
Siang itu seorang pria terlihat berjalan dengan seorang wanita cantik di pusat perbelanjaan. pria itu mengenakan kaca mata hitam berjalan dengan tidak santai seperti takut ketahuan seseorang. ya dia adalah Arya yang terlihat sedang bersama Jemima kliennya itu.
Setelah selesai berbelanja Arya dan Jemima mampir ke food court untuk makan siang. Jemima sibuk mengetik sesuatu di ponselnya sambil tersenyum cerah. rupanya ia sedang chatting dengan nyonya Kusuma mamanya Arya. ternyata diam-diam nyonya Kusuma mengatur rencana kencan Arya dengan Jemima.
Nyonya Kusuma sengaja membuat hubungan Arya dan Gadis menjadi runyam dengan menyelipkan orang ketiga. Arya yang sangat menyayangi ibunya dan paling tidak bisa melihat sang mama menangis akhirnya menuruti kencan siang itu yang di buat oleh mamanya. tapi ia tidak ada perasaan apapun pada Jemima hanya pertemanan saja.
Jadilah Arya mengenakan kaca mata hitam di dalam pusat perbelanjaan. ia tidak ingin ada pelanggan Gadis yang tidak sengaja mengenali dirinya dan salah paham lalu melapor pada Gadis. tapi sayang sekali siang itu Arya malah bertemu dengan Beno.
Beno baru selesai ada urusan dengan koleganya di ruang VVIP di pusat perbelanjaan itu. ia mampir makan siang di food court bersama Jefry.
Beno menatap lurus ke depan ke arah Arya. ia memperhatikan gerak gerik Arya bersama perempuan lain.
Apa dia mulai berkhianat pada Gadis?!
"Ada apa?" tanya Jefry yang mengikuti pandangan Beno.
"Itu pacarnya Gadis" Beno masih menatap ke arah Arya yang kini di suapi makanan oleh wanita cantik di sampingnya.
"Pacar Gadis? tapi wanita yang disampingnya bukan Gadis! apa Gadis operasi plastik?" tanya Jefry tidak masuk akal.
__ADS_1
"Bego! bukan operasi plastik tapi memang wanita itu bukan Gadis"
"Hah lalu siapa dia?"
Beno mengedikkan bahunya sambil tersenyum mencibir kelakuan kekasih baru mantan istrinya yang ketahuan main gila di belakang.
"Ben kalau menurutku kamu jangan terlalu mencampuri urusan Gadis, biarkan dia dengan pilihannya" kata Jefry.
"Siapa juga yang mau ikut campur?! aku tidak bicara apa-apa"
"Ya sekarang memang tidak, tapi aku tidak yakin kamu tidak mengadu pada Gadis soal ini"
"Tahu dari mana kamu kalau Gadis di bodohi? siapa tahu wanita itu adiknya atau sepupunya atau saudara lainnya" kata Jefry.
"Masa sama saudara semesra itu!" Beno masih tidak percaya, ia yakin Arya selingkuh dari Gadis.
"Ya siapa tahu, kayak kamu sama Gloria juga terlihat akrab kan?"
"Tapi itu berbeda, wajah kami mirip nah dia coba lihat wajah mereka sangat berbeda dan sama sekali tidak terlihat seperti saudara"
__ADS_1
"Terserah lah Ben" Jefry tidak ambil pusing lagi ia menghabiskan makanannya sebelum kembali ke kantor.
"Oh ya apa bekal yang di bawakan Gloria kemarin rasanya enak?"
"Uhukkk!"
Jefry tersedak ia mati kutu karena Beno tahu soal bekal yang Gloria berikan padanya.
"Jef aku kan sudah bilang jangan meladeni bocah itu!" Beno terang-terangan tidak suka jika Gloria dekat dengan Jefry selain faktor usia juga gaya hidup Jefry yang Gonta ganti pacar membuat Beno jengah.
Sementara di kliniknya, Gadis terlihat menelpon Arya beberapa kali tapi tidak di jawab. Gadis mulai cemas takut terjadi sesuatu dengan Arya.
"Paling Arya lagi meeting Dis" kata Tania yang bisa membaca pikiran Gadis.
"Iya sih tapi nggak biasanya Arya tidak menjawab panggilan telepon"
"Coba kamu chat dibaca nggak?" kata Tania memberi ide.
Gadis mengetik sesuatu lalu mengirim ke nomor ponsel Arya. terkirim tapi tidak di baca.
__ADS_1