Pesona CEO

Pesona CEO
Part 51


__ADS_3

"Bagaimana hasil tes DNA nya?" tanya Beno Saat Adi tiba di hadapannya setelah mengambil hasil tes DNA antara Gadis dengan Surya.


"Silahkan pak" Adi menyerahkan isi amplop itu yang menyatakan bahwa Gadis memang anak kandung Surya. hasilnya akurat sekali.


"Katakan padaku informasi apa saja yang kamu dapat soal Surya?"


"Surya selama ini tinggal di Jakarta pak, ia memiliki beberapa usaha yang tidak terlalu besar tapi bangkrut. saat ini dia sedang kesulitan finansial"


Beno terdiam mendengar penjelasan Adi. mungkin karena itu Surya mencari Gadis. Beno melangkah keluar dari ruang kerjanya yang ada di rumah. ia mencari keberadaan Gadis. Beno menyerahkan amplop berisi hasil tes DNA nya dengan Surya. Gadis yang membacanya langsung terharu menahan air matanya.


Beno mengusap rambut Gadis, sebenarnya banyak yang ingin Beno katakan pada Gadis tapi melihat istrinya itu begitu terharu dengan kenyataan yang sedang terjadi Beno akhirnya urung menceritakan soal Surya pada Gadis.


"Ben boleh aku bertemu dengan ayah ku?" tanya Gadis dengan mata berkaca-kaca. Beno mengangguk dan Gadis memeluknya.


Saat ini ada rasa bahagia, lega dan juga kebimbangan yang menyelimuti hati Gadis. tapi ia mencoba menutup rasa bimbang itu dengan rasa bahagia bahwa ia ternyata masih memiliki keluarga selain keluarga Dirgantara.


"Dis hari ini baby sitter Charlotte akan datang, kamu temui dulu aku harus ke kantor sekarang" Gadis terkejut akhirnya Beno setuju dengan hadirnya baby sitter untuk putri mereka. ia mengecup pipi Beno sebelum pria itu pergi menuju mobilnya.


Adi tersenyum senang melihat keharmonisan keluarga bosnya. ia mengekor di belakang Beno berjalan menuju mobil.

__ADS_1


"Menurutmu apa Gadis akan menerima jika aku menceritakan soal ayahnya yang sebenarnya?" tanya Beno pada Adi yang sedang mengemudi.


"Kalau untuk saat ini mungkin tidak pak, karena Bu Gadis sedang bahagia dengan kehadiran sosok Surya"


"Kamu benar, tapi...aku rasa kita perlu waspada juga soal Surya" Beno melihat pemandangan Jakarta yang panas siang itu. pikirannya terbagi antara pekerjaan dan juga nasib Gadis yang dari anak yatim piatu kini memiliki seorang ayah kandung yang baru bertemu.


Siang itu Gadis menemui Surya di salah satu restoran. keduanya melepas haru dan saling bercerita kondisi sebelum mereka bertemu. Gadis cukup terkesan dengan ayahnya. ia merasa ayahnya adalah pria baik yang tidak sengaja membuatnya terlantar selama puluhan tahun.


Gadis mengajak ayahnya mengunjungi rumahnya dan Beno. Surya terperanjat melihat rumah Gadis yang besar dan mewah.


"Jadi suami kamu itu Beno Dirgantara? anak pemilik Dirgantara Group yang besar itu?" tanya Surya kagum sembari memandang foto pernikahan Gadis dan Beno yang terpajang di dinding ruang tengah.


"Jadi di rumah sebesar ini kalian hanya tinggal bertiga?" tanya Surya yang terlihat masih mengagumi rumah Beno.


Menantuku sangat kaya rupanya, kenapa aku tidak memanfaatkan situasi ini?.....


"Ayah tinggal dimana?" tanya Gadis.


"Dulu di apartemen yang cukup bagus sekarang ayah menyewa tempat, rumah yang cukup untuk ayah tinggali" Surya mulai menceritakan usaha nya yang gulung tikar dan kondisi keuangannya.

__ADS_1


Gadis langsung terenyuh dan prihatin mendengar cerita ayahnya tentang tempat tinggal dan usaha ayahnya yang bangkrut. saat ini Gadis tidak memegang banyak uang pribadinya karena sudah lama tidak praktik. Beno selalu memberikan uang pada Gadis tapi ia tidak menggunakan uang itu untuk foya-foya karena jika terjadi sesuatu dengan pernikahannya ia tidak ingin di cap sebagai istri yang hanya memanfaatkan uang suaminya.


"Ayah disini dulu saja sampai makan malam, kita tunggu Beno pulang"


Gadis langsung menyiapkan makan malam bersama bibi di dapur. sementara Charllote di pegang baby sitter yang baru datang hari itu.


Mobil Beno tiba di halaman rumah, Gadis melihat dari monitor Cctv di dapur. dia langsung menyambut kedatangan Beno.


"Ben ada ayah di dalam" kata Gadis sambil menggamit lengan Beno.


Beno dan Adi saling melihat, Adi langsung berjalan memasuki rumah menuju ruang kerja Beno untuk meletakan tas kerja Beno.


"Oh menantu, apa kabar mu?" tanya Surya basa basi melihat kedatangan Beno. pria itu menyapa dengan senyum berlebihan yang membuat Beno langsung bisa paham apa tujuannya datang ke kehidupan Gadis.


"Selamat malam...pak Surya" Beno menjabat tangan mertuanya. ia tidak memanggilnya dengan sebutan ayah, Gadis sedikit heran tapi ia maklum Beno memang begitu orangnya.


"Ayo kita makan malam" ajak Gadis.


Sementara Adi langsung pamit pulang setelah tugasnya selesai hari itu. ia menolak ajakan nyonya rumah untuk makan malam bersama dengan halus. membaca raut wajah Beno, Adi langsung tahu jika saat ini bosnya itu dalam keadaan jengkel.

__ADS_1


__ADS_2