Pesona CEO

Pesona CEO
BAB 16


__ADS_3

Gadis duduk di depan meja kerjanya mengamati layar ponselnya. baru saja mami Mariana mengundangnya untuk makan malam bersama di restoran mewah yang menjadi langganan keluarga Dirgantara.


Gadis bimbang, di acara makan malam itu pasti ada Beno. ia sedang tidak ingin bertemu dengan Beno apa lagi bertegur sapa dengan ex suaminya itu. selain menjaga hubungannya dengan Arya, Gadis juga ingin melenyapkan Beno dari hatinya tanpa sisa.


"Dokter ada pasien yang ingin konsultasi" suara asisten Gadis membuyarkan lamunannya. siang itu klinik Beauty memang sedang ramai pasien untuk sekedar konsultasi kecantikan atau melakukan perawatan.


"Oke lima menit lagi ya" kata Gadis sembari memasukan ponselnya kedalam laci meja kerja. ia menyambar jas putih yang tergantung di dekat meja kerjanya lalu mengenakannya.


Satu persatu dokter Gadis memeriksa dan menerima keluhan pasien seputar kecantikan. dari kulit berjerawat, flek, penuaan dan masalah seabrek lainnya tentang kecantikan dan kesehatan kulit wajah.


Tidak di pungkiri wajah adalah modal bagi para wanita. tidak harus cantik tapi jika kulitnya sehat maka pria akan nyaman memandang berlama-lama. apa lagi bagi yang sudah bersuami merawat diri cukup penting.


Sorenya selesai dengan pekerjaannya Gadis segera pulang ke apartemen. Arya kebetulan sedang di luar kota karena ada urusan dengan kliennya. Arya sedang mendampingi masalah hukum kliennya yang berada di Bandung.


Jadilah Gadis pulang lebih awal. ponselnya kembali berbunyi kali ini mami Mariana menelponnya. dengan ragu Gadis mengangkat panggilan telepon itu.


"Iya mam"


"Dis nanti malam jangan lupa ya, kita semua menunggu kamu datang" kata mami Mariana di telepon yang langsung di matikan sebelum Gadis membuat alasan untuk tidak datang ke acara makan malam keluarga Dirgantara.

__ADS_1


Tidak ada pilihan, karena masih menghargai keluarga mantan suaminya jadi Gadis memutuskan untuk pergi. ia meraih sebuah gaun tertutup berwarna pastel. setelah mematut diri di cermin Gadis merasa pas antara Gaun dengan riasan di wajahnya yang tidak berlebihan. ia mengenakan high hells lalu pergi ke restoran tempat keluarga Dirgantara berkumpul.


***


Beno terlihat tampan dengan stelan jas hitam dipadu dengan dasi berwarna navy bermotif garis-garis. ia duduk di samping papi dan di sebelahnya duduk Naora yang mengenakan gaun berwarna hitam yang terkesan anggun dan elegan.


"Maaf saya terlambat" sebuah suara yang berhasil mengalihkan perhatian Beno dari pembicaraan bisnis dengan papi. ia mendongakkan wajah tampannya menatap ke arah Gadis yang berdiri canggung di dekat mami Mariana.


Beno tidak tahu jika mami mengundang Gadis untuk ikut makan malam.


"Hai Gadis" sapa mami dan Naora ramah.


"Ayo duduk Dis" kata Mami mempersilahkan Gadis untuk duduk di samping Beno.


"Eh tidak usah Nao, Mam aku duduk disini saja" Gadis menarik sedikit kursi disamping Gloria.


Beno hanya terdiam melihat kedua perempuan itu saling menyerahkan posisi duduk disamping Beno.


"Memangnya kalau kamu duduk disini kenapa?!" tanya Beno kesal sambil memandang Naora.

__ADS_1


Naora yang merasa tidak enak akhirnya tetap duduk di samping Beno sementara Gadis duduk di samping Gloria dan Mami.


Sepanjang acara makan malam Beno lebih banyak diam. ia hanya menimpali pembicaraan sesekali. bahkan Beno tidak memandang ke arah Gadis yang malam itu terlihat cantik. setelah sakit kemarin tubuh Gadis sedikit menyusut membuat tulang rahangnya sedikit lebih terlihat dan wajahnya terkesan tirus. membuat Gadis nampak cantik lain dari biasanya.


Gadis juga berusaha mengabaikan Beno yang terlihat sesekali bercanda dengan Naora. sejak dulu Gadis yakin salah satu diantara Beno dan Naora ada yang menyimpan rasa.


Gadis menyuapkan makanan ke mulutnya sembari mengobrol dengan Gloria dan Mami.


"Oh ya Dis lain kali kalau kita jumpa keluarga lagi kamu boleh bawa pasangan juga lho" kata mami yang membuat Gadis tersedak. mata Gadis melirik ke arah Beno yang tetap terlihat tenang dan datar.


Naora tersenyum canggung, ia tahu perasaan Beno pasti pria disampingnya sedang kesal karena cemburu jika Gadis membawa pria lain.


"Ben kamu tidak keberatan bukan?" tanya mami.


"Terserah"


"Tuh Beno juga santai saja Dis, mami harap kamu dan Beno saling menemukan pasangan yang pas ya" ada gurat sedih dan sesal saat Mariana mengucapkan perkataan barusan. ia sebenarnya masih menyayangi Gadis sebagai menantunya tapi apa boleh buat rumah tangga sang putra akhirnya kandas di tengah jalan.


Gadis terdiam senyum-senyum saja. sesekali ia menunduk. ada momen dimana Gadis memberanikan diri memandang Beno sekilas tanpa ia duga Beno juga memandang ke arahnya.

__ADS_1


__ADS_2