
Beno dan Adi pergi ke sebuah pusat perbelanjaan untuk mencari kado karena sebentar lagi Mami akan berulang tahun ke lima puluh delapan. Beno ingin memberikan sesuatu yang istimewa untuk mami.
Beno di ikuti Adi yang berdiri di belakangnya sedang menunggu pintu lift terbuka. saat lift terbuka keduanya tertegun diam. di dalam lift ada Gadis bersama Arya. keduanya terlihat berpegangan tangan.
Adi sedikit melirik ke arah bosnya memastikan reaksi wajah Beno. tapi rupanya Beno tetap terlihat tenang dan datar saja. ia memasuki lift tanpa canggung tetap diam dan berkarisma. Adi sampai kagum dengan mental yang di miliki Beno.
Justru Gadis yang merasa sebaliknya. ia terlihat kurang nyaman. perlahan Gadis melepas genggaman tangan Arya.
Gadis dapat mencuri pandang ke arah Beno yang berdiri di sampingnya. pria itu sama sekali tidak menoleh ke arahnya apalagi menyapanya. saat pintu lift terbuka Beno melangkah santai tanpa mempedulikan Gadis.
Dia sama sekali tidak bereaksi melihatku bersama Arya, sudah Gadis jangan mengharapkan apapun darinya! pria itu tidak berperasaan masih sama.seperti dulu! fokuslah pada Arya yang mencintai mu!
Adi mengikuti langkah Beno menuju salah satu toko dengan brand ternama. Beno sedang melihat tas keluaran terbaru. seorang pelayan dengan sarung tangan berwarna putih terlihat mengambil koleksi terbaru yang di banderol dengan nominal seharga mobil mewah merk A.
__ADS_1
Adi mengawasi dan menunggu perubahan mood bosnya. barangkali Beno cemburu melihat Gadis dengan pria lain. tapi nampaknya Adi salah, sejak tadi Rekasi Beno tidak berubah. ia tetap santai memilih kado untuk sang mami.
"Adi urus semua aku ingin tas itu jadi milik mami"
"Baik pak" Beno melangkah pergi ke toilet, ia mengepalkan tangannya mengingat Gadis dan Arya di di dalam lift bermesraan.
"Sial! untuk apa aku memikirkan Gadis?! dia hanya masalalu ku yang tidak berarti!" gumam Beno.
Pintu toilet terbuka salah satu. Arya keluar lalu berjalan ke samping Beno untuk mencuci tangan. ia melihat ke arah Beno lalu menyapanya.
Beno hanya diam malas menanggapi Arya. ia merapikan jasnya dan hampir berjalan pergi dari toilet.
"Tunggu! anda Beno Dirgantara bukan? pemilik Dirgantara group? saya Arya Kusuma saya pernah menjadi pengacara Dirgantara group dan saya mengawal beberapa tender besar perusahaan itu" kata Arya menjelaskan.
__ADS_1
Beno mengangguk seraya tersenyum kecil, dengan angkuh ia berjalan pergi meninggalkan Arya yang masih memperhatikannya.
Lagi-lagi Beno berpapasan dengan Gadis yang sudah pasti menunggu Arya yang sedang di toilet.
Beno hanya melirik sekilas sambil lalu. ia tidak menyapa Gadis. begitu juga Gadis tidak menyapa Beno.
Sempit sekali dunia ini?! kenapa aku selalu bertemu Gadis saat ke pusat perbelanjaan?! apa tempat ini terkutuk untukku?!
Batin Beno sembari berjalan menghampiri Adi yang sudah terlihat menenteng tas belanjaan dari brand ternama.
"Ayo kita pulang" kata Beno datar.
"Maaf pak, apa anda tidak jadi makan di food court?"
__ADS_1
"Aku tidak lapar" tentu saja nafsu makan Beno menghilang sejak melihat mantan istri yang masih bertahta di hatinya berjalan mesra dengan kekasih barunya.
Hati Beno gerah membayangkan Gadis bergandengan tangan dengan pria sok akrab itu. Beno ingat bagaimana Arya menyapanya di toilet tadi. rasanya Beno ingin sekali memperingatkannya agar menjauhi Gadis. tapi untuk akal waras Beno bisa mengendalikan kegilaannya sehingga ia tidak melakukan hal itu pada Arya.