
Bulan terus berjalan sebentar lagi Gadis akan melahirkan anaknya dengan Beno. menurut perkiraan dokter anak Gadis dan Beno adalah perempuan.
Beno begitu semangat mendekorasi kamar bayi nya. ia meminta Adi untuk berbelanja semua keperluan menyambut bayi perempuan. dari cat dinding, tempat tidur, baju bayi dan semua perlengkapan dan mainan.
Beberapa hari Adi tidak sibuk di perusahaan ia sibuk di rumah Beno menyiapkan semua keperluan termasuk siaga jika Gadis merasakan kontraksi di rumah. yang suami Gadis memang Beno tapi yang siaga sudah pasti adalah Adi.
Beno sedang di sibukan mengurusi tender besar Dirgantara Group. ia tidak bisa menemani Gadis selama duapuluh empat jam.
sore itu Gadis merasakan mulas yang tidak biasa. ia mencoba untuk menahannya karena itu biasa terjadi di kehamilan tua.
Gadis akhirnya tidak tahan lagi setelah mulasnya terasa lebih intens. Adi memutuskan membawa Gadis ke rumah sakit tempat Gadis berkonsultasi dan periksa selama kehamilannya.
Beberapa kali Adi menelpon Beno tapi tidak juga diangkat. akhirnya Adi mengabari keluarga Dirgantara yang langsung super heboh mendatangi rumah sakit.
Gadis sudah berada di ruang persalinan. tangannya sudah di pasang infus. mami menemani di sisi Gadis menenangkan Gadis yang kesakitan.
"Sabar Dis kamu pasti bisa" kata mami sembari mengusap rambut Gadis.
Di luar ruangan papi meminta Adi segera menjemput Beno.
__ADS_1
"Jemput Beno sekarang juga, papi tidak mau tahu dia harus menemani Gadis melahirkan!"
"Baik pak" Adi bergegas pergi ke Dirgantara group untuk mencari Beno.
Beno yang baru selesai meeting ia melihat ponselnya. ada banyak panggilan tidak terjawab dari Adi dan keluarganya.
Ada apa ini kenapa semua menelpon?..
Beno melangkah menuju lobi, ia mencoba menelpon Adi. tidak berapa lama Adi muncul di hadapan Beno dengan wajah panik.
"Pak cepat bu Gadis mau lahiran!"
"Bagaimana kondisi Gadis apa dia baik-baik saja?" Beno sangat cemas. ia terlihat gelisah di kursi belakang. sementara Adi mengemudi dengan kecepatan yang cukup tinggi agar segera sampai ke rumah sakit.
"Saya kurang tahu pak, begitu tiba di rumah sakit Bu Gadis langsung di bawa ke ruang bersalin"
"Apa mami dan papi ada disana?"
"Iya bapak dan ibu ada di sana"
__ADS_1
Beno terdiam tidak lagi bertanya, pikirannya berkecamuk. dalam hatinya ia memanjatkan harapan dan do'a untuk Gadis dan anak mereka semoga semua selamat dan lancar proses bersalinnya.
Beno turun dari mobil dan berlari menuju ruangan bersalin. di ruang VVIP Gadis terlihat sedang berjuang antara hidup dan mati. dokter memperbolehkan Beno untuk masuk ke ruangan menemani Gadis.
"Dis aku disini" kata Beno sembari menggenggam tangan Gadis.
Gadis melihat ke arah Beno dengan peluh di dahinya. Gadis menggenggam erat tangan Beno hingga putri kecil mereka lahir dengan selamat ke dunia.
Beno mematung saat melihat putrinya menangis, ia tidak menyangka jika dirinya telah menjadi seorang ayah.
"Dis anak kita sudah lahir dia cantik seperti kamu" kata Beno. ia mengecup kening Gadis dengan raut bahagia. baru kali ini sepanjang usia pernikahan mereka, Gadis melihat Beno terharu saking bahagianya.
Gadis menatap putrinya yang sekarang berada dalam dekapannya. wajah mungil itu begitu menggemaskan membawa kebahagiaan untuk Gadis. ia telah menjadi seorang ibu.
Beno memberi nama putri kecilnya Queen Charlotte. nama yang Beno sudah siapkan jauh-jauh hari begitu ia tahu bahwa Gadis mengandung anak perempuan.
"Bapak mau menggendong nya?" perawat memberikan baby Charlotte kedalam dekapan Beno.
air mata Gadis mengalir melihat Beno menimang putri mereka. papi dan mami segera ikut bergabung melihat cucu pertama keluarga Dirgantara. semua merasa bahagia tanpa terkecuali termasuk Adi yang melihat dari luar ruangan. ia merasa lega Gadis bisa melahirkan dengan selamat dan Beno terlihat bahagia.
__ADS_1