau bukaan Beno!" jawab Gadis ketus.
"Kalian bertemu dimana? di parkiran?" tebak Tania.
"Di cafe, dia itu bikin kesel dan mood jelek!"
__ADS_1
"Dis mungkin memang sudah takdir kamu dan Beno masih sering bertemu meski tidak sengaja"
"Takdir apa?!"
"Oh ya kemarin pas di pesta kamu lihat nggak Beno begitu perhatian dan melindungi Dinda? ada apa sih mereka berdua?"
"Uhuk!" Gadis tersedak makanannya ia tidak menjawab pertanyaan Tania tapi langsung meminum jus alpukat di gelasnya sampai habis.
"Yaelah cemburu niyeee" sindir Tania sambil menahan tawa.
"Siapa yang cemburu?! Dinda itu masih istrinya Rei dan Beno biasalah diakan memang suka jadi pahlawan kesiangan!" kata Gadis kesal plus cemburu.
"Udah ayo makan habis ini kita shoping ya" kata Gadis mengalihkan pembicaraan. ia malas membicarakan mantan suaminya.
Tania tertegun diam mematung melihat kejauhan. di salah satu butik terlihat Arya sedang bersama seorang wanita. wanita itu terlihat menggamit mesra lengan Arya.
Gadis yang duduk menghadap Tania jelas tidak melihat pemandangan yang bisa membuat hatinya remuk.
"Dis tadi kamu bilang Arya ada disini?"
"Iya lagi meeting sama klien" jawab Gadis santai.
"Apa itu kliennya?" Tania menunjuk keberadaan Arya dan wanita di sampingnya. Gadis terkejut ia terdiam kali ini butuh beberapa menit untuk Gadis bisa menguasai keadaan. matanya terasa memanas itu pertanda sebentar lagi air matanya akan keluar. bibirnya bergetar melihat kemesraan Arya dengan perempuan lain.
Jadi apa ini yang di maksud Beno?
"Gadis, are you okay?" Tania mengusap tangan sahabatnya.
__ADS_1
Gadis sedang tidak baik-baik saja. mana mungkin bisa baik-baik saja melihat kekasihnya berjalan mesra dengan wanita lain pakai gelendotan segala.
Gadis meraih tasnya lalu berjalan menghampiri Arya. tentu saja ia akan meminta klarifikasi dari Arya. Gadis sudah siap mendengarkan segudang alasan dari Arya. pria itu pasti menyanggah jika dirinya sedang selingkuh dan Gadis mengetahuinya.