
Bab 60
Menjelang jam 7 malam, Ratu maupun Ardhana sudah berdandan rapih dengan setelan baju senada, mereka akan makan malam bersama di salah satu restaurant yang sudah Dion pesankan untuk nya.
"Sudah siap Baby" Tanya Ardhana.
"Hmm" dengan tersenyum cantik.
Ardhana membuka kan pintu mobil untuk Ratu agar segera masuk ke dalam mobil, setelah itu di susul Ardhana duduk di samping Ratu.
Ardhana sudah menyiapkan cincin di saku nya untuk melamar Ratu setelah makan malam selesai.
Begitu sampai di restaurant Ratu dan Ardhana pun langsung menuju rooftop yang sudah di dekor sedemikian bagusnya agar suasana nya mendukung untuk acara lamarannya.
Mereka pun makan malam dengan saling menyuapi satu sama lain dan saling bersenda gurau. Selesai makan Ardhana pun menghampiri Ratu dan menyuruhnya berdiri menuju pinggiran pagar besi dan memeluk Ratu dari belakang.
Angin begitu sopan menyapa dua pasangan yang sedang di mabuk asmara, Ardhana melepaskan diri dari pelukan Ratu lalu ia mengambil cincin yang berada di dalam saku celananya kemudian ia berlutut.
"Baby, mau kah kau menikah dengan ku menjadi ibu dari Akasya dan juga adik nya nanti" Kata Akasya sambil memegang cincin berlian yang begitu simpel dan elegan.
__ADS_1
Ratu terpaku dengan kesungguhan Ardhana yang mengajaknya untuk menikah.
"Baby jawablah, lutut ku sudah sedikit sakit" Kata Ardhana mengeluh sakit karena Ratu tak kunjung menjawab ajakan nya menikah.
Ratu tertawa mendengar keluhan Ardhana, "Iya aku mau Ar" Ucapnya dengan tersenyum.
"Yeyy.. akhirnya aku punya istri" Kata Ardhana berdiri kemudian memasangkan cincin di jari manis Ratu.
"Terimakasih baby, sudah menerima lamaran ku" Ucap nya lagi yang sedang memeluk Ratu lalu Ardhana menangkup wajah Ratu dan mulai mencium bibir Ratu dengan sangat intens bukan ciuman berhasrat melainkan ciuman penuh cinta dan dimalam yang indah untuk mereka berdua.
Setelah acara makan malam dan lamaran merekapun pulang dengan hati yang sangat bahagia, Ardhana bergerak dengan cepat ingin meminang pujaan hati nya, walau semuanya yang ia siapkan penuh dengan dadakan dan atas bantuan Dion dibelakangnya.
Dua puluh menit kemudian Ardhana dan Ratu sampai di Mansion dengan terus berjabatan tangan tanpa ingin melepaskan satu sama lain senyum terus terukir di bibir mereka, seakan mereka ingin memberitahu pada semua orang bahwa mereka tengah berbahagia.
"Mommy, kenapa lama?" Tanya Akasya yang langsung menghampiri Ratu yang sedang berjalan ke arahnya.
"Masa sih sayang?" Balas Ratu sambil menggendong Akasya.
"Hemm.. "
__ADS_1
"Kenapa belum tidur ini sudah jam sembilan?"
Kata Ratu.
"Aka pengen tidur sama mommy" Jawab Akasya manja sambil meletakan kepalanya di ceruk leher Ratu.
Ardhana yang melihat Akasya manja begitu seakan jengah pasalnya ia selalu menggangu kebahagiannya, tapi walau begitu Ardhana cukup senang karena ia tidak perlu repot-repot mendekatkan mereka, karena dengan sendiri nya Akasya Sudah menempel dan lengket bak prangko pada Ratu.
"Hemm.. Baiklah ayok, mommy temenin aka tidur" Kata Ratu sambil mengayunkan kaki nya menuju kamar Akasya.
Giani menghampiri Ardhana yang masih berdiri di ruang keluarga sambil menepuk pundak sang anak membuat Ardhana terlonjak kaget.
"Bagaimana acara makan malam dan lamarannya Ar?" Tanya Giani.
Ardhana langsung memperlihatkan senyum nya pada Giani, "Sesuai harapan mommy" Ucapnya sambil memeluk Giani.
"Syukurlah, setidaknya sekarang bukan mommy lagi yang akan mengurus dan memperhatikan mu karena sudah di gantikan oleh istri mu Ratu" Jawab Giani.
Mereka pun beranjak pergi ke kamar masing-masing untuk tidur.
__ADS_1