
Pesta ulang tahun nyonya Mariana Dirgantara, tentu saja di rayakan dengan mewah di rumah megah mereka yang bak istana. malam itu semua tampil memukau termasuk Mariana dan Josh Dirgantara, Beno si anak sulung tampil menawan dengan balutan jas rancangan desainer ternama. adiknya Gloria juga tampak anggun dan cantik.
Beno menyambut para tamu undangan yang terdiri dari kerabat dan kolega bisnis keluarga Borjuis itu. sesekali mata Beno melirik ke arah pintu masuk.
"Siapa yang lagi kamu cari Ben? dia tidak akan datang" Gloria adik Beno yang jahil tahu jika sang kakak sedang menunggu tamu spesial.
Beno hanya melirik tajam adiknya, ia menahan dirinya untuk tidak merusak jambul katulistiwa di kepala Gloria. gadis itu tampil memukau dengan sasakan rambut tinggi mirip ibu-ibu pejabat.
"Hai Ben!" Jefry datang sembari menjabat tangan Beno.
"Jef, kenapa baru tiba?".
"Halah Macet Ben!"
Jefry melangkah menuju Nyonya rumah yang berulah tahun. ia menyerahkan kado pada Mariana.
"Selamat ulang tahun Tante, semoga terus awet muda" kata Jefry di iringi tawa Mariana dan Josh yang berdiri di samping sang istri.
"Makasih ya Jef, oh ya kamu juga semoga lekas menikah ya"
__ADS_1
"Ah Tante, saya belum siap" kata Jefry ngeles. ia langsung kabur kembali ke Beno yang berdiri memegang minuman sembari mengamati para tamu.
Jefry menyenggol lengan Beno dengan sikunya, Beno mengikuti arah pandanga Jefry ke pintu masuk. disana seorang wanita cantik mengenakan gaun hijau gelap terlihat berdiri canggung. Beno terus memandangnya tanpa berkedip.
"Hai Gadis?" Gloria menghampiri mantan kakak iparnya itu. ia memeluknya karena rindu sudah lama sejak perceraian Beno dan Gadis mereka tidak lagi bertemu.
"Glow? kamu cantik banget" kata Gadis.
"Ah kamu juga tambah cantik Dis, apa kabar Dis?"
"Aku baik Glow, oh ya mana mami?" tanya Gadis.
Gadis terlihat gugup ia mencubit pinggang Gloria yang jahil.
"Haha maksudku mami disana" Gloria menunjuk kearah Mariana yang berdiri berbincang dengan seorang tamu.
Gadis segera berjalan menghampiri Mariana untuk menyerahkan kado yang ia bawa. saat itu Gadis menjadi sorotan para tamu undangan. siapa yang tidak mengenalnya sebagai mantan istri Beno dan mantan menantu utama keluarga Dirgantara. beberapa tamu undangan berbisik sembari memandang Gadis.
Jefry tertawa melihat Beno yang gelisah. Beno meneguk minuman di gelasnya sampai tandas tak bersisa.
__ADS_1
"Sana sapa Gadis, ini saatnya kamu mulai memperbaiki semua" kata Jefry yang seolah tahu isi hati sahabatnya.
Beno hanya diam terpaku seperti orang salah urat. ia tidak menghiraukan Jefry malah Beno yang sudah sedikit mabuk pergi menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Didalam kamar Beno melepas jas dan dasinya. ia terkejut saat tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Gadis berdiri salah tingkah memandang Beno.
Tadi mami Mariana memintanya mengambil hadiah yang akan ia berikan pada Gadis. tapi Gloria meninggalkan hadiah itu di kamar Beno. karena sibuk dengan tamu jadi mami meminta Gadis untuk mengambil hadiah itu di kamar Beno.
Dan sekarang keduanya bertemu dan saling mematung.
"Maaf, aku tidak tahu kalau kamu di dalam" kata Gadis merasa canggung. Beno tidak menjawab ia mengendurkan dasinya sembari meraih segelas air putih dingin untuk menghilangkan rasa minuman di lidahnya.
Gadis melangkah memasuki kamar Beno seraya melirik bingkisan berbalut pita ungu. dilihat dari pitanya pasti mami Mariana yang membungkus hadiah itu untuk Gadis.
"Mami memintaku mengambil bingkisan itu" Gadis menunjuk ke arah meja yang terletak disamping ranjang.
Beno masih terdiam ia meneguk air putih di gelasnya sampai habis. matanya nyalang menatap gadis. saat gadis berjalan di hadapannya Beno mencekal pergelangan tangan mantan istrinya.
__ADS_1