
Bab 69
Lima belas menit kemudian Ardhana dan Ratu sampai di perusahaan. Ardhana keluar lebih dulu dan langsung membukakan pintu untuk Ratu serta mensilahkan nya keluar.
Perlakukan Ardhana cukup membuat Ratu tersipu malu dan terbang melayang karena begitu sangat romantis serta penuh perhatian.
Ardhana langsung menggandeng tangan Ratu saat masuk ke dalam kantor, seolah ia ingin memamerkan seseorang yang di cinta nya.
"Ar, jangan berlebihan, para pengagum mu akan sangat murka pada ku" Ucap Ratu berbisik dan terus berjalan.
"Aku tidak perduli baby" Jawabnya dan langsung menyambar bibir Ratu di tengah para lalu lalang pegawainya.
Mendapatkan serangan dadakan dari Ardhana membuat Ratu terkejut dan melotot kan matanya sambil tangannya memukul dada bidang Ardhana untuk menyudahi nya, tapi bukan Ardhana kalau langsung menuruti permintaan calon istrinya itu. ia menahan tengkuk leher Ratu dan memperdalam ciuman nya itu.
Pagi ini para pegawai Ardhana mendapatkan tontonan gratis bergenre romantis yang diperankan oleh Ardhana dan juga Ratu. Beni dan Mira ada di situ melihatnya juga dengan perasaan yang berbeda-beda.
__ADS_1
"OMO... Ratu" Kata Mira terkejut dengan apa yang dilihat sambil membekal mulutnya.
Beni tidak menunjukan respon apapun ia hanya diam sambil terus melihat ke arah Ardhana dan Ratu. 'Harus kah sesakit ini mencintai mu, terimakasih sudah mengijinkan ku mencintai mu RATU' batin Beni.
Ardhana langsung menyudahi acara ciuman nya karena merasa pasokan udaranya mulai menipis dan juga karena Ratu terus memukul dada bidang nya.
"Menyebalkan kamu Ar" Ucap Ratu sambil mencari pasokan udara untuk di hirup nya.
"Ha.. ha.. Maaf baby, aku tidak tahan melihat bibir mu yang menggemaskan ini" Balasnya sambil mengusap air liur yang masih ada di sekitar bibir Ratu.
"Ekhemm.. semuanya bubar dan masuk ruangan kerja masing-masing lalu kerjakan pekerjaan kalian dengan baik" Perintah Dion dengan tegas dan wajah datarnya, Para pegawai yang mendengar pun menoleh ke sumber suara dan langsung membubarkan diri.
Dion berjalan menghampiri Ardhana dan juga Ratu, "Sepertinya anda tidak punya malu pak" Sindir Dion yang berada di samping Ardhana.
Mendapatkan sindiran dari Dion, Ardhana langsung berjalan menuju lift dan Ardhana tidak mengajak Ratu untuk ke ruangannya karena mulai hari ini ia akan sibuk agar mendapatkan cuti yang panjang, walaupun Ardhana adalah pemilik perusahaan nya tapi ia tidak seenak nya untuk mengambil cuti.
__ADS_1
Di ruangan divisi Pemasaran Mira tengah menginterogasi Ratu yang sedari tadi hanya diam saja. "Kamu pacaran dengan Pak Ardhana? Tanya Mira penasaran dan membuka obrolannya.
Ratu yang ditanya hanya menyengir kuda kalaupun mau bilang tidak mira tak akan percaya karena ia baru saja melihat Ardhana dan Ratu ciuman dengan begitu intens nya. Jadi jawaban Ratu hanya dengan anggukan saja.
" Sejak kapan?"
"Entah" sambil mengedikkan bahunya.
"Jawab serius Ratu?" Tanya Mira yang merasa kurang puas dengan jawaban Ratu.
"Aku tidak tahu sejak kapan Mira, yang pasti ini ada andil dari anak pak Ardhana yang membuat kita bersama" Ucap Ratu dengan tersenyum.
"Jadi kamu sudah kenal dengan anak nya pak Ardhana yang cuek itu" Kata Mira yang mengatai Akasya anak yang cuek, sebab Akasya pernah di bawah ke kantor oleh Ardhana dan saat itu Ardhana meminta tolong pada Mira untuk menjaga Akasya sebentar, pada saat mira bertanya pada Akasya mengenai namanya Akasya menjawab nya dengan cuek dan ketus.
"Bukan kenal lagi tapi sudah amat sangat dekat" Jawab Ratu.
__ADS_1
Ditengah perbincangan Ratu dan Mira ada sepasang mata yang terus melihat ke arah mereka sambil mendengar kan nya.