PESONA HOT DUDA

PESONA HOT DUDA
Bab 74


__ADS_3

Bab 74


Sesampainya di kantor mereka berpisah menuju ruangan nya dan langsung mengerjakan pekerjaannya masing-masing.


"Permisi pak, apa anda memanggil saya?" Tanya Dion.


"Iya, aku ada tugas untuk mu. Tolong kamu cari tahu kebenaran dari foto itu dan juga kehamilannya" Perintah Ardhana sambil menyerahkan foto itu pada Dion.


Dion mengambil dan melihatnya dan ia pun meresponnya sama seperti Ardhana saat ia pertama melihat foto tersebut.


'Ini Celine tapi kenapa dengan pak Ardhana' dalam hati Dion.


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan.. , itu sama sekali bukan diriku apalagi sampai melakukan itu dengan dia, tolong kamu usahakan agar masalah ini cepat selesai dan biarkan aku dan Ratu menikah dengan bahagia tanpa ada hambatan apa pun" Kata Ardhana dengan wajah datarnya.


"Baik Pak, akan saya usahakan secepatnya" Kata Dion lalu bergegas keluar dari ruangan Ardhana.


Ardhana langsung mengerjakan kembali pekerjaannya, ketika akan memulai nya kembali ponsel Ardhana berdering mendapatkan panggilan dari Giani.

__ADS_1


"Iya mom, ada apa?"


"Ar, jangan lupa nanti siang kamu sama Ratu fitting baju pengantin di butik xxx, okee" Kata Giani di seberang telepon.


"Baiklah mom" Tutur Ardhana dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


Menjelang siang Ardhana bergegas pergi menuju ruangan Ratu. Sesampainya di ruangan Ratu, ia melihat Beni sedang mengajari Ratu yang merasa tidak mengerti dengan skema baru pemasaran yang Beni buatkan, Namun Ardhana menyikapinya dengan berlebihan.


"Baby... " suara bariton Ardhana membuat Ratu dan Beni terkejut dan terdengar tegas dengan sorot mata terus melihat ke arah mereka.


"A-ar.. "


Ucap mereka bersamaan dengan perasaan yang beda , Ratu begitu takut dengan raut wajah Ardhana yang melihatnya seperti mengintimidasi lain hal dengan Beni yang terlihat biasa saja karena ia merasa tidak melakukan kesalahan apapun.


"Sedang apa kamu dengan Ratu?" Tanya Ardhana dengan angkuh nya.


"Hanya mengajari skema baru pemasaran pak" Jawabnya sopan.

__ADS_1


"Kenapa harus kamu yang mengajarinya?" Tanya Ardhana.


"Karena skema ini saya yang buat pak" Balas Beni.


Melihat perdebatan tak kunjung selesai Ratu langsung menarik Ardhana keluar dari ruangannya dan segera pergi menuju butik xxx yang sudah Giani beritahu tadi sebelum Ardhana keruangan nya.


"Baby, kamu sengaja dekat-dekat dengan dia?" Tanya Ardhana yang sudah duduk di samping Ratu.


"Ar sudah lah, jangan mulai lagi" Ucap Ratu yang malas berdebat.


"Ckk.. kamu menyebalkan baby, membuat mood ku tidak baik" Kata Ardhana dengan manjanya menyender di pundak Ratu.


Ratu tidak membalas ucapan Ardhana namun ia langsung mengelus pipi Ardhana agar tidak marah-marah karena cemburunya itu.


Dua puluh menit kemudian mereka sampai di butik xxx dan langsung di sambut baik oleh para pegawai nya.


Ratu langsung mencoba berbagai gaun yang akan ia pakai di hari pernikahannya, karena pakaian pria terlalu simpel jadi Ardhana tidak terlalu lama untuk mencoba nya dan untuk warna pakaiannya ia memilih senada dengan gaun Ratu yang akan ia pakai di hari pernikahan.

__ADS_1


Fitting baju saja membutuhkan waktu sampai 3 jam hanya untuk mencari yang sedikit tertutup di bagian dada dan terlihat elegan karena Ardhana tidak mengijinkan gaun yang Ratu pakai agak terbuka di bagian itu.


Ratu membeli 2 gaun berwarna putih dan gold yang bertabur swarovski begitu pun dengan Ardhana.


__ADS_2