
Dua bulan berlalu sejak kejadian yang membuat Beno dan Gadis kembali tersangkut benang merah. Beno diam karena Gadis juga diam masih tidak mau bertemu dengannya atau menelponnya. papi Josh dan mami Mariana bahkan tidak bisa membujuk Gadis untuk rujuk dengan Beno, begitu pula Beno yang masih keras kepala dan gengsi tidak mau mengakui rasa cintanya pada Gadis.
Siang itu Beno sedang terlihat sibuk memantau proyek di lapangan. sesekali ia akan terjun langsung untuk melihat proyek yang sedang berjalan. di temani Adi asistennya yang setia berdiri di belakangnya menghandle segala sesuatu sesuai perintah Beno.
Selesai dari proyek Beno menemui Dinda di restoran untuk makan siang. keduanya terlihat semakin dekat dan akrab. hanya saja Beno tidak pernah mengatakan jika ia menyukai Dinda. tapi sebaliknya Dinda jatuh hati pada Beno dan perlahan mencoba meluluhkan hati Beno.
"Ben ada tempat hiburan baru kamu mau kesana nggak?" tanya Dinda di sela makan siang.
"Boleh juga"
"Nanti kamu jemput aku ya?" tanya Dinda.
"Oke"
Makan siang berakhir dengan obrolan santai antara Beno dan Dinda. Dinda sengaja tidak menyinggung permasalahan Beno dengan Gadis. karena jika sudah mendengar nama Gadis di sebut reaksi Beno berubah. Dinda tidak mau melihat cinta yang nampak di mata Beno untuk Gadis.
"Bye... Ben see you" Dinda sedikit berjinjit untuk mengecup pipi Beno. sementara Beno memegang pinggang Dinda, sebenarnya hanya refleks saja tanpa niat apapun.
__ADS_1
Beno tidak tahu jika di kejauhan ada dua wanita yang sedang memperhatikan kejadian tadi. yaitu Gadis dan Tania yang baru saja turun dari mobil dan sudah di suguhi pemandangan mesra antara Beno dan Dinda
"Benar-benar keterlaluan Beno!" kata Tania gemas.
Gadis hanya diam ia masuk kembali kedalam mobilnya menunggu Beno pergi. wajahnya muram.
"Dis kamu nggak apa-apa?" tanya Tania cemas.
"Tan aku ada urusan penting, maaf ya aku nggak bisa antar kamu kembali ke kantor" kata Gadis sembari mengenakan kaca mata hitamnya.
"Iya nggak masalah kog tapi kamu hati-hati ya"
***
Ruang meeting utama Dirgantara Group.
Josh duduk melihat meeting siang itu yang di hadiri kolega perusahaan. Beno menunjukkan performa terbaiknya di meeting siang itu. perusahaan kembali mendapatkan tender besar untu satu proyek pemerintah.
__ADS_1
Sejak di pimpin Beno perusahaan mengalami kemajuan pesat. selain muda dan cerdas ia juga mengeluarkan berbagai inovasi di perusahaan agar tidak ketinggalan jaman. jadilah proyek-proyek besar mampir ke Dirgantara Group untuk bekerja sama.
Josh puas dengan kinerja Beno, soal yang satu ini ia tidak pernah cemas atau khawatir. yang membuat Josh cemas adalah personal Beno. dari kehancuran pernikahannya hingga permasalahan yang tidak henti ia buat pada mantan istrinya.
Pintu ruang meeting di ketuk perlahan, sekretaris Jos memasuki ruangan dan nampak membisikan sesuatu ke telinga sang Owner.
Josh melirik ke arah Beno yang baru saja duduk setelah presentasi tadi.
"Baiklah saya rasa meeting nya cukup dulu untuk hari ini, mari kita lanjut jamuan makan siang" kata Josh dengan ramah pada para koleganya.
Semua berdiri dari duduknya dan berjalan keluar meeting room. tinggal Beno dan Adi di dalam ruangan.
Mata Beno terbelalak memandang ke arah pintu ruang meeting yang terbuka. Gadis dengan wajah datar dan langkah yang cepat memasuki ruangan. ia mendekat ke arah Beno.
Beno segera berdiri dari duduknya ia menatap Gadis dengan kening berkerut.
"Ini!" Gadis menyerahkan selembar surat medis ke dada Beno dengan kasar. Beno memegang selembar kertas itu lalu membacanya. detik itu wajahnya sedikit memucat. Beno duduk kembali di kursinya, ia seperti gugup dan canggung.
__ADS_1
Gadis Hamil.....!
Selembar surat itu adalah hasil pemeriksaan dari dokter Obgyn yang menyatakan kondisi kandungan Gadis satu bulan yang lalu. Itu artinya kehamilan Gadis jalan dua bulan.