PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 92


__ADS_3

Bab 92


Ardhana menuruti kemauan sang istri dengan menggendong nya ala bridal takut nanti akan cemberut lagi, sesampai nya di dalam kamar Ratu langsung merebahkan nya di atas ranjang dengan sangat hati-hati.


"Terimakasih suami ku" Kata Ratu dengan tersenyum sambil mengecup pipi Ardhana.


Ardhana makin bingung di buat oleh istrinya ini, baru saja ia cemberut sekarang sudah tersenyum kembali.


"Iya sayang" Menanggapi ucapan Ratu dan mencium keningnya juga, lalu ia bergegas pergi ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian tidur nya, namun ketika Ardhana akan menutup pintu kamar mandi Ratu menghentikan nya.


"Sayang, jangan di tutup lagi pintu nya" Kata Ratu mengajukan perintah pada suaminya.


"Memang nya kenapa jangan di tutup ?" Tanya Ardhana yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Aku hanya ingin mendengarkan kamu mandi" Ucap Ratu dengan sedikit malu dan tersenyum lebar.


Ardhana mengerutkan dahi nya dengan jawaban istrinya yang semakin aneh, "Kamu tidak apa-apa kan sayang?" Tanya Ardhana menghampiri Ratu kembali yang masih merebahkan diri nya sambil menyamping kan posisi nya menghadap Ardhana.


"Apa kamu tidak mau menuruti ku Ar?" Kata nya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


"Bu-bukan begitu Sayang, kamu kenapa aku bingung jadi nya?" Kata Ardhana sambil memeluk istrinya.


"Maafin aku sayang akhir-akhir ini lagi merasa cengeng, mungkin ini bawaan anak-anak kita" Ucap Ratu yang masih menangis dalam pelukan Ardhana.


"Tunggu, kamu bilang anak-anak kita? maksud nya kamu hamil sayang?" Tanya Ardhana sambil menangkup wajah Ratu agar melihat nya dengan jelas.


Ratu hanya menganggukkan kepalanya.


Ardhana langsung mencium bibir Ratu dan memeluknya karena senang nya, " Terimakasih sayang sudah mau mengandung anak ku" Kata Ardhana.


"Iya Sayang dan anak kita kembar"


"Kembar? Wowww... aku mendapatkan dua jackpot sekaligus" Kata Ardhana dengan sangat bahagia nya.


Sepuluh menit kemudian Ardhana keluar dari kamar mandi dan sudah memakai pakaian tidur nya lalu ikut bergabung dengan istrinya yang sudah memejamkan matanya.


"Pantas saja akhir-akhir ini kamu sering tidur cepat dan malas bergerak rupanya kamu sedang hamil sayang" Kata Ardhana sambil mengelus wajah Ratu, kemudian ia beralih menatap perut Ratu yang terlihat sedikit berisi karena ada dua calon bayi di dalam.


"Semoga Anak-anak daddy selalu sehat dan tidak membuat mommy kesusahan, okee baby" Kata Ardhana sambil mencium perut Ratu, setelah memberi nasihat pada anak nya Ardhana ikut merebahkan dirinya untuk tidur dan menarik Ratu untuk masuk ke dekapan nya namun tidak erat takut menyakiti anak-anak nya.

__ADS_1


*


*


*


Keesokan hari nya, Ardhana bangun lebih dulu lalu beranjak bangun dari ranjang nya dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci muka tanpa mandi karena akan berlari pagi mengelilingi kolam renang saja mumpung hari libur kerja.


Sebelum keluar dari kamar nya, Ardhana lebih dulu mencium kening dan bibir istrinya yang masih terlelap dalam tidur nya.


"Good morning semuaaaa.. " Teriak Ardhana sambil menuruni anak tangga, membuat Giani yang sedang menata makanan di ruang makan berjingkat kaget karena suara teriakan Ardhana.


"ini bukan di hutan Ar jangan teriak-teriak" Protes Giani.


"Sorry mommy" Ucap Ardhana menghampiri Giani dan mencium pipi nya dari belakang dengan manja nya.


"Kenapa kamu Ar, sepertinya lagi bahagia?" Tanya Giani.


"He'em ..., akhir nya aku dikasih kepercayaan lagi untuk jadi daddy mom" Ucap nya.

__ADS_1


"Selamat iya Ar, mommy juga senang mendengar Ratu hamil bahkan anak dalam kandungannya kembar. Kamu harus banyak sabar dan ikut menjaga nya dengan ekstra hati-hati" Kata Giani.


"Siappp mom, iya sudah Ar mau lari dulu di sekitar kolam renang" Kata Ardhana lalu bergegas pergi menuju kolam renang.


__ADS_2