
Malam ini adalah malam spesial untuk Gadis Paras Ayu, ia berulang tahun ke tiga puluh tahun.
Gadis mengadakan pesta sederhana di sebuah hotel. ia mengundang Arya, Tania sahabatnya dan juga Dinda. Gadis bahkan mengundang Jefry tapi tidak mengundang Beno.
Gadis terlihat sangat cantik malam itu dengan gaun panjangnya dan rambut yang di biarkan tergerai dengan model curly di bagian ujungnya.
Arya juga terlihat tampan mengenakan stelan jas hitam. ia membawa buket bunga dan kado spesial untuk Gadis.
Pesta di mulai di halaman terbuka, tamu undangan adalah langganan klinik Beauty dan beberapa teman-teman Gadis. pesta di mulai dengan santai tidak ada tiup lilin atau potong kue. hanya dinner santai saja.
Beno menatap dari kejauhan pesta itu. ia tidak menjadi bagian penting yang di undang oleh Gadis. tapi Beno penasaran ingin melihat Gadis yang sedang berulang tahun.
Beno mengenakan stelan kasual agar orang rumah tidak ada yang mencurigai jika ia pergi melihat pesta Gadis. Beno gengsi jika ada yang sampai tahu kalau dia masih penasaran dengan mantan istrinya itu. bahkan Beno melarang Adi, asistennya untuk membawa mobil. Beno memilih mengemudikan mobilnya sendiri.
Di sela pesta yang baru setengah jalan, Dinda datang. ia memberikan selamat pada Gadis dan menyerahkan sebuah kado.
"Selamat ulang tahun ya Dis" kata Dinda sembari menyerahkan kado dan memeluk Gadis.
__ADS_1
"Makasih banyak ya Din kamu bisa datang, oh iya ini Arya" kata Gadis mengenalkan Arya pada Dinda.
Arya dan Dinda saling mengulurkan tangan dan tersenyum.
Baru beberapa menit Dinda disana keributan terjadi karena Rei datang. ia menarik kasar lengan Dinda untuk pergi tapi Dinda bersikeras tidak mau.
"Rei sakit!" kata Dinda.
"Rei jangan begitu, jangan kasar sama Dinda!" kata Gadis mencoba melerai.
"Gadis benar, jangan kasar pada wanita" Arya mencoba melindungi Dinda tapi malah di ajak ribut oleh Rei.
"Rei jangan begini aku malu!" kata Dinda sembari menangis. semua tamu undangan memandang ke arah Dinda dan Rei. tiba-tiba Beno muncul dan langsung melayangkan bogem ke wajah Rei hingga hidung Rei berdarah.
"Lepaskan Dinda" kata Beno sembari melindungi Dinda.
Semua terkejut dengan kehadiran Beno Dirgantara di pesta itu termasuk Gadis. ia melihat bagaimana Beno melindungi Dinda dari Rei.
__ADS_1
Arya juga terkejut melihat kedatangan Beno tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa pesta sudah kacau.
"Ben kenapa ikut campur?! ini urusanku sama Dinda!" kata Rei.
Beno kembali menendang perut Rei dengan kaki panjangnya. Gadis menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya saking terkejut dengan perbuatan Beno.
"Lepaskan tangan Dinda!" kembali Beno memperingatkan Rei.
Rei segera mengalah ia melepaskan genggaman tangannya di lengan kurus Dinda. kalau tidak mengingat bisnis keluarganya ada di bawah kendali Dirgantara Group Rei tidak akan membiarkan tindakan Beno yang ikut campur dengan urusannya.
"Ayo Din" Beno meraih tangan Dinda mengajaknya berjalan keluar dari pesta itu tanpa berpamitan pada Gadis.
Gadis sendiri begitu terganggu dengan kejadian tadi. bukan masalah pesta yang tidak berjalan dengan lancar tapi soal Beno yang begitu terlihat melindungi Dinda dan bahkan Beno meraih tangan Dinda di hadapan Gadis. ada rasa nylekit di hati Gadis yang sulit ia terjemahkan.
Kenapa Beno bisa ada disana? dia kelihatan banget mencemaskan Dinda...
Gadis sudah berganti baju, tamu undangan sudah pulang termasuk Arya. pesta juga sudah bubar. Gadis termenung di apartemennya mengingat kejadian tadi. ia sungguh tidak rela melihat Beno dan Dinda.
__ADS_1
Enggak Gadis, Beno dan Dinda cuma berteman tidak mungkin Beno memiliki perasaan pada Dinda!
Semalaman Gadis tidak bisa tidur, ia terus terbayang soal Beno. bagaimana dengan gentle Beno menjaga Dinda dan menggenggam tangan Dinda saat berjalan keluar dari ruangan pesta.