Pesona CEO

Pesona CEO
BAB 21


__ADS_3

Naora menyuapi Beno makan sebelum keduanya pulang ke rumah. Beno bersikeras ingin istirahat di rumah ia merasa baik-baik saja.


"Ben kamu segitu cintanya sama Gadis?" Naora terlihat mendramatisir seolah bercanda padahal ia menyembunyikan rasa cemburunya.


"Hah cinta?!". Beno berhenti mengunyah makanan ia menatap heran pada Naora yang melontarkan kalimat ajaib itu.


"Kamu berkorban dan rela membahayakan diri demi Gadis apa namanya kalau bukan cinta?" Naora kembali menyuapkan makanan ke mulut Beno.


"Nao kalau kejahatan itu menimpa kamu aku juga akan melakukan hal yang sama"


"Benar begitu?"


"Hmmm"


Senyum cerah mengembang di wajah cantik Naora. hatinya mengembang mendengar ucapan Beno.


Naora berharap Beno akan membuka hatinya untuk Naora.


Andai kamu tahu Ben, sejak kecil aku sudah suka sama kamu. semoga sekarang aku memiliki kesempatan untuk mengisi hati kamu ...


***


Hari itu Gloria muncul di perusahaan Dirgantara group. seperti biasa ia masih mengenakan seragam sekolahnya. Gloria tidak sedang mencari papinya di kantor apa lagi kakaknya karena Beno masih di rumah sakit. Gloria mencari Jefry, ia membawakan bekal makan siang untuk Jefry.


"Kak Jef!" Gloria muncul di ruang kerja Jefry.


"Glow?" Jefry mengalihkan pandangannya dari laptop di hadapannya beralih pada Gloria yang tersenyum cerah bak matahari terbit.

__ADS_1


"Kok kamu disini?" tanya Jefry.


"Memang kenapa?"


"Bukannya menemani Beno di rumah sakit?"


"Kak Beno sudah banyak yang menemani"


Mendengar jawaban Gloria Jefry tersenyum, Beno pria magis yang bisa menarik perhatian banyak orang terutama kaum hawa. staf wanita di kantor bahkan semua berbondong-bondong ke rumah sakit menjenguk Beno tadi saat jam istirahat.


Gloria berjalan mendekat ke arah Jefry ia meletakkan kotak bekal di atas meja kerja Jefry.


"Apa ini?" tanya Jefry sembari mengamati kotak bento di depannya.


"Makan siang, ini aku yang buat"


Gloria menggaruk rambut pirangnya terlihat salah tingkah karena ketahuan berbohong.


"Baiklah kakak hargai karena kamu sudah mengantar makan siang ini, terimakasih ya nanti kakak makan" kata Jefry sambil kembali sibuk dengan laptopnya.


"Emm kak Jef kenapa tidak langsung di makan?"


"Kakak sibuk Glow kamu boleh pergi sekarang, bermainlah dengan teman seusia mu kalian bisa ke salon kecantikan, ke mall dan ke tempat seru lainnya"


Gloria yang merasa tersinggung bergegas meninggalkan ruang kerja Jefry. ia kesal karena Jefry mengusirnya.


Sementara Jefry tersenyum mengingat Gloria sengaja datang membawakannya makan siang. pakai berbohong kalau itu masakannya segala.

__ADS_1


Dasar anak kecil....


"Jef ayo kita meeting kamu gantikan Beno sebentar ya" Josh Dirgantara muncul di ruangan Jefry di ikuti Adi di belakangnya.


"Oh iya om eh pak"


Josh sempat melirik kotak bekal yang ia kenali ada di meja kerja Jefry.


"Hmmm kamu sekarang rajin memasak ya?" tanya Josh.


"Maksudnya pak?"


"Itu kamu bawa bekal makan siang segala"


Jefry tersenyum salah tingkah melirik bekal di hadapannya. Josh bisa memastikan jika kotak bekal itu sama persis dengan milik Gloria putri kesayangannya.


"Adi kamu jemput Gloria dan antar dia pulang, coba kamu telepon dimana Gloria sekarang"


"Baik pak"


Adi berjalan menjauh dari ruangan Jefry ia mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Gloria.


Jefry hanya bisa diam tidak mampu berbuat apa-apa, ia juga tidak berani bilang jika Gloria baru saja mengunjunginya.


Josh pastilah tidak merestui jika sampai terjadi hubungan antara Jefry dengan Gloria. selain usia yang terpaut jauh Josh juga kurang setuju dengan pola hidup Jefry yang sama saja seperti Beno anak sulungnya.


"Oh ya Jef nanti Beno pulang, kamu ke rumah ya kita makan malam bersama" kata Josh sebelum meninggalkan ruang kerja Jefry.

__ADS_1


"Iya pak" kalau di kantor Jefry memang bawahan Josh dan Beno meski mereka terhitung kolega dan Jefry sengaja di buatkan ruang kerja di Dirgantara group. kalau di luar pekerjaan sebenarnya Jefry sangat akrab dengan keluarga Dirgantara.


__ADS_2