PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Extra part 3 (Dion dan Siska)


__ADS_3

"Sayang, mau jenguk si kembar kapan?" Tanya Siska sembari mengemasi berkas yang ada di tumpukan meja sang pacar karena terlihat tidak rapih saat di pandang.


Mereka menjalin hubungan sudah sekitar tujuh bulan dan mereka akan melangsungkan pernikahan ketika istri sang bos sudah melahirkan tapi Ardhana belum juga memberikan ijin pada mereka membuat mereka menunda dulu, karena bagaimana pun mereka harus mengikuti peraturan yang ada di perusahaan Ardhana.


"Nanti malam saja bagaimana?" Kata Dion yang masih saja kaku pada Siska dan masih belum terbiasa dengan panggilan sayang.


"Baik lah, tapi sebelum itu kita ke mall dulu beli hadiah untuk si kembar" Kata Siska dan berlalu pergi ke ruangannya sendiri.


"Iya sayang" Ucap nya pelan sehingga Siska tak mendengar nya lagi, Dion masih saja malu saat memanggil Siska dengan sebutan sayang, karena di kantor sudah terbiasa memanggil nama nya.


Menjelang sore Siska dan Dion tengah bersiap untuk pulang sebelum itu mereka memutuskan untuk ke mall seperti yang Siska bilang tadi siang.


"Sayang" sambil melihat ke arah sang pacar yang sedang fokus menyetir mobil.

__ADS_1


"Hmm" Ucap nya tanpa mengalihkan pandangannya.


"Apa pak Ardhana sudah memberikan kita ijin menikah?" Tanya Siska.


"Belum" jawab nya singkat.


Siska pun tak mengajukan pertanyaan lagi dan beralih fokus melihat ke depan. kurang dari dua puluh menit mobil yang mereka tumpangi sampai di tempat tujuan.


Siska yang kesal karena pacar nya tidak peka langsung jalan lebih dulu, "Dasar tidak peka, pria kaku" gerutu nya dan membuat Dion bingung dengan tingkah Siska yang seperti sedang ngambek.


Mendengar gerutuan sang pacar, Dion langsung mengambil langkah panjang agar berjalan beriringan lagi dan sambil menggandeng tangan Siska lalu mencium punggung tangannya, sontak saja membuat Siska mengalihkan pandangannya melihat Dion dan menghentikan jalannya karena perlakuan manis Dion pada nya.


Siska terlihat merona pipi nya dan malu tapi lain hal dengan pelaku nya yang terlihat biasa saja dan terkesan datar tanpa ekspresi.

__ADS_1


lalu mereka melanjutkan kembali acara membeli hadiah untuk si kembar, setelah semua sudah dibeli mereka langsung pulang ke rumah Siska dulu untuk mandi sebelum menjengkuk si kembar.


"Sayang, mau langsung mandi atau makan dulu?" Tanya Siska pada Dion yang sudah merebahkan dirinya di atas sofa sambil mendongakkan kepala nya ke atas.


"Langsung mandi saja, tapi tunggu lima menit lagi" Jawab nya lirih sambil memejam kan mata nya, Siska begitu tak tega melihat kekasihnya kelelahan lalu ia menghampiri nya dan duduk di sebelah nya sambil tangannya membelai wajah sang pujaan hati.


Dion tampak menikmati usapan tangan Siska yang lembut membuat nya sedikit mengantuk, "Sepertinya aku harus segera menikahi mu sayang" Ucap nya pelan namun masih bisa didengar oleh telinga Siska.


"Itu harus karena aku sudah tidak sabar ingin menjadi istri mu" jawab Siska dan langsung melabuhkan kecupan di bibir sang pacar, Dion langsung membuka mata nya melihat Siska yang sudah mencuri ciuman di bibir nya.


ini bukan kali pertama nya Siska mencuri ciuman di bibir Dion, Awalnya Dion merasa risih dengan perlakuan Siska yang terlalu agresif padanya. Kali ini Dion akan mencoba mencium Siska lebih dulu dan seperti apa rasa nya.


Dion langsung mendekatkan bibir nya pada bibir Siska walau masih terlihat kaku ia mencoba nya dengan santai dan intens, sehingga bunyi kecapan begitu terdengan di telinga mereka, Dion masih berusaha masuk ke dalam mulut sang pacar untuk mengabsen barisan gigi rapih nya.

__ADS_1


__ADS_2