Pesona CEO

Pesona CEO
Part 54


__ADS_3

Beno sedang berada di perusahaan. Ia uring-uringan karena Gadis pergi berbelanja bersama ayahnya sementara Charllote di titipkan pada mami Mariana.


"Bisa-bisanya Gadis pergi dengan ayahnya dan anakku di titipkan ke mami!"


"Tapi pak bukankah bapak yang mau agar Surya memberi perhatian pada bu Gadis?"


"Iya tapi jangan anakku di abaikan juga..."


Beno menelpon maminya memastikan jika tuan putri Charllote baik-baik saja.


Sementara di pusat perbelanjaan Gadis terlihat sibuk membelikan barang kebutuhan ayahnya. Surya mendorong troli yang penuh belanjaan dengan wajah sumringah.


"Gadis?" sebuah suara mengalihkan fokus Gadis dari barang belanjaan.


"Arya?"


"Apa kabar Dis? Lama sekali tidak bertemu" sapa Arya sembari mengulurkan tangannya pada Gadis.


"Baik, kamu apa kabar Arya?" tanya Gadis sambil membalas uluran tangan Arya.


"Yah aku masih sama begini aja Dis, kamu sama Beno?"


"Enggak Beno sedang di perusahaan, aku sama ayahku"


"Ayah?" Arya mengerutkan keningnya memandang Surya yang tersenyum padanya. Seketika wajah Surya terlihat gugup begitu melihat Arya.


"Iya ayahku, aku baru bertemu ayah kandungku belum lama ini" kata Gadis.


"Oh ya? Selamat ya Dis akhirnya kamu bertemu keluargamu tapi apa Beno tahu soal ini?"


"Iya Beno jelas tahu"


Arya mengangguk ia kembali melihat ke arah Surya sambil mengingat sesuatu. ia yakin pernah mengenal ayah kandung Gadis.


"Oke Dis aku harus pergi lain kali kita ngobrol lagi ya, bye..." Arya pergi meninggalkan Gadis dan Surya.

__ADS_1


Surya nampak lega begitu melihat Arya pergi. Ia mengenali Arya sebagai pengacara. dulu Surya sempat terlibat masalah dengan seseorang rekan usahanya. Dan rekannya itu menjebloskannya ke penjara atas bantuan pengacara tadi.


***


Selesai berbelanja Gadis mengantar ayahnya pulang ke rumah sekalian menata barang-barang yang tadi sudah ia belikan.


"Ayah pindah saja ke apartemen, biar Gadis yang mengurus semua" kata Gadis.


"Tidak Dis, ayah tidak mau merepotkan mu"


"Ayah tenang saja Gadis tidak merasa di repotkan sama sekali"


"Ayah takut kalau nak Beno salah paham nanti di kira ayah memanfaatkan anak ayah"


"Beno tidak akan ikut campur urusan keuangan Gadis jadi ayah tenang saja ya"


"Yasudah kalau kamu memaksa" kata Surya sambil menahan senyum bahagianya.


Sementara di Dirgantara Group Beno mempercepat pekerjaannya agar segera bisa pulang ke rumah mami menjemput anaknya. Beberapa kali ia melirik jam tangannya.


"Iya pak"


"Kita langsung ke rumah mami"


Beno tiba di rumah mami Mariana saat langit sudah gelap. Ia melihat mobil Gadis sudah terparkir di halaman. Beno bergegas memasuki rumah, di ruang keluarga terdengar riuh mami dan papi bercengkrama dengan cucu kesayangan mereka. Gadis yang melihat kedatangan Beno segera bangkit dan menghampiri suaminya.


Tadinya Beno ingin menegur Gadis karena kesal tapi karena Gadis mengecup pipi Beno jadilah Beno mengurungkan niatnya untuk marah.


"Ayo kita pulang" kata Beno.


"Kenapa tidak menginap saja Ben?" tanya mami yang tidak rela berpisah dengan cucu nya.


"Besok harus ke kantor lebih pagi mi, kalau dari sini jauh jaraknya akan lebih dekat kalau dari rumah Beno sendiri"


Mami terlihat kecewa, ia menyerahkan Charllote pada Gadis.

__ADS_1


"Makan malam dulu sebelum pulang" kata papi Josh.


"Langsung saja pi, Beno masih lembur nanti setelah ini. besok penyerahan maket pada pengawas proyek"


"Oke, hati-hati ya di jalan" Josh bisa mengerti kesibukan Beno ia tidak lagi menahan anaknya untuk tinggal lebih lama.


***


Di salah satu restoran Arya bertemu dengan Surya. Dengan mudah Arya bisa mendapat nomor telepon dan alamat tempat tinggal Surya.


"Ada urusan apa lagi?" tanya Surya sembari menggeser tempat duduknya.


"Saya tidak sangka ternyata anda ayah kandung Gadis, apa Gadis tahu treck record ayanya?" tanya Arya sembari tersenyun sinis.


"Apa mau anda pak Arya?" tanya Surya Geram.


"Begini saja bagaimana kalau saya menawarkan kerja sama. Yang jelas kerja sama itu akan saling menguntungkan untuk kita"


"Kerja sama?"


"Iya, Anda bantu saya dapatkan Gadis kembali lalu anda juga akan dapatkan imbalan yang besar. Karena anda ayahnya Gadis dan baru saja bertemu pasti Gadis sedang senang-senangnya memiliki seorang ayah. Karena itu ia pasti menuruti ucapan anda" Arya berani membuat rencana dengan Surya karena ia sudah tahu siapa Surya sebenarnya.


Surya nampak berpikir, rupanya anaknya menjadi rebutan pria kaya.


"Dulu saya dan Gadis hampir menikah semua gagal karena Beno sialan! Dia merebut Gadis dengan cara curang!"


"Oh jadi begitu? Tapi bukankah memang sejak dulu Gadis dan nak Beno sudah menikah?"


"Mereka itu sempat berpisah selama dua tahun tapi rujuk lagi! tugas pak surya adalah mempengaruhi Gadis untuk meninggalkan Beno!"


Surya ragu jika Gadis harus bercerai dari Beno. Secara Beno itu kaya raya sayang sekali kalau di lepas begitu saja.


.


.

__ADS_1


Sampai bertemu di rencana Arya selanjutnya.....


__ADS_2