Pesona CEO

Pesona CEO
BAB 14


__ADS_3

Gloria pergi ke pusat perbelanjaan masih mengenakan seragam sekolah. ia memakai atasan jaket agar tidak terlalu mencolok di antara pengunjung lain. tapi tetap saja wajah indonya selalu berhasil mencuri perhatian.


Siang itu Jefry sedang meeting dengan klien di salah satu mall di Jakarta. sudah beberapa jam ia menahan bosan akhirnya pandangannya melihat sesuatu yang menghibur. Jeff menyipitkan matanya ia berdiri dari duduknya hingga kliennya memperhatikan Jeff.


"Maaf sebentar" kata Jef pada kliennya. ia berjalan menuju seseorang yang sedang sibuk memakan eskrim di salah satu spot di food court.


"Nona manis..." sapa Jeff dengan senyum lembut. yang di sapa langsung gagu, mematung memegang sendok es krim di tangannya. mata bulat gadis itu menatap Jefry terkejut.


"Kak Jeff?" Gloria tersenyum lebar melihat Jefry di hadapannya.


"Kenapa tidak langsung pulang?" tanya Jefry sembari merebut sendok es krim yang di pegang Gloria. ia menyendok es krim stroberi itu dan menyuapkan ke mulutnya.


Gloria terpana melihat tingkah Jefry. ia seolah tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. biasanya Jefry sedikit kaku pada Gloria mungkin karena merasa tidak enak pada Beno.


"Aku mampir sebentar dengan teman" jawab Gloria pandangannya tidak lepas dari pria yang usianya jauh diatas nya itu.


"Hmm apa tidak ada pelajaran tambahan? oh ya apa kamu sudah memilih universitas? sebentar lagi ujian akhir bukan?" tanya Jefry kali ini ia menyendok es krim dan menyuapkan ya pada Gloria. teman-teman yang duduk di samping Gloria sampai tidak bisa berkata-kata. semua terbius dengan ketampanan Jefry dan tingkahnya yang terlihat dewasa.


"Sudah" jawab Gloria mantap.


"Dimana?"


"Rahasia" Gloria tersenyum jahil.


Jefry tertawa memperlihatkan lesung pipit nya.

__ADS_1


"Baiklah Kaka pergi dulu" Jefry berjalan menjauh kembali pada klienya.


"Siapa dia Glow? tampan sekali?" tanya teman-teman Gloria.


"Dia kak Jeff teman baik kakak ku"


"Ah dia juga tampan seperti kakak mu" kata seorang teman Gloria.


Gloria tersenyum mengingat Jefry tadi menyuapkan es krim padanya.


So sweet sekali kak Jeff, dia terlihat tampan ...lesung pipinya membuatku gila....!


***


"Jadi Gadis ada di rumah sakit sekarang?" Naora terlihat cemas mendengar cerita Beno siang itu. keduanya sedang makan siang di salah satu restoran ternama langganan Beno dan Naora.


"Ayo kita jenguk Gadis"


"Untuk apa?!" Beno tidak bercerita jika tadi pagi ia datang menjenguk Gadis membawakan bubur untuk mantan istrinya itu.


"Ayolah Ben kasihan Gadis dia pasti sendirian di rumah sakit"


Beno menggaruk pipinya terlihat santai saja, ia tahu Arya pasti menemani Gadis saat ini.


"Gadis sudah punya pacar jadi ia tidak akan kesepian"

__ADS_1


"Ah Ben kamu cemburu ya?"


"Nao berhenti mengataiku cemburu! aku bisa benar-benar marah padamu!"


"Hehe iya iya...tapi..."


"Sudahlah, ayo kita pergi" Beno menyambar lengan Naora mengajaknya berjalan meninggalkan restoran. Adi mengikuti keduanya dari belakang.


Tadi pagi anda menyuapi bu Gadis makanan sekarang anda menggandeng mesra tangan Bu Naora...


Adi menggelengkan kepalanya ia berjalan mendahului Beno dan Naora. membuka kan pintu mobil untuk Bosnya.


"Kita mau kemana?" tanya Naora ia merasa senang Beno masih memegang tangannya.


"Ke mall, menyusul Jefry dia sedang meeting dengan klien"


Naora tersenyum mengangguk, ia masih merasakan tangan Beno menggenggam lengannya.


Sementara itu pikiran Beno melayang ke rumah sakit tempat Gadis di rawat. ia merasa sedikit cemas dengan kondisi Gadis yang terlihat lemah dan pucat.


Apa Arya menjaganya dengan baik?


*


*

__ADS_1


(Ah babang Beno pikirannya kemana tangannya kemana..😅)


__ADS_2